Dokumen/Syarat Apa Saja Untuk Masuk 20 Universitas Terbaik Dunia?


promo11

Ayo ikuti kisah keluarga kami di Inggris dalam buku PhD Parents’ Stories: Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup. Dengan 60rb (termasuk ongkir dalam pulau Jawa) anda bisa mendapatkan bonus postcard Eropa dan buku ini. Pesan sekarang di sini: https://tinyurl.com/EmakPhD

INFO LENGKAP buku PhD Parents’ Stories ada di: https://ariomuhammad.com/

Bismillah…

Tulisan yang bertajuk (Q&A Beasiswa) adalah semua kumpulan tulisan terkait pertanyaan mengenai beasiswa di semua jenjang. Semoga memudahkan! saya merangkum beberapa pertanyaan yang hampir sama agar lebih mudah kepada para penanya untuk Saya beri jawaban.

DIKTI bekerjasama dengan LPDP baru saja melaunching 50 Universitas terbaik dunia untuk dijadikan dasar seleski Beasiswa Presiden RI (BPRI) atau Presidentional Scholarships. Saya kemudian mencoba menelusuri satu per satu persyaratan di kampus-kampus tersebut. Saat ini saya baru memposting 20 kampus terbaik dunia. Insya Allah akan menyusul yang lainnya.

Catatan penting:

  1. Bisa jadi terjadi kesalahan dalam penulisan persyaratan berikut. Human error, mohon dimaklumi
  2. Saya tidak terlalu punya informasi soal memulai studi di Jepang, sehingga beberapa kampus Informasinya tidak terlalu detail. Mohon koreksi dari pembaca.

SEMOGA BERMANFAAT!

Tulisan lain terkait aplikasi beasiswa S3: http://almuhandis.wordpress.com/2014/03/25/journey-to-phd-4/ Continue reading

BELAJAR FOKUS DARI SEORANG HAFIDZAH, CALON DOKTOR BIDANG KIMIA

DAPATKAN BUKU PhD PARENTS’ STORIES – MENGGAPAI MIMPI BERSAMA PASANGAN HIDUP

Mau tahu kisah seru kami saat studi S3 sama-sama di Inggris bersama 2 anak kami? Buku terbaru saya PhD Parents’ Stories: Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup akan mengupas semuanya dengan tuntas. Kalian akan diajak berkelana menuysuri hikmah tentang jodoh dan memilih pasangan hidup agar mimpi kalian tetap tergapai, pentingnya menuntut ilmu bagi para muslimah, perjuangan seorang Ibu dengan 2 anak yang studi S3 di Inggris, hingga pesan-pesan parenting berlatar sains dan agama yang disajikan dalam bahasa yang gurih tertuang dalam buku ini. Investasikan 70rb anda untuk mendapatkan buku ini (belum ongkir).

DI

Bagi yang tertarik, bisa melakukan pemesanan awal lewat link berikut: https://tinyurl.com/WA-BukuPPS

PH9

EBOOK

Versi ebook (google play book) bisa langsung beli di sini: https://play.google.com/store/books/details?id=swZuDwAAQBAJ

——

BELAJAR FOKUS DARI SEORANG HAFIDZAH, CALON DOKTOR BIDANG KIMIA

Langit Aberdeen masih berkabut seperti biasanya. Letaknya di bagian timur laut Skotlandia, menegaskan bahwa wilayah ini sering dihantam oleh angin yang kencang dan suhu udara yang menggigit. Ketika musim dingin tiba, kota ini akan dikenal sebagai yang terdingin di seantero inggris raya. Letak Skotlandia yang berdekatan dengan Kutub Utara menjadi alasan terbesar kenapa kota-kota di daerah ini menjadi langganan suhu tak wajar, apalagi bagi anda orang Indonesia.

Di kota granit inilah, University of Aberdeen (UoA) berada, sebuah kampus megah dengan arsitektur Eropa itu menjadi rumah kedua bagi seorang mahasiswi asal Mojokerto, Jawa Timur. Namanya Zeni Rahmawati. Sudah dua tahun terakhir ini, dia menghabiskan waktunya melakukan riset di lab Surface Chemistry and Catalysis, University of Aberdeen dibawah bimbingan Prof. James Anderson. Setiap harinya, Zeni akan menghabiskan waktu menekuri bahan-bahan kimia dilabnya untuk menuntaskan misinya berangkat ke negeri ratu Elizabeth: MENGGONDOL GELAR PhD. Mengerjakan riset di laboratorium selama di Aberdeen ini, seperti fragmen cerita yang terulang kembali baginya. Beberapa tahun silam, di ujung timur Jawa Indonesia, di kota Surabaya, ketika matahari sudah tenggelam dan waktu malam mulai merambat, Zeni, masih sibuk bekerja di laboratorium kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menyelesaikan riset S2-nya. Dua hal yang sama terjadi, namun di dua lokasi yang berbeda tempat dan benua, adalah hafalan al-qur’an yang senantiasa mengiringi Zeni menuntaskan pekerjaan risetnya.

