Penghargaan Publikasi Ilmiah dari LPDP

Bismillah…

Malam ini saya membuka email dan mendapatkan informasi menarik mengenai penghargaan publikasi ilmiah dari LPDP. Sebuah informasi yang memberikan suasana segar bagi apresiasi para periset di Indonesia. Sebnarnya program semacam ini sudah dilakukan di beberapa PTN besar di Indonesia, termasuk di ITS tempat Istri saya menjadi dosen. Bahkan tahun lalu Istri sempat mendapatkan suntikan dana penghargaan dari paper yang kami kerjakan bersama.

Yang menarik adalah ada dua kriteria penghargaan dengan jumlah dana yang berbeda, yaitu jurnal dengan Impact Factor (IF) antara 5 sampai 10 dan di atas 10. Ditambah dengan jumlah sitasi minimal 10.

Cara ini saya pikir memberikan angin segar bagi para peneliti-peneliti muda maupun calon-calon peneliti seperti kami yang masih menjadi mahasiswa PhD. Dengan impact factor setinggi itu, saya pikir kualitas riset yang dihasilkan juga pasti kualitas riset tingkat dunia. Rekan saya Tomy Abuzairi yang sedang menyelesaikan PhD-nya di Hamamatsu-Jepang justru telah mempublikasikan hasil risetnya di jurnal dengan IF>6. Ini berita yang sangat baik untuk iklim riset di Indonesia. Baca lebih lanjut

Iklan

Beasiswa S2-S3 DIKTI Luar Negeri Telah Dibuka

Bismillah..

Saya mendapatkan beberapa pertanyaan terkait kapan BPP LN DIKTI release? saya bukan perwakilan DIKTI tetapi meyakini akan release sekitar Februari 2015. Betul dugaan saya, BPP LN DIKTI 2015 akhirnya di buka. Untuk yang mau mencari panduannya silahkan ke situs disini.

Sebelum saya melampirkan tulisan tentang BPP LN 2014 yang sudah saya tulis secara komprehensive di sini, saya akan menulis beberapa perubahan yang dilakukan DIKTI untuk 2015 yang menurut saya ini sebuah langkah yang sangat baik. Oh ya, sebagai informasi, penerima BPP LN DIKTI sejak 2014 SUDAH TIDAK MENGALAMI KETERLAMBATAN lagi. Alhamdulillah saat ini pengelolaannya lebih baik dari sebelumnya,

Berikut ada perubahan-perubahan di 2015.

1. Tidak membutuhkan LoA

Sebagai informasi, sebelumnya syarat LoA ini menjadi mutlak untuk diterima sebagai awardee BPP LN DIKTI. Namun kali ini dipisahkan dalam 2 kategori, yaitu Kategori 1 dan Kategori 2, kategori 1 adalah untuk yang sudah mendapatkan LoA dari kampus yang telah bekerjasama dengan DIKTI maupun Universitas di Indonesia (lihat panduan). Sedangkan kategori 2 untuk dosen yang hendak melamar LoA dari kampus-kampus yang ada di lampiran 3 (Banyak pilihan kampus, silahkan cek di panduan). Ini memberi sinyal positif bagi para dosen yang gamang dengan LoA.

2. Syarat IELTS/TOEFL dinaikkan untuk English Speaking Country

Jika sebelumnya syarat IELTS/TOEFL disamakan untuk semua negara, saat ini yang menuju English Speaking Country, minimalnya adalah 6.0 (IELTS) atau 550 (untuk ITP), sedangkan non-English Speaking Country masih seperti tahun 2014 yaitu 6.0 9IELTS) dan 500 (TOEFL ITP).

3. Kriteria sebagai DOSEN TETAP

Ada 3 kriteria yang baru di tahun 2015, yaitu:

  • Memiliki NIDN
  • Memiliki NIP
  • Jika tidak memiliki NIDN/NIP pada bidang keilmuan tertentu tetapi memiliki masa kerja minimal 5 tahun serta berusia antara 27 sampai 50 tahun, maka dosen tersebut boleh mendaftar BPP LN DIKTI

Saya masih menanyakan poin ke-3 ini kepada DIKTI. Semoga ada penjelasan yang lebih jelas terkait poin nomor 3.

