Apa saja bentuk-betuk PLAGIASI?

Bismillah…

Dengan adanya kejadian akhir-akhir ini tentang plagiasi, seperti menjadi momen yang tepat untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang masalah plagiasi. Persoalan ini sebenarnya menjadi masalah yang sangat akut di lingkungan pendidikan kita. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) sudah terlalu sering isu ini menjadi biasa dan dibiasakan oleh para dosen dan kalangan akademisi lainnya. Penyakit ini kemudian menggeregoti dan menjadi budaya di dunia perguruan tinggi kita. Betapa banyaknya skripsi dijual murah, metode copy paste yang berlangsung bertahun-tahun demi menyelesaikan makalah yang deadlinenya esok hari, hingga tak perduli lagi dengan hasil karya orang lain karena alasan sederhana: malas untuk menulis.

Untuk memberikan informasi yang lebih luas, saya akan memberikan informasi yang umum dan jelas terkait dengan makna plagiasi. Bentuk-bentuk plagiasi ini perlu diketahui oleh para mahasiswa dan kalangan umum lainnya agar budaya copy paste ini terus berkurang. Informasi ini saya ambil dan beberapa web kampus terbaik di UK, seperti dari University of Oxford [1] dan University of Bristol [2]. Berikut ini adalah bentuk-betuk plagiasi: Baca lebih lanjut

Iklan

HINDARI PLAGIASI KATA-KATA ANDA SENDIRI – Pesan buat para mahasiswa yang hobby COPAS –

Bismillah…

Isu plagiasi memang menjadi masalah yang sangat diperhatikan di hampir semua innstitusi di UK. Saya yakin juga terjadi dinegara-negara maju lainnya. Bagi mahasiswa yang mengalami kasus plagiasi, meskipun hanya dalam level tugas mata kuliah, anda bisa dipanggil dan melewati sidang bersama komite akademik yang khusus mengurusi plagiasi. Bagi PhD student, sejak awal, kami sudah diwanti-wanti terkait isu ini.

Dan pagi tadi, setelah menunggu 2 bulan, kabar jurnal paper ke-3 yang saya tulis selama PhD datang juga. Paper kolaborasi bersama beberapa ilmuwan senior tsunami Indonesia ini bisa lolos dengan minor revisi di tangan editor. Proses review di jurnal ini (Natural Hazard and Earth System Siences-NHESS) ini memang unik.

PERTAMA: Paper akan di cek tingkat plagiasinya memakai software iThenticate oleh pengelola journal sebelum dikirim ke Editor. Report hasil cek ini akan diberikan ke Editor yang akan menghandle paper yang disubmit lalu Editor yang menentukan apakah layak atau tidak.
.
KEDUA: Proses penentuan Editor berlangsung hati-hati dan fokus. Penentuan Editor ini terbilang lama karena mereka benar-benar ditunjuk berdasarkan kepakaran bidang yang sesuai dengan tema paper. Tujuan pihak pengelola adalah untuk menjamin proses review belangsung fair karena manuskrip langsung dihandle Editor yang paham dan handal.
.
KETIGA: Jika Editor meloloskan paper yang disubmit, maka slanjutnya paper dibuka ke publik untuk menerima reviewer dari 2/3 reviewers dan komen dari para pembaca. Jadi selama proses review ini siapapun bisa mengecek secara terbuka keputusan dan feedback yang didapat. Jika lolos review maka paper bisa dipublikasikn.
.
Paper kami sendiri baru masuk tahap ke-3.

chapter

Baca lebih lanjut

Think Small, Act Big

Ada sebuah kalimat menarik tentang mimpi dan cita-cita yang pernah saya baca. Kira-kira begini:

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini. Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.

Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.

Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Ternyata aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.” [1]

Kalimat ini terekam lagi di memori saya ketika membaca bab Think Small Act Big di buku So Good They Cant Ignore You [2]. Adalah cerita Prof. Pardis Sabeti [3], seorang biologist lulusan summa cum laude Doctor of Medicine, University of Harvard dan juga peraih gelar PhD dalam bidang Evolutionary Genetics dari University of Oxford yang memanggil kembali memori saya tentang potret cita-cita kebanyakan orang.

Ada tiga cerita berbeda yang di bandingkan dalam bab ini, yaitu antara Sarah, seorang mahasiswa baru (PhD) yang bingung menenutukan arah risetnya sedngkn mimpinya begitu besar: “Bisa menghasilkan riset yang mampu mengubah dunia”, juga Jone, yang memilih berhenti dari college untk merealisasikan mimpinya: “Membangun komunitas skala global yang punya visi hidup sehat” dan tentu saja Prof. Sabeti yang baru menemukan mimpi dan cita-citanya setelah menyelesaikan S3 di Oxford yaitu: “Mengaplikasikan bioinformatic statistical method untuk menekan angka penyebaran penyakit”.

whatsapp-image-2016-11-21-at-17-50-47

Baca lebih lanjut

Penghargaan Publikasi Ilmiah dari LPDP

Bismillah…

Malam ini saya membuka email dan mendapatkan informasi menarik mengenai penghargaan publikasi ilmiah dari LPDP. Sebuah informasi yang memberikan suasana segar bagi apresiasi para periset di Indonesia. Sebnarnya program semacam ini sudah dilakukan di beberapa PTN besar di Indonesia, termasuk di ITS tempat Istri saya menjadi dosen. Bahkan tahun lalu Istri sempat mendapatkan suntikan dana penghargaan dari paper yang kami kerjakan bersama.