Edensor

Edensor

Di Nusantara, kita mungkin sering menjumpai penghafal Al-qur’an di pesantren-pesantren yang berada hampir di seluruh Indonesia. Namun tidak untuk para pelajar yang berlatar belakang kelimuan umum. Ditengah kesibukan mereka mengejar ilmu, bisa menjadi seorang penghafal al-qur’an 30 Juz adalah hal yang langka. Zeni Rahmawati adalah sosok pengecualian. Menjelang akhir studi S1-nya di jurusan Kimia, ITS, Zeni membuat satu misi besar dalam hidupnya: MENGHAFAL AL-QURAN. Sebuah misi yang agung bagi seorang muslim karena tidak semua orang dapat merasakannya.

TUJUAN YANG MULIA

“Aku punya TIGA alasan terbesar kenapa aku menghafal Al-qur’an.” Kata zeni membuka wawancaraku dengannya via skype beberapa waktu yang lalu. Continue reading

Journey to PhD (45) – Akhirnya SUBMIT PhD Thesis

Bismillah…

Hari ini, 3 tahun 2 bulan sudah perjalanan studi S3 saya terlewati. Banyak orang melihat skenario perjalanan studi S3 saya seperti cerita menarik tanpa kendala, bak dongeng tanpa konflik. Ada juga yang berkesimpulan bahwa saya bisa melewatinya karena otak encer dan mudah menaklukkan kesulitan. Tak banyak yang kemudian belajar bahwa dibalik cerita yang dibilang tanpa kendala ini, tanpa ada konflik yang berarti ini, ada perjuangan dan kerja keras yang tak mudah.

3 tahun 2 bulan ini adalah sebuah perjalanan panjang yang menguras emosi, isi kepala, merontokkan rambut di ubun-ubun, juga hari-hari yang terlewati dengan kerja keras tak henti. Maka saya memberi apresiasi yang sangat besar kepada para pejuang akademik di level ini. PhD adalah proses yang tak mudah –at least bagi saya yang miskin ilmu dan pengalaman-. Ini perjalanan yang hanya bisa dilewati oleh mereka yang panjang nafasnya, mau bertarung dengan revisi demi revisi, kegagalan demi kegagalan riset di laboratorium, hingga hasil analisis yang seringkali tak sesuai harapan.

DeLiang dan PhD Thesis saya

Continue reading

[Serial Bencana – 1] Jika Tsunami terjadi di Padang, Seberapa besarkah efeknya?

Bismillah…

Adalah gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 (Mw 9.15) yang menjadi memori tak terlupakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bencana yang mengejutkan ini tercatat sebagai bencana alam yang memakan korban jiwa terbesar keenam sepanjang sejarah. Lebih dari 200,000 orang meninggal akibat bencana ini dengan kerugian ekonomi mencapai hampir 200 Triliyun Rupiah [1-3] yang diakumulasikan dari seluruh negara yang terkena dampak gempa dan tsunami di sepanjang wilayah peisisir Samudera India (e.g. Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia). Ketinggian tsunami yang tercatat dari hasil observasi lapangan di Banda Aceh mencapai 35 m* [3-4]. Wajar jika sebagian besar masyarakat Aceh saat itu menganggap jika kiamat telah tiba karena kedahsyatan air bah yang terbawa lewat Tsunami memang mencengangkan dan terekam sebagai yang terbesar di sepanjang sejarah umat manusia.

 

Tipe gempa

Gambar 1: Tipe-tipe gempa

Tsunami tidak semata-mata terjadi hanya karena gempa. Gempa yang terekam dalam kehidupan kita tidak semua sumbernya dari dasar laut. Tsunami adalah bencana yang baru akan terjadi jika gempa bersumber dari laut. Gempa dari laut yang menghasilkan tsunami-pun harus memiliki tipe tertentu untuk bisa menghasilkan tsunami. Tipe jenis gempa yang menghasilkan tsunami adalah gempa sesar naik dan turun (lihat Gambar 1). Hanya saja gempa sesar turun umumnya tidak menghasilkan tsunami yang signifikan. Coba bayangkan jika ada air dengan volume sebanyak lautan berada diatas tipe gempa sesar naik, maka dipastikan setelah terjadi pergeseran patahan, maka gelombang air yang besar akan terjadi dan terus mengalir hingga ke daratan (lihat Gambar 2). Aliran air bah inilah yang menghantam keras wilayah pesisir dan mengakibatkan kerusakan yang besar.

Proses-Tsunami

Gambar 2: Proses terjadinya tsunami [4]

SUMBER GEMPA 2004 DAN POTENSI GEMPA BERIKUTNYA Continue reading