(Catatan Singkat – 3) Makna Kebersamaan

Bismillah…

Indahnya kebersamaan, selain dengan kuatnya ukhuwah yang tersemai, juga terasa ketika kita saling mengurangi beban sesama saudara. Ketika senyum mereka menjadi penawar bagi kesempitan-kesempitan yang terasa, ketika kehangatan do’a mereka menjadi pengobat jiwa yang mungkin sedang luka. Begitulah cara Allah membagi hikma…h-Nya bagi kita. Lalu, masih pantaskah diri kita tak mau saling menopang, sedang satu tubuh selalu tak sanggup mengemban banyaknya amanah ?

Pun ketika banyaknya cerita yang mesti kita tulis dibilangan hari yang terhampar. Bilamana waktumu untuk sekedar fokus telah tersita dengan berbagai macam langkah yang mau tak mau harus kau kerjakan, selalu tanamkanlah di dalam dirimu. Bahwa bahagia dan kelapangan hadir itu, selalu terbersamai dengan yang namanya pengorbanan dan kelelahan-kelelahan yang menyertainya. Semuanya takkan pernah terasa, selagi kau hanya duduk dan menumbuhkan dirimu sendiri, walau akhirnya, kau selalu berkata, bahwa selalu akan banyak kontribusi jika saya bekerja dengan caraku sendiri.

Continue reading

(Catatan Singkat – 2) Tak Ada Yang Sia-sia

Bismillah..

Tidak ada yang pernah sia-sia selama hatimu selalu terlandaskan nama-Nya.. Meski kadang waktumu terasa sempit untuk dirimu sendiri, yakinlah… bahwa ketersediaan kesempatan untuk di dengar oleh Allah jauuh melebihi mereka yang lebih banyak menyibukkan diri dengan dunia mereka. Bersabarlah, terus mendekatlah kepada-Nya…, semoga kelak, akhir dari semua yang kau perjuangkan, di balas dengan senyum Sang Manusia Mulia, dan pelukan hangat para syuhada. Indah bukan ? Lalu kenapa kita mesti menyerah ?

Continue reading

Dalam Dekapan Ukhuwah

Bismillah…

 

Akhina.. mendalami agungnya cerita para sahabat yang terlingkar dalam dekapan ukhuwah, membuatku banyak menerawang semua kisah yang mungkin sangat tak berbekas dibanding mereka..

Hanya saja, cerita-cerita sederhana itu, seperti menjadi kenangan-kenangan yang akan selalu membuat saya berkata ke dalam diri.. “bahwa dalam dekapan ukhuwah, kutemukan jalan cinta untuk Yang Maha Cinta..” Sejatinya, ia bukan hanya sekedar membuatku lapang dalam sempit, atau merasa sangat antusias meski lelah, lebih dari itu semua, dalam dekapan ukhuwah mengajarkan kepadaku untuk lebih memahami bahwa persaudaraan yang kokoh berdiri adalah jawaban dari setiap pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita.. “Akankah kita mampu bertahan ?”…

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kudo’akan kita masih Istiqomah, kita tak mau kalah untuk berkeringat, kita tak mau resah untuk sebuah pekerjaan yang terasa berat..

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kutitipkan semua kekuatan yang mungkin aku punya dan kau tak punya, agar ia terbang bersama, kemudian kita mampu saling bertukar semangat…

Dalam dekapan ukhuwah akhina.. Kukirimkan setumpuk harap yang sederhana, namun berharap ia mampu saling menguati, kalimat sederhana ini hanyalah catatan-catatan bagi cerita perjalanan kita yang tak banyak diketahui orang selain diri kita, Allah dan orang-orang yang ikhlas bersama-Nya..

Dalam dekapan ukhuwah akhina… Kutanamkan ikhlas sebagai pedoman, kusemai iman sebagai kekuatan, dan kusuburkan keyakinan sebagai jawaban dari setiap persoalan.. Seperti hamparan kisah Hajar dengan keyakinannya pada Allah, seperti tumpukan rasa yakin Yunus as dalam do’a-do’a penuh penghambaannya.. Semuanya akhina, ikhlas, iman, dan keyakinan yang kokoh mengakar dalam diri kita yang akan membuat kita memahami kenapa Sayyid Qutb tersenyum tenang menjelang syahid, kenapa Yusuf Qardhawi dengan tenang melanjutkan syuro ketika masih dalam keadaan lapar, atau ketika para pendahulu dakwah ini berlelah-lelah untuk sekedar menyampaikan kalimat-kalimat tausyiah bagi para pejuang yang haus akan cinta-Nya.. Continue reading

Untuk-Mu, cintaku..

Bismillah…

Kutitipkan setitik rindu pada-Mu. Pada zat yang tak pernah tidur dan lelah mendengar keluh setiap manusia. Sanggupkah setiap tetesan air mata yang mengalir deras karena kecintaan yang meletup kepada-Mu mampu memberi sejarah baru ? ataukah ia hanya akan datang semusim, lalu pergi menjauh, berlari dan meninggalkan semua jejak-jejak yang pernah terukir. Padahal, hiduplah manusia selalu tak lama, dan frekuensi kebaikan mereka selalu berbeda disetiap waktunya. Dimanakah akhir kita ? akankah terdampar pada hempasan ombak yang menghentakkan, ataukah akan berlabuh pada dermaga-dermaga biru yang telah dinanti oleh orang-orang yang lelah berjuang dijalan-Nya ?

Sesak dan tersentak serasa bergabung mencari tempatnya untuk bernafas. Apalah arti jiwa tanpa-Mu, apalah makna hati tanpa-Mu, dan apalah arti pengorbanan jika tidak dilindasi cinta kepada-Mu. Hanya saja, cinta kepada-Mu tidak akan pernah sama dengan cinta kepada makhluk-Mu, setiap kali kita menjauh, maka kesempatan untuk mendamba-Mu akan semakin terkikis. Semakin sering kita memuja-Mu, semakin kuat pula getar-getar rindu kepada-Mu. Pertanyaannya, sesering apakah kita merindui-Mu, sesering apakah hati tertuju pada-Mu ? Rabb… jika sajaIstiqomah itu bisa di beli, maka beritahukanlah berapa harganya ? Kami akan berjuang memilikinya. Hanya saja, kami sadar ia tak dijual, ia tak di beli, sama halnya keimanan ia tak pernah bisa diwarisi.

Continue reading