(Q&A Beasiswa) Cara Menghubungi Profesor

Bismillah…

Tulisan yang bertajuk (Q&A Beasiswa) adalah semua kumpulan tulisan terkait pertanyaan mengenai beasiswa di semua jenjang. Semoga memudahkan! saya merangkum beberapa pertanyaan yang hampir sama agar lebih mudah kepada para penanya untuk Saya beri jawaban.

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr. wb.

Pak Ario perkenalkan saya XXXXX dari Universitas XXXX, tepatnya Jurusan Teknik Elektro.
Saya tadi googling cara mendapatkan beasiswa di Taiwan, ketemu Bloknya panjengenan, dan saya terkagum membacanya.
Kebetulan saya ada niatan untuk melanjutkan S2 ke Taiwan, terutama NTUST bidang Computer Science.

Untuk itu, apakah saya bisa minta bantuan dihubungkan dengan salah satu professor di NTUST
agar saya dapat melakukan korespondensi dan tentu pemperlancar disetujuinya beasiswa studi di sana.

Demikian pak Ario, mohon maaf bila kurang berkenan. Apabila dibutuhkan informasi tambahan tentang saya,
dengan senang hati, saya akan kontak pak Ario lebih lanjut.
Atas bantuannya saya ucapkan banyak terimakasih, semoga bantuan pak Ario menjadi amal baik bagi kita semua.

Wasalamu’alaikum wr. wb.

 

Jawaban:

Baca lebih lanjut

Iklan

Masih Seperti Mimpi

Bismillah…

Ini masih seperti mimpi. Ketika kembara pikiranku kembali di 2 September 2009. Melihat keelokan negeri formosa dari si burung besi merupakan kenikmatan terindah atas capaian mimpi-mimpi beberapa tahun yang lalu. Siapa sangka, bahwa ternyata yang pernah di cita-citakan itu akhirnya terwujud jadi nyata. Semua kumpulan perjuangan yang panjang akhirnya diakhiri dengan cerita yang manis di negeri formosa. Menempuh studi master disini adalah bagian tak terlupakan dalam hidup saya dan selalu akan menjadi sejarah terbaik yang kan kukenang.

Ini masih seperti mimpi. Ketika satu persatu targetan Allah wujudkan dalam nyata. Memudahkan proses belajar, hingga meninggikan idealisme yang bertahan dalam gelombang godaan tak terelakkan. Saya selalu menyukainya. Menyukai setiap episode menuntut ilmu disini. Berjibaku dengan tugas, amanah-amanah, hinggapun tantangan-tantangan yang terkadang menguras habis semua pertahanan mental dan fisikku. Ia laksana pelecut semangat yang selalu akan kuingat ketika masa kalah dan lemah itu datang.  Baca lebih lanjut

Perjalanan di Mulai

Bismillah…

Tinggal hitungan jam saya akan segera terbang menuju Indonesia. Terhitung 1 tahun 9 bulan setelah pertama kali menjejakkan kaki di negeri formosa. Kali ini saya pulang belum mebawa gelar M.SC.Eng, karena harus di tunda hingga 19 Juli 2011, sesuai dengan jadwal sidang Thesis saya. Namun ada episode yang jauh lebih besar dan tinggi nilainya, yaitu akad nikah saya. Kenapa lebih besar nilainya ? Karena Allah menitahkannya dalam AL-Qur’an sebagai Mitsaqan ghaliza, sebuah janji yang besar.

Baca lebih lanjut

Studi PhD ?

Bismillah…

Dear ARIO MUHAMMAD

Thanks for your applying for the Ph.D Degree of the Department of Construction Engineering in NTUST (National Taiwan University of Science and Technology). Congratulations that your application has been accepted. And the scholarship of International Students for PhD Degree is NT$ 15,000/month(approximately US$500). Baca lebih lanjut

[Taiwan] Kenangan Dalam Gambar

Bismillah..

