MENGHIDUPKAN HIDUP

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Bagi penggemar Linkin Park di era 2000-an, kemarin mungkin menjadi hari yang menyedikhkan bagi mereka. Chester Bennington, vokalis group rock ini ditemukan meninggal dikediamannya karena gantung diri. Saya tidak perlu menjabarkan betapa fenomenalnya keberhasilan recording indie music rock group ini di zamannya, karena banyak orang sudah tahu. Namun cerita tragis dibalik bunuh dirinyalah yang ingin saya tuliskan.

Dalam rilis berita kematian Mr. Bennington oleh BBC [1], alasan kenapa sehingga ia bunuh diri karena putus asa dengan hidupnya sendiri. Sudah bertahun-tahun dia berjuang untuk terlepas dari jerat minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Keputusan mengakhiri hidupnya sendiri karena terinspirasi dari seorang vokalis band rock Amerika yang lain, Audioslave, yaitu Chris Cornell yang terlebih dahulu mengakhiri hidupnya beberapa bulan lalu.

“You have inspired me in ways you could never have known… I can’t imagine a world without you in it.”

Penggalan kalimat diatas adalah gambaran betapa seorang Chris Cornell begitu berarti dalam hidupnya.

sunset

Baca lebih lanjut

Iklan

BEGINI CARA SAYA MENATA WAKTU

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Sejak 2013, saya sudah mulai melakukan latihan manajemen waktu. Sampai saat inipun saya masih terus belajar dan mengimprove kesalahan-kesalahan yang mungkin saya lakukan. In short, time management is indeed a deliberate practice. Selalu akan berubah kualitasnya jika kita terus berbenah.

Kali ini, saya akan berbagi catatan singkat menata waktu berdasarkan pola latihan dan pemgalaman pribadi saya selama ini.

PERTAMA: Kamu perlu punya aktivitas prioritas

Kata Dr. Newport, penulis buku best seller don’t follow your passion dan deep work, aktivitas ini disebut sebagai deep habbit. Aktivitas prioritas ini setiap orang beda-beda. Sebagai muslim, tentu saja aktivitas prioritas adalah menjaga amalan-amalan unggulan. Bisa qiyamul lail rutin setiap hari, tilawah 1 juz per hari, hingga sholat duha yang berkesinambungan. Apapun itu, amalan prioritas ini kita letakkan sebagai yang utama. Kenapa saya mengambil sisi spritualitas pertama kali untuk mengacu kepada aktivitas prioritas? Alasannya sederhana, pertama saya muslim, kedua, amalan harian ini sebenarnya menjaga kualitas konsentrasi kita. Saya menganalogikannya seperti makna “sakinah” atau ketenangan. Dengan ketenangan batin inilah kita lebih mudah produktif dan konsentrasi menyelesaikan target harian kita.

photo0006

Baca lebih lanjut

Sekolah Tiga Generasi

Bismillah…

Siang kemarin, sehari setelah usianya genap 5 tahun, DeLiang pulang sekolah dengan membawa foto bersama teman-teman satu kelas reception (seperti TK) di St. Michaels on the mount Primary School, Bristol. Wajahnya tanpa senyum, sama seperti Faith, gadis cilik asal inggris dikelasnya yang terkenal pendiam. Wajah-wajah teman-temannya dari berbagai penjuru dunia dan ras membuatku tersenyum melihat mereka. Ada Lewis keturunan China-Bristish yang jago matematika, ada Adam asal Turkey yang paling muda umurnya tapi paling chubby, ramah, dan perhatian. Juga ada Abdul Samad asal Somalia yang tingginya melebihi rekan-rekan sekelasnya, dan tak lupa Waka, si rambut ikal asal Arab Saudi yang jadi favorit saya.

Melihat DeLiang berdiri bersama rekan-rekannya dari berbagai negara seperti refleksi bagi saya tentang perjalanan sekolah 3 generasi dalam keluarga kami. Ayah saya, saya, dan tentu saja DeLiang. Berbeda dengan saya dan DeLiang yang cukup beruntung terakhir setelah era 1980-an, Ayah saya harus melewati masa pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas dengan perjuangan yang tak mudah. Di waktu SD, punya sandal jepit ke sekolah saja sudah mewah bagi teman sebaya ayah saya. Apalagi buku tulis, merekam pelajaran dari bebatuan adalah hal lumrah yang mereka kerjakan ketika harus menerima pelajaran dari para guru-guru asal Ambon yang rela bertugas di pelosok selatan Halmahera.