Yang menarik adalah ada dua kriteria penghargaan dengan jumlah dana yang berbeda, yaitu jurnal dengan Impact Factor (IF) antara 5 sampai 10 dan di atas 10. Ditambah dengan jumlah sitasi minimal 10.

Cara ini saya pikir memberikan angin segar bagi para peneliti-peneliti muda maupun calon-calon peneliti seperti kami yang masih menjadi mahasiswa PhD. Dengan impact factor setinggi itu, saya pikir kualitas riset yang dihasilkan juga pasti kualitas riset tingkat dunia. Rekan saya Tomy Abuzairi yang sedang menyelesaikan PhD-nya di Hamamatsu-Jepang justru telah mempublikasikan hasil risetnya di jurnal dengan IF>6. Ini berita yang sangat baik untuk iklim riset di Indonesia. Baca lebih lanjut

5 Papers in 2 months

Bismillah..

Finally, dapat kepastian juga soal diterima atau tidak paper saya tuk conference di Yunani. Waah.. cukup antusias menunggu pengumuman paper ini, karena conferencenya yang spesifik dan sudah di laksanakan kira-kira 30 tahun. Dan yang paling menarik adalah metode reviewing-nya. Mungkin karena saya yang kurang pengalaman, hingga baru pertama kali mengikuti pola reviewing seperti ini. Setiap paper yang masuk, langsung di forward-kan ke reviewer yang merupakan seorang Prof. Paper saya, langsung di review oleh Prof. Barry Topping. Kurang lebih semingguan setelah memasukkan paper ini, tadi subuh dikirimkan juga hasilnya.

“This is to confirm that the above abstract has been accepted for CC2011: The Thirteenth International Conference on Civil, Structural and Environmental Engineering Computing which will take place in Chania, Crete, Greece 6-9 September 2011″

Baca lebih lanjut

Aku dan Conference

Bismillah…

Kali ini, saya lagi tidak punya ide nulis yang serius-serius, jadi mending nulis yang santai-santai, alias pengen cerita apa yang terjadi 2 tahunan terakhir.

Pengalaman presentasi di conference, pertama kali terjadi ketika bulan November 2008, di tahun ke-3 studi S1 saya. Waktu itu, paper saya berjudul “Characteristic of The Soil Strength Surrounding Lime-Column” di terima untuk di presentasikan di Seminar Nasional Sains dan Teknologi-Lampung. Setelah menjelang kelulusan S1 dan beberapa bulan studi disini, baru paham, kalo konferensi-konferensi nasional seperti ini terkesan sangat mudah untuk ditembus dan terkadang tidak well-organized. Pengalaman pertama kali oral presentation soal hasil riset saya memang sangat berkesan, walau hanya berskala nasional. Seterusnya, 1 paper lagi berhasil di publish di Konferensi Nasional teknik Sipil, UPH, dengan bidang riset yang hampir sama, setelah sebelumnya, saya pernah menerbitkan 1 paper di Jurnal Semesta Teknika UMY. Paper inilah, kali pertama saya belajar bagaimana menulis scientific writing dalam bahasa nggris. jangan ditanya prosesnya, merasa sangat-sangat kurang kemampuan menulisnya, modalnya ya HANYA SEMANGAT 😀

Menjelang keberangkatan saya ke Taipei, 2 September 2009. Hasil riset TA S1 saya dengan judul Backcalculation Analysis on Falling Weight Deflection Data for Elastic Modulus Measurement on Pavement Structure” di terima di International Conference on Civil Engineering-Makassar. Sayangnya, ketika saya berencana untuk hadir sebagai presentator di bulan Maret 2010, kendala kondisi kuliah dan waktu membuatku tidak bisa hadir. Akhirnya, paper tersebut saya coba submit ke GEOTROPIKA 2010 di Malaysia. Alhamdulillah, juga accepted without correction, namun (lagi-lagi), kendala waktu dan biaya (kali ini ditambah biaya, karena waktu itu saya tidak well prepared tuk dana, dll), saya BATAL berangkat.  Akhirnya, paper ini saya submit ke The Second Annual Indonesian Scholar Conference in Taiwan (ASICT) yang diadain oleh FORMMIT. Mudah-mudahan saja keterima 😀

Baca lebih lanjut