Sudah 1 tahun 9 bulan rupanya saya menginjakkan kaki di negeri formosa, tanpa pulang ke Indonesia tentunya. Telah banyak sekali perjalanan ke beberapa kota yang telah saya lalui. Meski hanya sebagian kecil niat utamanya adalah JALAN-JALAN, namun ternyata sudah banyak juga jejak yang telah tertinggal di beberapa kota sepanjang negeri formosa. Berikut kenangan Taiwan dalam gambar. – mohon maaf jika terkesan narsis 😛 –

First lab Party on September 2009, Taipei

Ketika Sakura Merekah, Tainan – April 2010 Baca lebih lanjut

Menuju Kelulusan Master (semoga)

Bismillah…

Entah kapan, kalo tak salah ingat, kemarin ketika berjalan menuju Lab, saya teringat kembali dengan 3 targetan besar dalam hidup saya di tahun 2011. Dituliskan ketika tahun 2007. Dan luar biasanya, Allah begitu dengan mudahnya memberikan jalan kepada saya untuk mencapainya. Salah satu dari ke-3 target tersebut adalah Lulus Master dengan Cumlaude. Ya, paling tidak GPA saya diatas 85. Itu berarti rata-rata-nya akan tertulis A, yang dikonfersikan bisa menjadi 4.00. Senang ? tentu senang, tapi ya biasa saja. Entah kenapa setelah studi Master disini, mengejar cumlaude tidak penting lagi, selain saya terus berusaha supaya nilai tetap diatas 80 agar beasiswa terus berlanjut.

Kemudian, sore ini, saya accidentally, mendengar salah satu lagu lawas yang dulu sering menemani saya menyelesaikan beberapa riset selama S1, sembari menulis jurnal pertama saya :). DItambah dengan dialog singkat dengan seorang saudara saya (roommate) yang sebentar lagi ujian defense, saya jadi teringat dengan perjalanan menuju kelulusan master ini.

Baca lebih lanjut

Malam yang (terasa) panjang

Bismillah...

Pernahkah anda melewati malam yang (terasa) panjang ? malam yang dihantui dengan beribu pikiran atau mungkin banyaknya perencanaan. Lebih parahnya lagi, jika malam itu, ternyata adalah malam-malam tak tenang karena banyaknya masalah. Tubuh kita mulai beringsut kesana-kemari. Posisi tidur mulai tak nyaman. Mencoba menghadap ke kanan, tetap tak bisa. Terlentang lurus, masih saja mata sulit terpejam. Atau bahkan, malam-malam panjang itu anda lalui bersama tumpukan pekerjaan ? Ah.. ini mungkin sering terjadi, atau bahkan menjadi kebiasaan salah seorang diantara kita. Bukan salah seorang lebih tepatnya. Tapi banyak orang ?. Orang-orang yang habis waktu malamnya untuk mengejar targetan-targetan kerja yang menggunung. Orang-orang yang terasa panjang (atau sedikit ?) malamnya karena tuntutan-tuntutan idealisme maupun perut yang terus bertambah setiap hari. Malam-malam panjang yang merupakan pengganti untuk siang hari. Ada yang masih memiliki waktu untuk “balas dendam” di pagi atau siang harinya. Tidur ba’da subuh atau pagi hingga menjelang duhur. Atau bahkan, yang lebih parah, bisa tidur seharian, kemudian mengulang kebiasaan itu setiap harinya. Sungguh memusingkan. Memikirkan hidup seperti itu menurutku sangat rumit, apalagi menjalankannya.

Aku sendiri pernah melewati sekitar 1 bulan hidup seperti ini. Alasannya sederhana “mengejar deadline”. Tugas salah satu numerical work di penghujung tahun 2010 termasuk menjadi kenangan merasakan kerumitan hidup di tengah malam. Kata seorang sahabat saya “awalnya, kita akan merasa mual dan pusing ketika begadang… lama kelamaan jadi biasa“. Pertama mendengarnya, saya harus percaya, sebab belum pernah menjadikan begadang sebagai kebiasaan saya. Mungkin karena saya termasuk orang yang ingat akan lagu Bang Roma “Begadang jangan begadang…”. Terus terang, lagu Bang Rhoma itu sebenarnya penuh idealisme, penuh petuah dan nasihat. Sederhana sebenarnya, pesannya beliau supaya anak muda bisa lebih bijaksana. Ada lagu beliau tentang “wanita sholehah” yang seru kalau didendangkan dengan logat melayu yang di buat-buat. Tapi saya pikir suara saya cukup bisa mengimbangi irama lagu ini (mohon maaf pembaca, saya numpang narsis ^_^). Atau mungkin tentang “Judi”, dan masih banyak lagi. Dan sepertinya, saya sudah mulai sembrawut menulis tema tulisan ini. Mungkin karena pikiran saya sedang melompat-lompat, sampai isi tulisan di tengah malam ini-pun “terpelest” ke bang Oma.

Baca lebih lanjut