Allah Pasti Memberi yang Terbaik

Bismillah…

Wills

Ini adalahWILLS MEMORIAL Building, salah satu ikon kota Bristol dan menjadi kantor baru saya sebagai Postdoc Research Associate (PDRA) di School of Earth Science, University of Bristol (UoB). School ini tercatat sebagai yang terbaik ke-2 di UK untk kualits risetnya lewat nilai Research Exccelent Framework (REF) hanya di bawah Oxford University & berada di ranking 18 di dunia versi QS untuk jurusan Earth Science. Continue reading

Journey to PhD (45) – Akhirnya SUBMIT PhD Thesis

Bismillah…

Hari ini, 3 tahun 2 bulan sudah perjalanan studi S3 saya terlewati. Banyak orang melihat skenario perjalanan studi S3 saya seperti cerita menarik tanpa kendala, bak dongeng tanpa konflik. Ada juga yang berkesimpulan bahwa saya bisa melewatinya karena otak encer dan mudah menaklukkan kesulitan. Tak banyak yang kemudian belajar bahwa dibalik cerita yang dibilang tanpa kendala ini, tanpa ada konflik yang berarti ini, ada perjuangan dan kerja keras yang tak mudah.

3 tahun 2 bulan ini adalah sebuah perjalanan panjang yang menguras emosi, isi kepala, merontokkan rambut di ubun-ubun, juga hari-hari yang terlewati dengan kerja keras tak henti. Maka saya memberi apresiasi yang sangat besar kepada para pejuang akademik di level ini. PhD adalah proses yang tak mudah –at least bagi saya yang miskin ilmu dan pengalaman-. Ini perjalanan yang hanya bisa dilewati oleh mereka yang panjang nafasnya, mau bertarung dengan revisi demi revisi, kegagalan demi kegagalan riset di laboratorium, hingga hasil analisis yang seringkali tak sesuai harapan.

DeLiang dan PhD Thesis saya

Continue reading

Journey to PhD (10) – 2 Bulan Menjadi Mahasiswa PhD

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Masa-masa adaptasi

2 bulan sudah saya tercatat menjadi PhD student, department of Civil Engineering Bristol University. Sebuah kampus yang berada di top point kota Bristol. Konturnya yang hilly memang membuat setiap hari tubuh ini dipaksa untuk olahraga. Gambaran dua bulan pertama adalah masa-masa penyesuaian yang tak terlupakan.

Office 0.91 Queens Building, University walk adalah lokasi kantorku berada. Semua PhD student di UK dan di Eropa pada umumnya memang disamakan dengan university staff sehingga orang-orang di sini lebih awam menyebutkan office sebagai tempat kerja kita dibanding dengan kata “lab” yang sering dipakai di negara-negara Asia Timur. Dari segi bahasa saja rasanya sudah beda. memiliki sebuah office bagi seorang student tentu menunjukkan tingkat kemandiriannya. Office lebih berkesan kita adalah bagian dari keluarga kampus yang turut menyumbangkan banyak kontribusi bagi kemajuan universitas. Lab seperti kata yang lebih kepada pekerja.

Masa-masa adaptasi ini saya lalui dengan sangat sibuk. Total dalam dua bulan sudah 6 progress report yang saya tulis. 6 progress report ini dimulai dari hasil literature review saya, menyelesaikan satu demi satu tugas dan arahan dari pembimbimbing hingga berujung pada progress yang terakhir yang baru selesai kami diskusikan bersama terkait program riset yang akan saya laksanakan.

Bristol 1 Continue reading

Autumn in Bristol – 3

Aku Takkan Menyerah

Bismillah…

Air hujan perlahan menutupi kaca jendela office-ku dengan tergesa-gesa. Langit menghitam, angin mendesau keras dan udara menjadi semakin dingin. Aku hanya diam, hening dalam camuk pikiran yang tak jelas tujuannya. Disampingku masih ada dua jurnal paper yang sudah hampir 2 jam sedang kubaca. Siang ini, aku seperti terpasung dalam ruang-ruang perenungan tentang hidup. Tentang cinta, tentang pengorbanan, tentang rindu. Semua yang berseliweran di kepala seperti memanggil-manggil diriku untuk meminta diperhatikan. Aku hanya tersenyum sembari membiarkan jemariku mengetik satu persatu kata yang hendak keluar dari otakku. Musim gugur tahun ini seperti renungan tentang makna kesyukuran yang tak pernah ada habis-habisnya.

Langkah kakiku yang gemetaran karena udara Bristol yang mendekati 0 derajat seperti menyadarkanku bahwa perjuangan meraih mimpi tidaklah mudah. Harus ada kerja keras dalam doa, kerja keras dalam kadar arogansi yang seimbang, juga pengorbanan atas hal-hal yang seharusnya menjadi hakku. Aku tahu dan amat sangat menyadari bahwa dinginnya pagi di musim gugur ini tak ada apa-apanya dengan lelah maupun rasa kehilangan akan sosok ayah, juga suami bagi kedua belahan jiwaku di timur Jawa. Aku tahu ini tak mudah, maka semoga semua keputusan ini berbuah manis dalam deret-deret musim berikutnya.

clifton-suspension-sun

Continue reading