Allah Pasti Memberi yang Terbaik

Bismillah…

Wills

Ini adalahWILLS MEMORIAL Building, salah satu ikon kota Bristol dan menjadi kantor baru saya sebagai Postdoc Research Associate (PDRA) di School of Earth Science, University of Bristol (UoB). School ini tercatat sebagai yang terbaik ke-2 di UK untk kualits risetnya lewat nilai Research Exccelent Framework (REF) hanya di bawah Oxford University & berada di ranking 18 di dunia versi QS untuk jurusan Earth Science. Continue reading

Benarkah Allah?

Bismillah..

Benar bahwa kita manusia. Tempat segudang khilaf, juga beribu alasan untuk membenarkannya.

Benar, bahwa kita insan biasa. Sering terlupa, juga melupakan yang semestinya teringat.

Benar, bahwa kita hanyalah makhluk tak berdaya. Terkadang iman sekokoh batu karang, tetapi lebih sering seperti buih dilautan. Terombang-ambing dan tak jelas arahnya.

Kita semua tahu, bahkan sangat tahu, bahwa kita ini manusia, namun lupa, benar-benar lupa bahwa sebagai manusiapun kita tetaplah hamba Allah…

muhasabah_islam

Continue reading

Apalagi Yang Tersisa ?

Bismillah…

Apa lagi yang tersisa kini, ketika satu persatu doa itu KAU jawab. Ketika satu persatu kelapangan itu KAU hadirkan. Apalagi yang tersisa kini, selain kealpaan yang sering hadir dalam hari-hari kami yang silih berganti. Apalagi yang tersisa kini, ketika KAU akhirnya memberi jawab atas setiap pertanyaan dan tuntutan kami. Apalagi yang tersisa kini, selain hari-hari kami yang miskin penghambaan. Hari-hari kami yang jarang sekali merasakan hadir-Mu, hari-hari kami yang lalai, beserta tumpukan dosa yang tak habis-habisnya. Apalagi yang tersisa kini ?

Continue reading

Tentang Kriteria dan Ketidaksempurnaan

Bismillah…

Teringat dengan beberapa baris kata yang sering sekali terekam di dalam kepala

“Tak perlu menuntut yang sempurna, dan mempersulit keadaan yg sbnrnya sederhana. Sebab padamu juga kelemahan itu selalu ada. Yang benar adalah sempurnakanlah niat awal kita, jika ia penuh berkah dan ridho dari-Nya, maka titik kemuliaan menjadi seorang manusia, Insya Allah akan dimudahkan oleh Allah untuk ada dalam diri kita”

Ada juga sebuah selentingan yang cukup “menggigit”

“Semakin banyak kriteria, semakin banyak syarat, semakin banyak keinginan.. maka bersiap-siaplah kecewa. Apa penyebabnya ? karena bs jadi yang diharapkan tak seindah realita, yang disyaratkan tak sempurna dalam lakunya. Maka berharap menemukan seseorang dalam kesempurnaan hanya membuat yang sederhana menjadi rumit dan tak mudah untuk dicerna”

Tentang penggalan kalimat kedua diatas. Saya (lagi-lagi) teringat buku Serial CInta-nya Anis Matta, di topik “Mengelola Ketidaksempurnaan”

“Apa lagi ketampanan yg tersisa di dunia ini ketika telah dibagi habis kepada Nabi Muhammad SAW, dan Yusuf AS. Dan kecantikan yang telah disempurnakan kepada Sarah istri Ibrahim AS dan Khadijah RA Istri Rasulullah. Hingga pesona kebajikanpun telah direnggut habis oleh Utsman bin Affan dan keluruhan budi telah dimiliki secara purna oleh Aisyah RA”

Continue reading