4. Tunjangan keluarga

Berikut yang bertanya tentang besarnya tunjangan keluarga. Ternyata prediksi saya juga benar, mereka menggunakan standar LPDP:

  1. Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) hanya memberikan tunjangan keluarga kepada karyasiswa BPP-LN setelah yang bersangkutan menempuh paling kurang 2 (dua) semester di tempat studi, dan sudah lulus kandidasi (dengan kondisi penelitiannya sudah well-established);
  2. Besarnya tunjangan keluarga yang diberikan disesuaikan dengan ketentuan Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), yaitu:
  3. Untuk istri/suami yang dibawa diberikan tunjangan keluarga sampai dengan maksimal 25% dari biaya hidup (living allowance) yang diterima karyasiswa;
  4. Untuk seorang anak yang dibawa diberikan tunjangan keluarga sampai dengan maksimal 25% dari biaya hidup (living allowance) yang diterima karyasiswa;
  5. Jika suami dan istri mendapatkan beasiswa Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) maka tunjangan keluarga hanya diberikan kepada satu anak;
  6. Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) TIDAK memberikan tunjangan keluarga kepada anak kedua dan berikutnya jika dibawa serta;
  7. Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) TIDAK memberikan bantuan asuransi kesehatan kepada anggota keluarga yang dibawa, mau pun biaya perjalanan pergi/pulang;
  8. Tunjangan keluarga diberikan setelah semester ke-2 dihitung sejak kedatangan keluarga-inti, dan dihentikan ketika keluarga-inti kembali ke Indonesia (maksimum hingga semester ke-6);
  9. Permohonan untuk membawa keluarga-inti harus disampaikan oleh karyasiswa terkait kepada perguruan tinggi asal. Perguruan tinggi asal yang mengijinkan dan memohon kepada Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti) untuk memperoleh tunjangan keluarga bagi karyasiswa yang dimaksud. Ijin dan permohonan tersebut dialamatkan kepada Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Ditjen Sumberdaya Iptek & Dikti (dahulu Ditjen Dikti), dan dikirimkan secara daring (on-line) melalui laman http://beasiswa.dikti.go.id ;
  10. Permohonan tersebut harus dilengkapi dengan dokumen: surat nikah yang sah, dan kartu keluarga.

Untuk yang mau mengetahui detail pendaftaran BPPLN, baca tulisan saya berikut yang ditulis pada bulan Mei 2014:

Baca lebih lanjut

Beasiswa Islamic Development Bank (IDB) untuk S3 dan Postdoctoral 2015/2016

Bismillah..

Akhirnya, yang kami tunggu-tunggu keluar juga pengumumannya.

Berikut pengumuman umumnya yang saya ambil dari sini. 3 orang penerima beasiswa IDB dari Indonesia terdahulu yang saya tahu, semuanya perempuan 🙂

Mohon do’anya Istri saya bisa tembus.

Untuk detail cara aplikasinya silahkan bongkar-bongkar web IDB ya. Masih sampe 31 Maret 2015.

Baca lebih lanjut

Beasiswa DIKTI 2014 Untuk Calon Dosen

Bismillah..

Bagi yang bertanya-tanya apakah ada beasiswa Pascasarjana DIKTI untuk calon dosen tahun ini?

Ternyata jawabannya ADA. Berikut adalah pengumuman dari laman DIKTI yang saya COPAS dari sumbernya di sini.

Kepada Yth.
1. Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri
2. Koordinator Kopertis Wilayah I-XIV
di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan dosen untuk perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan untuk memenuhi kualifikasi akademiksebagaimana syarat minimal bagi dosen, dengan ini Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) menawarkan kembali Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) untuk Calon Dosen Tahun 2014. Persyaratan dan tata cara melamar dapat dilihat pada Pedoman BPP-DN untuk Calon Dosen sebagaimana terlampir atau dapat diunduh pada laman pendaftaran : http://beasiswa.dikti.go.id/bppdn. Baca lebih lanjut

(Q&A Beasiswa) Bagaimana Mendapatkan Beasiswa Pasca Sarajana Luar Negeri (BPPLN) DIKTI?

Bismillah…

Tulisan yang bertajuk (Q&A Beasiswa) adalah semua kumpulan tulisan terkait pertanyaan mengenai beasiswa di semua jenjang. Semoga memudahkan! saya merangkum beberapa pertanyaan yang hampir sama agar lebih mudah kepada para penanya untuk Saya beri jawaban.

Sejak bulan ini dan mengikuti lokakarya pra keberangkatan ke Luar Negeri dari DIKTI, yang merupakan tahap terakhir seleksi BPPLN DIKTI, akhirnya saya tercatat sebagai penerima BPP LN DIKTI gelombang 2, 2014. Saat ini tercatat sekitar 80 orang calon karyasiswa yang merupakan dosen PTN/PTS yang akan berangkat keluar negeri dengan sponsor DIKTI.

