Dokumen/Syarat Apa Saja Untuk Masuk 20 Universitas Terbaik Dunia?


promo11

Ayo ikuti kisah keluarga kami di Inggris dalam buku PhD Parents’ Stories: Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup. Dengan 60rb (termasuk ongkir dalam pulau Jawa) anda bisa mendapatkan bonus postcard Eropa dan buku ini. Pesan sekarang di sini: https://tinyurl.com/EmakPhD

INFO LENGKAP buku PhD Parents’ Stories ada di: https://ariomuhammad.com/

Bismillah…

Tulisan yang bertajuk (Q&A Beasiswa) adalah semua kumpulan tulisan terkait pertanyaan mengenai beasiswa di semua jenjang. Semoga memudahkan! saya merangkum beberapa pertanyaan yang hampir sama agar lebih mudah kepada para penanya untuk Saya beri jawaban.

DIKTI bekerjasama dengan LPDP baru saja melaunching 50 Universitas terbaik dunia untuk dijadikan dasar seleski Beasiswa Presiden RI (BPRI) atau Presidentional Scholarships. Saya kemudian mencoba menelusuri satu per satu persyaratan di kampus-kampus tersebut. Saat ini saya baru memposting 20 kampus terbaik dunia. Insya Allah akan menyusul yang lainnya.

Catatan penting:

  1. Bisa jadi terjadi kesalahan dalam penulisan persyaratan berikut. Human error, mohon dimaklumi
  2. Saya tidak terlalu punya informasi soal memulai studi di Jepang, sehingga beberapa kampus Informasinya tidak terlalu detail. Mohon koreksi dari pembaca.

SEMOGA BERMANFAAT!

Tulisan lain terkait aplikasi beasiswa S3: http://almuhandis.wordpress.com/2014/03/25/journey-to-phd-4/ Continue reading

Apa saja bentuk-betuk PLAGIASI?

Bismillah…

Dengan adanya kejadian akhir-akhir ini tentang plagiasi, seperti menjadi momen yang tepat untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang masalah plagiasi. Persoalan ini sebenarnya menjadi masalah yang sangat akut di lingkungan pendidikan kita. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) sudah terlalu sering isu ini menjadi biasa dan dibiasakan oleh para dosen dan kalangan akademisi lainnya. Penyakit ini kemudian menggeregoti dan menjadi budaya di dunia perguruan tinggi kita. Betapa banyaknya skripsi dijual murah, metode copy paste yang berlangsung bertahun-tahun demi menyelesaikan makalah yang deadlinenya esok hari, hingga tak perduli lagi dengan hasil karya orang lain karena alasan sederhana: malas untuk menulis.

Untuk memberikan informasi yang lebih luas, saya akan memberikan informasi yang umum dan jelas terkait dengan makna plagiasi. Bentuk-bentuk plagiasi ini perlu diketahui oleh para mahasiswa dan kalangan umum lainnya agar budaya copy paste ini terus berkurang. Informasi ini saya ambil dan beberapa web kampus terbaik di UK, seperti dari University of Oxford [1] dan University of Bristol [2]. Berikut ini adalah bentuk-betuk plagiasi: Continue reading

HINDARI PLAGIASI KATA-KATA ANDA SENDIRI – Pesan buat para mahasiswa yang hobby COPAS –

Bismillah…

Isu plagiasi memang menjadi masalah yang sangat diperhatikan di hampir semua innstitusi di UK. Saya yakin juga terjadi dinegara-negara maju lainnya. Bagi mahasiswa yang mengalami kasus plagiasi, meskipun hanya dalam level tugas mata kuliah, anda bisa dipanggil dan melewati sidang bersama komite akademik yang khusus mengurusi plagiasi. Bagi PhD student, sejak awal, kami sudah diwanti-wanti terkait isu ini.

Dan pagi tadi, setelah menunggu 2 bulan, kabar jurnal paper ke-3 yang saya tulis selama PhD datang juga. Paper kolaborasi bersama beberapa ilmuwan senior tsunami Indonesia ini bisa lolos dengan minor revisi di tangan editor. Proses review di jurnal ini (Natural Hazard and Earth System Siences-NHESS) ini memang unik.

PERTAMA: Paper akan di cek tingkat plagiasinya memakai software iThenticate oleh pengelola journal sebelum dikirim ke Editor. Report hasil cek ini akan diberikan ke Editor yang akan menghandle paper yang disubmit lalu Editor yang menentukan apakah layak atau tidak.
.
KEDUA: Proses penentuan Editor berlangsung hati-hati dan fokus. Penentuan Editor ini terbilang lama karena mereka benar-benar ditunjuk berdasarkan kepakaran bidang yang sesuai dengan tema paper. Tujuan pihak pengelola adalah untuk menjamin proses review belangsung fair karena manuskrip langsung dihandle Editor yang paham dan handal.
.
KETIGA: Jika Editor meloloskan paper yang disubmit, maka slanjutnya paper dibuka ke publik untuk menerima reviewer dari 2/3 reviewers dan komen dari para pembaca. Jadi selama proses review ini siapapun bisa mengecek secara terbuka keputusan dan feedback yang didapat. Jika lolos review maka paper bisa dipublikasikn.
.
Paper kami sendiri baru masuk tahap ke-3.

chapter

Continue reading

Think Small, Act Big

Ada sebuah kalimat menarik tentang mimpi dan cita-cita yang pernah saya baca. Kira-kira begini:

“Ketika aku muda, aku ingin mengubah seluruh dunia. Lalu aku sadari, betapa sulit mengubah seluruh dunia ini. Maka aku putuskan untuk mengubah negaraku saja.

Ketika aku sadari bahwa aku tidak bisa mengubah negaraku, aku mulai berusaha mengubah kotaku. Ketika aku semakin tua, aku sadari tidak mudah mengubah kotaku. Maka aku mulai mengubah keluargaku.

Kini aku semakin renta, aku pun tak bisa mengubah keluargaku. Ternyata aku sadari bahwa satu-satunya yang bisa aku ubah adalah diriku sendiri.

Tiba-tiba aku tersadarkan bahwa bila saja aku bisa mengubah diriku sejak dahulu, aku pasti bisa mengubah keluargaku dan kotaku. Pada akhirnya aku akan mengubah negaraku dan aku pun bisa mengubah seluruh dunia ini.” [1]

Kalimat ini terekam lagi di memori saya ketika membaca bab Think Small Act Big di buku So Good They Cant Ignore You [2]. Adalah cerita Prof. Pardis Sabeti [3], seorang biologist lulusan summa cum laude Doctor of Medicine, University of Harvard dan juga peraih gelar PhD dalam bidang Evolutionary Genetics dari University of Oxford yang memanggil kembali memori saya tentang potret cita-cita kebanyakan orang.

Ada tiga cerita berbeda yang di bandingkan dalam bab ini, yaitu antara Sarah, seorang mahasiswa baru (PhD) yang bingung menenutukan arah risetnya sedngkn mimpinya begitu besar: “Bisa menghasilkan riset yang mampu mengubah dunia”, juga Jone, yang memilih berhenti dari college untk merealisasikan mimpinya: “Membangun komunitas skala global yang punya visi hidup sehat” dan tentu saja Prof. Sabeti yang baru menemukan mimpi dan cita-citanya setelah menyelesaikan S3 di Oxford yaitu: “Mengaplikasikan bioinformatic statistical method untuk menekan angka penyebaran penyakit”.

whatsapp-image-2016-11-21-at-17-50-47

Continue reading