Lakukan 4 hal ini agar kamu bisa move on

Masih mencintai seseorang meskipun dia sudah milik orang lain? atau masihkah sampai saat ini kamu berharap akan adanya keajaiban bahwa si dia adalah jodohmu yang akan berakhir di pelaminan?

Tidak usah merasa sendiri dan terkucilkan karena hal ini dialami banyak orang. Dalam sebuah hasil riset [1], meskipun sudah dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu, lebih dari 90% mereka yang deeply dan passionately in love pernah ditolak orang yang dicintainya. Saya yakin dan percaya di luar sana banyak yang senasib denganmu. Jadi mulailah menyadari bahwa cinta yang tak berbalas adalah hal yang wajar dan yakinkan diri anda jika move on itu penting.

Biar bisa melupakan dia yang sudah terlanjur kamu cinta, juga mengurangi penyebab cinta lama bersemi kembali di kehidupanmu selanjutnya, maka kamu perlu mempertimbangkan saran-saran berikut:

(1) Mencintailah dengan wajar

sumber: INTERNET

Continue reading

Tips parenting: Gak HANYA modal MOTIVASI yang kuat

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Adalah reality show Korea Selatan, The Return of Superman, yang saya tonton di tahun 2015 yang mengingatkan saya dengan artikel yang dikupas di buku How Childreen Succeed oleh Paul Tough. Ada 3 anak kembar dari Song Il Guk, seorang aktor terkenal Korea Selatan: Daehan (tertua), Mingguk (tengah), dan Manse (bungsu) yang menjadi alasan kenapa saya menonton acara ini. Bagi saya, cara sang Ayah mendidik ke tiga anak ini bisa kita ambil banyak pelajaran. Salah satu yang paling terekam dalam memori saya adalah ketika dia menguji 3 anaknya untuk melihat will-power dan self-control mereka. Ke tiga anaknya di beri satu potong kecil semangka di atas meja kecil mereka, lalu sang Ayah memberi pesan yang sederhana tapi sebenarnya merupakan cara dia untuk menguji self control mereka:

“Jika kalian tidak memakan semangka ini sampai Ayah kembali, maka Ayah akan memberikan hadiah 2 potong semangka buat kalian yang bisa menunggu.”

Singkat cerita, hanya Manse, si Bungsu yang bertahan hingga Ayahnya datang, sedang dua kakaknya, tidak bisa menunggu dan hanya membutuhkan kurang dari 30 detik untuk melahapnya.

DAehan

Continue reading

MENGHIDUPKAN HIDUP

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Bagi penggemar Linkin Park di era 2000-an, kemarin mungkin menjadi hari yang menyedikhkan bagi mereka. Chester Bennington, vokalis group rock ini ditemukan meninggal dikediamannya karena gantung diri. Saya tidak perlu menjabarkan betapa fenomenalnya keberhasilan recording indie music rock group ini di zamannya, karena banyak orang sudah tahu. Namun cerita tragis dibalik bunuh dirinyalah yang ingin saya tuliskan.

Dalam rilis berita kematian Mr. Bennington oleh BBC [1], alasan kenapa sehingga ia bunuh diri karena putus asa dengan hidupnya sendiri. Sudah bertahun-tahun dia berjuang untuk terlepas dari jerat minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang. Keputusan mengakhiri hidupnya sendiri karena terinspirasi dari seorang vokalis band rock Amerika yang lain, Audioslave, yaitu Chris Cornell yang terlebih dahulu mengakhiri hidupnya beberapa bulan lalu.

“You have inspired me in ways you could never have known… I can’t imagine a world without you in it.”

Penggalan kalimat diatas adalah gambaran betapa seorang Chris Cornell begitu berarti dalam hidupnya.

sunset

Continue reading

Sekolah Tiga Generasi

Bismillah…

Siang kemarin, sehari setelah usianya genap 5 tahun, DeLiang pulang sekolah dengan membawa foto bersama teman-teman satu kelas reception (seperti TK) di St. Michaels on the mount Primary School, Bristol. Wajahnya tanpa senyum, sama seperti Faith, gadis cilik asal inggris dikelasnya yang terkenal pendiam. Wajah-wajah teman-temannya dari berbagai penjuru dunia dan ras membuatku tersenyum melihat mereka. Ada Lewis keturunan China-Bristish yang jago matematika, ada Adam asal Turkey yang paling muda umurnya tapi paling chubby, ramah, dan perhatian. Juga ada Abdul Samad asal Somalia yang tingginya melebihi rekan-rekan sekelasnya, dan tak lupa Waka, si rambut ikal asal Arab Saudi yang jadi favorit saya.

Melihat DeLiang berdiri bersama rekan-rekannya dari berbagai negara seperti refleksi bagi saya tentang perjalanan sekolah 3 generasi dalam keluarga kami. Ayah saya, saya, dan tentu saja DeLiang. Berbeda dengan saya dan DeLiang yang cukup beruntung terakhir setelah era 1980-an, Ayah saya harus melewati masa pendidikan sekolah dasar hingga menengah atas dengan perjuangan yang tak mudah. Di waktu SD, punya sandal jepit ke sekolah saja sudah mewah bagi teman sebaya ayah saya. Apalagi buku tulis, merekam pelajaran dari bebatuan adalah hal lumrah yang mereka kerjakan ketika harus menerima pelajaran dari para guru-guru asal Ambon yang rela bertugas di pelosok selatan Halmahera.

DeLiang3

Continue reading