Sebagai informasi, target pendanaan sekolah S2 dan S3 DIKTI selalu tidak memenuhi kuota. Tahun lalu, 1000 kuota disediakan bagi dosen dan tenaga pendidikan untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di dalam dan luar negeri, tetapi hanya tercapai sekitar 30% atau hanya sekitar 300 orang. Tahun ini, targetnya dikurangi menjadi 300 untuk BPP LN, dan sepertinya target itupun akan sulit untuk dicapai.

Masalah yang paling krusial dan selalu saya temukan ketika mencari tahu informasi terkait beasiswa DIKTI adalah

“BEASISWA DIKTI INI GA BANGEEETTT”

Pake bangeeet, begitu kira-kira. Dari sekitar 8 orang yang saya tanyakan dan merupakan penerima beasiswa DIKTI, hanya 1 orang yang merekomendasikan saya untuk mengambil DIKTI. Kebetulan satu orang ini adalah rekan baik saya karena sama-sama S2 di NTUST-Taiwan dulu yang sekarang sedang melanjutkan S3 di Negara yang sama dengan tujuanku. UK.

Tapi setelah mencari berbagai informasi terbaru, termasuk dari para karyasiswa DIKTI tahun 2013, saya mulai menemukan titik terang. Ditambah lagi dengan beberapa “kelebihan” yang ditawarkan DIKTI semenjak tahun 2014, maka bulatlah sudah tekad saya untuk memasukkan lamaran ke DIKTI.

bristol

Baca lebih lanjut

Journey to PhD (5) – Finally, Bristol University

Bismillah..

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk “Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Biar lebih mantep membaca cerita saya yang ini, sebaiknya yang belum menengok cerita sebelumnya, bisa membuka laman ini.

Akhirnya ada panggilan Interview

Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, ditengah proses mendaftar beasiswa DIKTI, saya terus membuka harapan untuk melamar beasiswa melalui skema PhD position. Ada 3 Universitas yang akhirnya saya masukkan yaitu TU Delft – Belanda, Universitas Nantes – Perancis, dan NTNU – Norwegia. Setelah memasukkan lamaran sekitar akhir Februari, ditengah mempersiapkan riset S3 saya di Bristol University, secara mengejutkan saya mendapatkan undangan Interview untuk PhD position di TU Delft. Sore hari, 20 Maret 2014, tiba-tiba email dari Prof. Guang Ye bertajuk “Invitation for a skype Interview” “mendarat” di gmail-ku.

Dear Mr. Ario Muhammad

I would like to invite you for a Skype interview for the PhD position on long-term performance of geopolymer concrete in Microlab, TU Delft. The interview will start from 10:00am (Amsterdam time), Friday, 21 March 2014.

If you are still interested in this position please inform me your availability for the interview.

My Skype account: ******

Thank you very much.

Kind regards,

Ye Guang, PhD

Betapa kagetnya mendapatkan undangan ini. Saya segera membalas email Beliau dengan menyatakan ketertarikan saya untuk bergabung dengan kelompok riset beliau. Masalah datang ketika akun Skype saya ternyata sudah hampir 2 tahun tidak digunakan. Sejak kembali ke Indonesia, saya memang jarang sekali memakai Skype sebagai media komunikasi dengan rekan-rekan saya di luar Surabaya. Akhirnya saya memakai Skype istri saya untuk mempersiapkan wawancara bersama Dr. Guang Ye.

Tu-Delft-Library-92

Baca lebih lanjut

(Q&A Beasiswa) Dokumen/Syarat Apa Saja Untuk Masuk 20 Universitas Terbaik Dunia?

Buku

Bismillah…

Tulisan yang bertajuk (Q&A Beasiswa) adalah semua kumpulan tulisan terkait pertanyaan mengenai beasiswa di semua jenjang. Semoga memudahkan! saya merangkum beberapa pertanyaan yang hampir sama agar lebih mudah kepada para penanya untuk Saya beri jawaban.

DIKTI bekerjasama dengan LPDP baru saja melaunching 50 Universitas terbaik dunia untuk dijadikan dasar seleski Beasiswa Presiden RI (BPRI) atau Presidentional Scholarships. Saya kemudian mencoba menelusuri satu per satu persyaratan di kampus-kampus tersebut. Saat ini saya baru memposting 20 kampus terbaik dunia. Insya Allah akan menyusul yang lainnya.

Catatan penting:

  1. Bisa jadi terjadi kesalahan dalam penulisan persyaratan berikut. Human error, mohon dimaklumi
  2. Saya tidak terlalu punya informasi soal memulai studi di Jepang, sehingga beberapa kampus Informasinya tidak terlalu detail. Mohon koreksi dari pembaca.

SEMOGA BERMANFAAT!

Tulisan lain terkait aplikasi beasiswa S3: https://almuhandis.wordpress.com/2014/03/25/journey-to-phd-4/ Baca lebih lanjut