DeLiang3

Baca lebih lanjut

DeLiang, mainan, dan puasa pertamanya di Inggris

“Abi.. Puasa itu bahasa Inggrisnya apa?” DeLiang menatapku datar. Berbisik pelan seperti kebiasaanya ketika berbicara di keramaian: malu-malu.
.
Fasting. Puasa is Fasting. Nanti abi ajaring ngomong ke gurumu setelah turun dari bus.” Balasku meredakan kegelisahannya.
.
Hari ini adalah hari pertama DeLiang berpuasa sambil sekolah. Setelah bangun pagi (7am) dia kemudian sarapan, minum, sikat gigi, dan bersiap ke sekolah. Perjanjian awal kami dengannya soal puasa adalah dia harus menahan keinginannya untuk makan dan minum dari waktu sarapan hingga lunch. Lalu berlanjut lagi setelah lunch hingga dinner. Tidak ada penolakan, DeLiang sudah menyetujuinya sejak awal. Bisa jadi karena tahun lalu, dia sudah dikenalkan puasa setengah hari oleh ibunya di Indonesia.
.
I am fasting but I (can) eat my lunch.” Ujarnya sambil memandangku. Kakinya masih sibuk menyusuri jalanan basah karena hujan sejak subuh tadi. Bristol mendung pagi ini.
.
“Begitu ngomongnya bi?” Lanjutnya mengkonfirmasi.
.
“Iyap.. Nanti ngomong gitu ke gurumu ya jika kamu diajak makan ketika snack time.
.
Sepuluh menit kemudian, aku sudah melepasnya dengan tenang tanpa memberitahukan gurunya jika dia sedang belajar puasa. Aku ingin melihat bagaimana dia melobi gurunya tentang puasa. Aku lalu bergerak menuju Queens Building, Umiversity of Bristol lokasi officeku berada. Melanjutkan rutinitasku menyelesaikan revisi PhD thesis.
.
Satu jam kemudian, ada pesan masuk di google chat. Aku sering mengabaikan semua pesan dan memakai google chat untuk berkomunikasi dengan Istri selama bekerja.
.
“Abi gak ditelpon sekolahnya DeLiang?” Tanya istriku khawatir.
.
Aku kaget mendengarnya lalu bergegas melihat HP-ku. Ada tiga panggilan tak terjawab dan notifikasi voice mail tertera di layar.
.
Aku bergegas mengambil telpon kantor disampingku lalu menelpon sekolah DeLiang. Tak berapa lama suara perempuan paruh baya yang aku tahu bekerja di bagian reception sekolah DeLiang menjawab. Aku kemudian menanyakan alasan mereka menelponku. Suara dari seberang menyuruhku untuk menunggu jawaban langsung dari Ms. Heidi, guru DeLiang.
.
Oh Hi… I just want to confirm something about DeLiang. Dia gak mau dikasih snack dan minum sama sekali. Katanya dia puasa. He said he is fasting and insisted to reject any food and drink that we gave. We are wondering if he is fasting all day” Ms. Heidi mengurai kekhwatirannya. Aku tersenyum mendengarnya. Ada perasaan bahagia dan bangga yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Yes he is fasting but he can eat his lunch. He will start fasting again after that. Sorry for making all the teachers worried about him” Balaskan tenang.

Ohh.. no worries it is completely fine. Don’t worry about that” Tutup Ms. Heidi, sebuah ucapan yang menunjukkan bahwa mereka menghargai bagaimana cara kami memperkenalkan puasa kepada anak kami.

IMG_20170605_154148

Baca lebih lanjut

Apa saja bentuk-betuk PLAGIASI?

Bismillah…

Dengan adanya kejadian akhir-akhir ini tentang plagiasi, seperti menjadi momen yang tepat untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang masalah plagiasi. Persoalan ini sebenarnya menjadi masalah yang sangat akut di lingkungan pendidikan kita. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) sudah terlalu sering isu ini menjadi biasa dan dibiasakan oleh para dosen dan kalangan akademisi lainnya. Penyakit ini kemudian menggeregoti dan menjadi budaya di dunia perguruan tinggi kita. Betapa banyaknya skripsi dijual murah, metode copy paste yang berlangsung bertahun-tahun demi menyelesaikan makalah yang deadlinenya esok hari, hingga tak perduli lagi dengan hasil karya orang lain karena alasan sederhana: malas untuk menulis.

