Lakukan 4 hal ini agar kamu bisa move on

Masih mencintai seseorang meskipun dia sudah milik orang lain? atau masihkah sampai saat ini kamu berharap akan adanya keajaiban bahwa si dia adalah jodohmu yang akan berakhir di pelaminan?

Tidak usah merasa sendiri dan terkucilkan karena hal ini dialami banyak orang. Dalam sebuah hasil riset [1], meskipun sudah dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu, lebih dari 90% mereka yang deeply dan passionately in love pernah ditolak orang yang dicintainya. Saya yakin dan percaya di luar sana banyak yang senasib denganmu. Jadi mulailah menyadari bahwa cinta yang tak berbalas adalah hal yang wajar dan yakinkan diri anda jika move on itu penting.

Biar bisa melupakan dia yang sudah terlanjur kamu cinta, juga mengurangi penyebab cinta lama bersemi kembali di kehidupanmu selanjutnya, maka kamu perlu mempertimbangkan saran-saran berikut:

(1) Mencintailah dengan wajar

sumber: INTERNET

Baca lebih lanjut

Iklan

Serpihan Inpirasi – Yusuf, Sang Muallaf

Bismillah…

Aku tergesa-gesa menuju ke dalam masjid Taipei Grand Mosque karena mengejar waktu setelah keluar dari kelas reliability analysis yang jadwalnya sangat berdempetan dengan waktu sholat Jum’at. Namun, saat hendak mengunci sepeda, pandanganku seketika tertuju dengan seorang pemuda Taiwan berperawakan tinggi yang sedang bergurau dengan teman-teman dari Timur Tengah. Tanpa sungkan, aku menyapanya.

“Assalamu’alaikum, I am Ario[1]

“Waalaikumsalam, I am Yusuf[2]Jawabnya

 “I am from Indonesia, and now I am studying at NTUST, are you a student here?[3]Aku memulai memperkenalkan diriku.

“Oh.. Yes, I am a student. I study at National Cheng Chi University (NCCU), in international relation department, about 30 minutes from here.[4] Aku kemudian baru tahu, ia adalah seorang mahasiswa S1 NCCU jurusan Hubungan Internasional (HI). Saat itu, kami tidak berbincang banyak karena memang waktu sholat jum’at yang sudah semakin dekat. Rasa penasaranku sebagian besar disebabkan karena mendengar kefasihannya berbahasa Arab bersama teman-teman timur tengah.

COver3

Baca lebih lanjut

Intisari Kitab Al Hikam – 1

Bismillah…

Belenggu Syahwat Menghalangimu Menuju Allah

Bagaimana mungkin hati dapat memancarkan cahaya, sedangkan di dalamnya terlukis gambaran duniawi. Atau, bagaimana mungkin hati dapat menuju Allah kalau ia masih terikat oleh syahwat (keinginan). Bagaimana hati akan mempunyai keinginan yang kuat agar masuk kepada kehadirat Allah padahal hatinya belum suci dari “janabah” kelalaiannya. Atau, bagaimana bisa berharap agar mengerti rahasia-rahasia halus, padahal ia belum bertaubat menebus kesalahannya.

Jangan Berkawan Dengan Orang “lemah”

Janganlah engkau berkawan dengan orang “lemah”, yang tak mampu membangkitkan semangat ibadahmu dan yang ucapannya tidak mampu membimbingmu menuju jalan Allah.

Baca lebih lanjut

Benarkah Allah?

Bismillah..

Benar bahwa kita manusia. Tempat segudang khilaf, juga beribu alasan untuk membenarkannya.

Benar, bahwa kita insan biasa. Sering terlupa, juga melupakan yang semestinya teringat.

Benar, bahwa kita hanyalah makhluk tak berdaya. Terkadang iman sekokoh batu karang, tetapi lebih sering seperti buih dilautan. Terombang-ambing dan tak jelas arahnya.

Kita semua tahu, bahkan sangat tahu, bahwa kita ini manusia, namun lupa, benar-benar lupa bahwa sebagai manusiapun kita tetaplah hamba Allah…

muhasabah_islam

Baca lebih lanjut

Memotret Masa Lalu

Bismillah…

 

Aku tercekat membaca salah satu halaman dari bukuku, Notes of 1000 days in Taiwan. Nafasku tiba-tiba berhenti, namun perenunganku hanya perenungan biasa, berlalu dan pergi setelahnya. Di bab “Menjadi Peneliti Muslim”, aku dengan gamblang menjelaskan kepada Profesorku tetang kebiasaanku melakukan Puasa Daud. Ya, Puasa Daud, sebuah amalan langit yang kulakukan nyaris selama 5 tahun.

Aku menulis ini dengan perasaan sedih yang menggunung. Tiba-tiba kenangan-kenanganku bersama amalan kebaikan ini hadir kembali. Berbuka di senja keemasan dari dalam kamar kos-kosanku di Yogayakarta, saling menyemangati bersama teman-teman “lingkaran” cahaya, juga perjalanan-perjalanan luar kotaku di Selatan Taiwan. Aku teringat kembali! Teringat bahwa dulu aku menahan lapar dan nafsu sambil memburu pahala dan keridhaan dari Allah.

beginilah-prinsip-seorang-dai

Baca lebih lanjut

Rindu Sahabat

Bismillah..

 

Rindu pada mereka,

Pada sahabat, pada cerita, pada kenangan, pada semangat, pada tawa renyah, juga (mungkin) cerita-cerita duka yang hanya berlalu tanpa kata.

Rindu pada mereka,

Atas sejumput keceriaan, keramahan yang terpancar, juga saling menanggung beban.

Mereka kini terpisah. Jauh dalam jarak, namun dekat karena kenangan pernah mengikat kita.  Baca lebih lanjut

Review Buku Notes of 1000 Days in Taiwan

Notes of 1000 days in Taiwan; Ketika Seorang Da’i Berkisah

Kita adalah da’i sebelum menjadi yang lainnya

Kita mesti berhati-hati ketika sehari lewat tanpa sebuah hikmah. Karena itu tanda bahwa dalam sehari itu tidak ada hal baru yang kita peroleh. Dan seorang da’i yang senantiasa bergerak, akan berada dalam kegelimpangan hikmah. Ia bisa peroleh itu dari membaca buku, bergaul, maupun bepergian.

Itu salah satu kesimpulan saya setelah membaca buku “Notes of 1000 days in Taiwan”; sebuah bunga rampai yang disusun oleh Ario Muhammad—penyandang gelar S2 di Taiwan, seorang suami, ayah, dan tentunya pekerja dakwah—selama ia tinggal di Taiwan.

Cover

*** Baca lebih lanjut