Letter to my love – 3

Bismillah…

Dear kamu,

Hari ini pepohonan mulai gersang. Daun-daunnya yang menguning menutupi jalanan yang basah karena hujan malam tadi. Ada nafas yang sesak melihat ini. Melihat keindahan dunia namun serasa tak sempurna karena tak ada kamu di sini.

Hari berlalu begitu saja,

Indah.. Tapi tak bisa sempurna karena tak ada dirimu di sini.

Sekarang aku tahu, betapa berharganya kehadiranmu dan kehadiran buah cinta kita di sini. Sekarang aku benar-benar mengerti betapa jauhnya jarak membuat rasa ini begitu kuat. Rasa dan keyakinan bahwa aku akan menghabiskan seluruh sisa hidupku di bumi ini hanya denganmu.

Dear kamu,

Aku bahagia karena kamu selalu sekuat dulu, seperti yang kukenal. Bahkan sampai pada titik ini. Titik dimana segala kesabaran harus terkumpul dengan sempurna dalam diri kita, titik dimana rasa yang saling terpaut tak bisa kendur sedikitpun.

Photo0814

Continue reading

Letter to my love -2

Bismillah…

Dear Kamu,

Hari ini rasanya campur aduk. Gerimis mulai turun perlahan sejak kemarin. Bristol menjadi semakin angkuh terhadapku. Tanah basah, pepohonan menjadi semakin menunduk, juga langit yang menghitam. Aku tahu betapa beratnya berpisah darimu dan dari buah cinta kita. Tapi sungguh kita butuh berjuang sama-sama untuk melewati ini. Membenturkan kenyamanan dengan kelelahan, menghancurkan rasa takut agar berganti dengan keberanian, juga membuyarkan semua ketenangan dengan berbagai macam karya yang melelahkan. Aku tahu ini tak mudah, tapi Allah telah memilih kita untuk melakukannya.

Dear Kamu,

Hari ini langit masih mendung dengan kabut yang menggantung. Dari jendela ruanganku yang sepi ini aku menggantung rindu yang menggelayut. Merindui tawa dan rengekan buah cinta kita, merindui setiap momen kebersamaan kita yang rasanya begitu mahal harganya. Dari titik yang ribuan mil jauhnya darimu, aku dipukul oleh perasaan hancur lebur karena terpisahkan darimu. Continue reading

Letter to my love – 1

Bismillah…

Dear Kamu,

Aku tidak pernah menyangka bahwa ribuan mil yang jauh memisahkan kita akan menyisakan kepedihan yang mendalam. Rindu yang mengendap, bayanganmu yang menyergap, juga senyummu yang selalu kusimpan erat-erat. Ini seperti kepedihan diam-diam, namun terasa ada kesejukan diantara rasa yang berhamburan keluar.

Aku mungkin tidak pernah sadar, bahwa lebih dari ribuan purnama kebersamaan kita telah membawa kita pada satu titik: saling terikat, saling menggenggam, saling bertautan, sampai tidak ada alasan untuk dapat terpisahkan. Jauhnya jarak memang selalu memenjarakan rasa dalam cinta yang mendalam. Tapi Kamu yang disana, bisakah kita menghela nafas dalam-dalam sambil bertahan dalam kesabaran?

cropped-nikah.jpg

Continue reading

Maukah kau bersama selamanya denganku?

Memelekmu dalam cinta, dalam kenangan, dalam tiap rasa terindah.

Bagiku, senyummu adalah kuntum-kuntum mekar yg mewangi disepanjang semi,

wujudmu laksana surga yg tersembunyi di dalam perjalananku..

 

Merindumu dalam diam, dalam senyum, dalam tawa, dalam tiap langkah yg terjejak.

Bagiku, hadirmu adalah warna-warna pencerah bagi jiwa yg gundah,

wujudmu laksana malaikat yg memberi arah di tiap kembaraanku.. Continue reading