5 tahun pernikahan kami

Bismillah…

Dua hari lalu adalah salah satu momen penting dalam keluarga kami. Lima tahun yang lalu, di tanggal yang sama, saya dan Istri resmi terikat secara agama dan negara sebagai pasangan suami Istri. Biar tidak mengulangi kesalahan melupakan hari ulang tahun Istri tahun lalu, saya memutuskan untuk merangkum kenangan kami bersama selama 5 tahun pernikahan kami. Dibanding membuat video, saya lebih suka menulis, jadilah tulisan ini merangkum kenangan pernikahan kami. Semoga suatu waktu bisa menjadi cerita menarik bagi anak-cucu kami ūüôā

Pra nikah

Saya pernah iseng bertanya ke Istri, kenapa memilih saya? waktu itu status saya masih pengangguran dan hanya bermodalkan beasiswa PhD dari National Taiwan University of Science and Tech. (NTUST) sebesar 15,000 NT (kala itu 1 NT = Rp. 300,-). Jawabannya terasa absurd:

“Karena tidak ada alasan untuk menolak abi.”

Entah senang atau bagaimana. Jawabannya sudah cukup membuat saya tidak bertanya lagi. Saya juga beruntung karena memiliki Ibu mertua dan keluarga Istri yang paham bahwa menikah itu soal Ibadah, bukan hanya soal materi.  Baca lebih lanjut

Iklan

Jangan Takut Menikah Muda

Bismillah…

Ada satu hal yang saya pikir penting untuk direnungi anak muda, terutama laki-laki, yaitu pentingnya perencaan yang matang soal PERNIKAHAN. Saya bersaksi bahwa begitu banyak kemuliaan yang akan Anda dapatkan setelah menikah, bukan hanya saya seorang yang merasakannya tapi begitu banyak rekan-rekan saya di luar sana yang telah membuktikannya. Merasakan dalamnya makna Ath-thalaq ayat 2-3 bahkan Al-Anfal ayat 29, ya ketika menikah. Ketika semua urusan dimudahkan oleh Allah ketika kita telah memberanikan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan menikah.

Hanya saja, ternyata banyak juga yang masih menunda-nunda dan mencari alasan untuk tidak menyegerakan.

Apakah kita rela mata ini terus bermaksiat, mudah untuk tidak menahan pandang, pikiran yang dibuat sering melayang setiap hari, serta membirarkan jiwa kita ternoda karena dosa?

Sudah bukan rela rupanya, tapi sudah terbiasa. Ketika dengan santainya memuji kecantikan wanita, memandangnya dalam dan lekat-lekat, bermaksiat bersamanya ketika jalan berdua, bergandengan tangan, saling merindu meski hanya lewat pesan singkat. Begitu banyak kemaksiatan yang terlewati lalu kita atas namakan “Kan masih muda.. santai sajalah..” untuk semua perkara ini?

DSC_0305-2

Baca lebih lanjut

Dialog Siang Bolong

Bismillah..

Suatu waktu, seperti biasanya kalau saya sedang di lab, maka by YM adalah sarana diskusi saya sama Istri. Baru sadar ternyata dialog-dialog seperti ini sering sekali terjadi.

ario_ph : ayah lupa Hp kayaknya.. (Biasanya beliau memanggil sy ayah instead of abi)

ario_ph: coba cek nduk (saya lebih suka manggil dia ‚Äúnduk‚ÄĚ :P)

ario_ph: di idupin aja ya

ratih_nea: astaga

ratih_nea: wkwkwk Baca lebih lanjut

Selamanya Cinta

Bismillah…

Aku lupa, bahwa dulu, banyak syair yang lewat tanpa makna. Banyak lirik yang terdengar hanya lewat saja. Tanpa ada rasa, tanpa ada bekas, apalagi berharap ia mampu menggetarkan jiwa. Namun kini, ada banyak yang berbeda. Ada rasa yang tertumpah ketika lirik “walau kita jauh…” yang keluar dari suara manis Andre Hehanusa, ada getaran yang menjiwa ketika lirik “adakah cinta yang tulus kepadaku..?” mulai mengalir pelan di penghujung malam. Aku kemudian menyadari, bahwa dunia ini telah terisi oleh cinta. Sepenuhnya cinta, bahkan selamanya cinta.

Aku lupa, bahwa dulu kamu adalah asing bagiku. Begitu juga aku. Namun kini kata asing itu semakin pergi menjauh. Kita semakin menyatu, semakin padu. Apa yang mau ku kata ketika rasa sayangmu padaku semakin hari semakin nyata. Apa lagi yang mau aku koreksi, jika setiap lebihmu melengkapimu. Bahkan kurangmu, membuatku bersukur memilikimu. Tahukah kamu, bahwa sepenuhnya cinta, bahkan selamanya cinta telah kuat mengakar di dalam dada? Menikmati paras teduhmu ketika tidur lelap, senyum ceriamu ketika bermain bersama si kecil di rahim-mu, hingga bahkan kesal tanpa senyummu adalah warna-warna hari yang tak bisa aku tukarkan dengan apapun. Baca lebih lanjut

(Kumpulan Twitt) Kenangan Kisah Pernikahan Saya

Bismillah..