Untuk memberikan informasi yang lebih luas, saya akan memberikan informasi yang umum dan jelas terkait dengan makna plagiasi. Bentuk-bentuk plagiasi ini perlu diketahui oleh para mahasiswa dan kalangan umum lainnya agar budaya copy paste ini terus berkurang. Informasi ini saya ambil dan beberapa web kampus terbaik di UK, seperti dari University of Oxford [1] dan University of Bristol [2]. Berikut ini adalah bentuk-betuk plagiasi: Baca lebih lanjut

HINDARI PLAGIASI KATA-KATA ANDA SENDIRI – Pesan buat para mahasiswa yang hobby COPAS –

Bismillah…

Isu plagiasi memang menjadi masalah yang sangat diperhatikan di hampir semua innstitusi di UK. Saya yakin juga terjadi dinegara-negara maju lainnya. Bagi mahasiswa yang mengalami kasus plagiasi, meskipun hanya dalam level tugas mata kuliah, anda bisa dipanggil dan melewati sidang bersama komite akademik yang khusus mengurusi plagiasi. Bagi PhD student, sejak awal, kami sudah diwanti-wanti terkait isu ini.

Dan pagi tadi, setelah menunggu 2 bulan, kabar jurnal paper ke-3 yang saya tulis selama PhD datang juga. Paper kolaborasi bersama beberapa ilmuwan senior tsunami Indonesia ini bisa lolos dengan minor revisi di tangan editor. Proses review di jurnal ini (Natural Hazard and Earth System Siences-NHESS) ini memang unik.

PERTAMA: Paper akan di cek tingkat plagiasinya memakai software iThenticate oleh pengelola journal sebelum dikirim ke Editor. Report hasil cek ini akan diberikan ke Editor yang akan menghandle paper yang disubmit lalu Editor yang menentukan apakah layak atau tidak.
.
KEDUA: Proses penentuan Editor berlangsung hati-hati dan fokus. Penentuan Editor ini terbilang lama karena mereka benar-benar ditunjuk berdasarkan kepakaran bidang yang sesuai dengan tema paper. Tujuan pihak pengelola adalah untuk menjamin proses review belangsung fair karena manuskrip langsung dihandle Editor yang paham dan handal.
.
KETIGA: Jika Editor meloloskan paper yang disubmit, maka slanjutnya paper dibuka ke publik untuk menerima reviewer dari 2/3 reviewers dan komen dari para pembaca. Jadi selama proses review ini siapapun bisa mengecek secara terbuka keputusan dan feedback yang didapat. Jika lolos review maka paper bisa dipublikasikn.
.
Paper kami sendiri baru masuk tahap ke-3.

chapter

Baca lebih lanjut

Tips parenting ala Dr. Angela Duckworth: Membangun semangat kerja keras di keluarga

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Bagi anda yang belum familiar dengan nama Dr. Angela Duckworth, maka perkenankan saya memberikan sedikit informasi tentangnya. Angela adalah doktor lulusan Psikologi dari University of Pennsylvania, Amerika dan merupakan alumni S1 bidang Neurobiology dari Harvard University dan S2 Neuroscience dari Oxford University. Rasanya latar belakang pendidikan seorang Angela sudah menjelaskan “kehebatan”nya.

Tapi ada yang lebih penting dari sekedar deretan pengalaman pendidikan di kampus-kampus terbaik di dunia yang dimiliki Angela. Adalah teorinya tentang GRIT-lah yang membuat namanya melejit dalam satu tahun terakhir ini. Angela sudah menekuni riset psikologi tentang GRIT lebih dari satu dekade lamanya dan hasilnya, Angela berhasil menelurkan salah satu buku yang fenomenal dan kemudian menjadi New York Times Best Seller.

Jika kita terjemahkan dalam bahasa indonesia, GRIT ini seperti reaksi yang kita lakukan ketika sedang menahan beban yang sangat berat lewat gemeretak gigi kita karena menahan sakit yang teramat sangat, namun kita terus bertahan melakukannya. Dalam bahasa Inggris menjadi sederhana yaitu GRIT namun jika diterjemahkan, Angela mengartikannya sebagai kekuatan gabungan antara passion dan kemampuan untuk berusaha menghadapi kesulitan dalam waktu yang lama (perseverance).

Menurut Angela, kesuksesan TIDAK ditentukan dengan BAKAT LAHIR yang anda bawa. Tetapi ditentukan level kualitas GRIT anda.

Baca lebih lanjut