Bagaimana merencanakan dan mengeksekusi resolusi kita?

Bismillah…

Memasuki tahun baru ini, rasanya tidak ada topik yang paling banyak dibahas selain tentang RESOLUSI. Sebuah haris riset yang dilakukan oleh University of Scranton, Pennsylvania, U.S.A menunjukkan bahwa hanya 8% yang sukses menjelankan resolusinya di tahun sebelumnya [1]. Sebuah angka yang sudah lumrah dan bisa diprediksi karena kebanyakan dari kita memang selalu berhenti di tahap perencanaan tanpa pernah mengeksekusinya. Atau sebenarnya kita telah mencoba mengeksekusinya, namun selalu saja banyak hambatan yang mencegahnya.

Salah satu metode yang paling mahsyur digunakan adalah metode SMART goal yang terpecah menjadi Specific-Measurable-Achievable-Realistic-Timeline. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh perusahaan General Electric (GE) yang salah satu pendirinya adalah Thomas Alfa Edison. Perusahaan ini adalah salah satu perusahaan terbesar di dunia yang sudah memiliki berbagai cabang di bidang energi, health care, hingga aircraft engines dan dibangun sejak 124 tahun yang lalu. Dimulai tahun 1940an, metode ini sukses mengantarkan kesuksesan GE kala itu. Pada era 1960an setiap karyawan GE harus melaporkan kepada pemimpinnya targetan yang hendak dicapai dalam setahun dalam format SMART ini.

s-smart

Baca lebih lanjut

Iklan

(Time Management 1) Deep Work

Bismillah…

Tahun 2013 adalah one of my best years. Salah satu tahun terbaik yang pernah saya lewati. Masalahnya bukan kepada pencapaian yang berhasil saya dapatkan, tapi karena saya berhasil menjalankan teori “Time Management” dengan sangat baik walau belum sempurna. Mungkin jika ditarik prosentase kesempurnaan maka saya mengatakan sekitar 30%. Bayangkan, hanya 30% dari waktu setahun saya yang saya gunakan dengan sangat efektif. 30% ini saja hasilnya sudah luar biasa. Bagaimana jika saya berhasil menaikkan tingkat produktifitas saya?

Sebelumnya, saya harus berterima kasih kepada Cal Newport, seorang alumni MIT yang saat ini menjadi asisted dosen di Georgetown University-USA. Tahun lalu, saya mengaplikasikan salah satu cara paling efektif dalam dunia akademisi yaitu DEEP WORK. Tentu saja deep work ini tidak akan sempurna jika saya tidak memiliki manajemen waktu yang baik. Pelaksanaan deep work ini saya seimbangkan dengan time blocking management juga mengaplikasikan beberapa teori manajemen waktu. Hasilnya memang MENCENGANGKAN. Anda bisa mengecek disalah satu tulisan saya tentang meneropong 2013.

Dan mulai hari ini, 1 Mei 2014. Saya akan mencoba merefleksikan diri saya untuk memulai lagi mengimplementasikan DEEP WORK. Cukup terlambat untuk memulai di 2014, tapi saya tidak pernah menyesali karena memang beberapa bulan terakhir saya disibukkan dengan aktivitas pencarian beasiswa S3 dan pendaftaran sekolah doktoral saya. Well, jika tidak ada halangan dan rintangan, kemungkinan awal September saya akan memulai studi S3 saya. Jadi ini saatnya memulai DEEP WORK.

Ada beberapa hal yang perlu saya lakukan sebelum melakukan deep work.

Pertama: Merefleksikan aktivitas dan kemampuan manajemen waktu saya saat ini.

Saya akan coba mengaplikasikan teori time management matrix yang saya dapatkan dari salah presentasi PhD time management oleh Gita Subrahmanyam dan Matthew Conway (2010). Setidaknya ada 4 kriteria time management matrix yaitu:

Matrix Baca lebih lanjut