Sharing perjalanan “gila” ketika menjelang dan masa2 awal nikah ah..¬†#Nikah

Waktu akad sudah di tetapkan, 2 Juli 2011, tapi jadwal sidang Thesis belum ada. Bingunglah saya. Tapi ya sudahlah nekat aja, lulus g lulus, PULANG #nikah

Akhirnya, dengan bekal do’a dan usaha yang habis2an, 2 pekan sebelum hari akad, jadwal sidang saya keluar. tepatnya 19 Juli 2011¬†#nikah

Saya akhrnya meyakinkan istri bahwa saya akan lulus, tapi kmngknan 1 pekan setelah¬†#nikah¬†harus pisah selama 1 bulan. Alamaaak.. ūüėÄ

Sebulan menjelang kepulangan saya, 25 juni 2011, adalah malam2 “gila”. Tidur di lab 2 minggu, makan tak teratur, alhasil saya kena herpes zoaster¬†#nikah

Saya off riset hampir2 pekan, off aktivits keluar kota juga. Banyak di pake merenung, tapi tambah yakin, sebentar lagi masa bahagia itu tiba #nikah

Prof. saya masih belum puas dengan riset saya sampe ktika saya nikah. Jadi, selama pulang nikah itu, saya belum pasti bisa LULUS #nikah

Sy janji ke Prof. “I will finish the writing of my Thesis in Indonesia”, but he replied “I’m sure, u can not finish it”.¬†#nikah

Mngkn dy tahu, kalo masa bulan madu itu masa terindah, jd nda akan ingat yg lain.. nda percaya? rasakan sendiri ūüėõ¬†#nikah

sy smpt mngrjkn thesis sekali, 2 hari sblm #nikah, tp begitulah, hasilnya NOL BESAR. Pesan moralnya, JANGAN #nikah PAS LG PUNCAK THESIS

di tgh keraguan sy lulus atau tdk, akhrnya, tgl 25-06-11, sy kmbl ke Indonesia, dan uniknya,Istri jg pulang ke Indo tgl segitu #nikah

Secara tak sengaja kami balik sama2, tapi beda maskapai dong. Sy Chatay, beliau Garuda. yg jelas naik Garuda lbh asyik #nikah

sedari awal, kami berencana tdk barengan pulangnya, tp jadinya barengan jg. Sy tiba pukul 8 malam di SBY, beliau jam 11 malam #nikah Baca lebih lanjut

Senyawa Keabadian

Bismillah…

Di senja yang berkemilau. Pengangan tanganmu yg erat sungguh masih membekas hingga kini. Tentu saja, ia adalah rahasia yang tak bisa dibahasakan dengan prosa terindah dimanapun. Karena momen yang berharga itu, selalu takkan terganti. Senja antara Malang-Surabaya telah menjadi potret manis tentang kita berdua. Hingga sampai detik inipun aku masih merasainya. Meresapi getarannya.

Di dingin Batu Malang yang pekat, kita pernah beradu manja dalam kerlingan rasa yang memabukkan. Setelah sujud panjang bersama menunggu mentari menjadi purna. Kau menjelma bak pelangi penghias langit di kala hujan mereda. Gelora itu begitu luar biasa, sampai detik inipun, kesannya masih begitu terasa. Beginikah rasanya jika cinta telah merenggut habis semuanya? hingga tak ada lagi kesal yg meresak masuk ke dalam dada, namun yg tersisa adalah kenangan tentangmu yg selalu indah dan mempesona.

Baca lebih lanjut

Karena Kamu

Bismillah…

Kau adalah bait-bait terindah dalam puisi-puisi penantianku di waktu dulu, hingga sampai detik inipun. Keindahan maknanya masih terasa. Sebab kamu hadir setelah do’a dan ikhtiar panjang nan melelahkan yang kulakukan. Dan untuk kesekian kalinya. Kau memberi banyak sekali arti bagi diri. Arti yang sangat rumit untuk kuterjemahkan.

Kau adalah bait-bait terindah dalam puisi-puisi tentang cinta di waktu sekarangku, hingga sampai kapanpun, do’aku adalah kau tetap menjadi yang terindah di hati, yang termanis dalam perjalanan panjang cinta kita. Dalam tiap debar hangat karena sakinah yang terlahir dalam kebersamaan. Ungkapan tentang semangat memperbaiki diri dalam mawaddah dan rahmah yang kita usahakan bersama. Sampai kapanpun, aku ingin kita seperti itu. Seperti puisi-puisi nan menggairahkan yang telah kita sempurnakan bersama.

Baca lebih lanjut