MANAJEMEN WAKTU EFEKTIF BAGI MAHASISWA

“Kuncinya terletak bukan pada bagaimana anda menghabiskan waktu, namun dalam menginvestasikan waktu anda.” (Stephen R. Covey)

PromoOktober2

Tulisan ini ada dalam buku PhD Parents’ Stories – Menggapai Mimpi Bersama Pasangan Hidup yang bisa di pesan lewat link berikut: https://tinyurl.com/WA-BukuPPS atau via WA di 0821-2690-8782 

Namanya Dewi Nur Aisyah, Ph.D Ibu muda dan seorang muslimah lulusan dari University College of London (UCL) ini adalah salah satu nama yang perlu kita ikuti keseriusannya dalam berkarya. Bersama sang suami yang sedang menyelesaikan studi PhD di Brunel University bidang Hubungan Internasional, Dewi melewati lika-liku menjadi seorang mahasiswa S3 dengan segala tantangannya. Lebih dari itu, ada si kecil Najwa yang membersamai hidup mereka menambah warna-warni perjuangan yang harus mereka hadapi setiap hari.

Bulan Januari tahun ini, aku berkesempatan untuk berada satu forum dengan Dewi dalam sebuah acara motivation talk bertema berprestasi menembus batas yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Birmingham. Bagiku, kesempatan mengisi bersama dengan orang-orang hebat adalah momen untuk belajar. Mendengar presentasi mereka adalah sarana belajar terbaik karena melihat langsung bagaimana mereka mengeksekusi waktu mereka secara produktif.

Schedule

“Aku memulai segala sesuatu dengan membuat target dan merencanakan secara detail. Ini memudahkanku untuk meraih apa yang aku impikan.”

Kata pembuka ini diawali Dewi ketika ditanya tentang titik balik melejitkan potensinya. Kalian tidak usah bertanya list prestasi muslimah keren ini. Dari mahasiswa berprestasi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia yang harus dicapainya dengan terlibat dalam 13 organisasi, Indeks Prestasi Komulatif (IPK) mentereng, dan juara di beberapa lomba akademik. Belum lagi sepak terjangnya selama PhD. Hampir selalu memenangkan penghargaan baik itu travel grant[1] ke berbagai konferensi di berbagai negara maupun best abstract[2] di konferensi-konferensi terkenal di bidangnya. Lebih dari itu, Dewi juga berhasil menelurkan dua buku: Awe Inspiring Me dan Sholihah Mom’s Diary selama PhD yang keduanya bisa dikategorikan sebagai best seller karena sudah cetak ulang lebih dari dua kali.

Melihat penuturan Dewi seperti menyaksikan langsung aplikasi dari berbagai buku manajemen waktu yang pernah kubaca. Dari the power of habbit-nya Charles Duhigh, willpower-nya Roy F. Baumeister, hingga bukunya Calvin Newport, Deep Work. Di saat yang bersamaan, pertemuan dengan orang-orang yang berhasil menjadikan harinya begitu produktif juga menjadi pertanda penting bahwa untuk menjadi seorang yang mampu mempengaruhi, yang kamu butuhkan bukan hanya ilmu, tetapi juga bukti yang kamu tunjukkan lewat keseharianmu.

“Aku hanya punya 2 hingga 3 hari dalam seminggu untuk mengerjakan pekerjaan satu pekan karena harus berbagi waktu dengan suami untuk menjaga anak. Jika fokusku hilang selama bekerja, maka berantakan juga semua targetan mingguan yang sudah kususun. Untuk itu, meskipun kita punya banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, harus ada prioritas yang kita tetapkan agar fokus kita lebih terarah. Jadi menjaga prioritas dan mengeksekusinya dengan baik adalah kuncinya.” Sambung Dewi.

PhDMama6

“Aku sering menemukan orang-orang yang begitu mudah kehilangan fokus. Ketika sudah memiliki target harian, yang dikerjakan bukanlah target yang sudah disusun. Justru yang lain. Ini yang menyebabkan banyak dari kita tidak berhasil meraih target yang sudah kita rencanakan sejak awal.” Uraian Dewi ini membuat sebagian besar para pendengar yang memadati auditorium di University of Birmingham mengangguk setuju.

Fokus memang menjadi salah satu masalah paling krusial bagi seseorang ketika ia hendak mengeksekusi rencana-rencana yang telah disusunnya. Banyak dari kita yang begitu mudah terganggu dengan hal-hal lain yang sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pekerjaan yang sedang ditekuni. Entah itu berselancar di dunia maya, berbelanja online, hingga bermain game. Padahal sudah begitu banyak list pekerjaan yang sudah dipikirkan beberapa waktu sebelumnya.

Dewi adalah contoh perempuan yang tahu tentang prioritas dan hal-hal penting yang seharusnya mereka kerjakan.

“Aku tidak suka membaca, tapi ada sekitar 20,000 jurnal paper di endnote-ku.” Cerita Dewi beberapa saat kemudian.

“Jadi, habiskan waktumu dengan menuntaskan prioritas yang harus kamu kerjakan. Bukan yang lain. Aku tidak suka menghabiskan waktu membaca novel, tapi yang kubaca adalah hal yang paling relevan dengan targetan hidupku. Salah satunya adalah membaca artikel-artikel ilmiah.” Lanjut Dewi. 20,000 jurnal paper yang sudah di baca olehnya semenjak studi S2 di Imperial College London adalah bukti bahwa memfokuskan pekerjaan kita kepada hal-hal yang penting adalah cara terbaik untuk menjadi seseorang yang produktif.

Melihat keseharian seorang Dewi membuatku ingin merumuskan beberapa hal penting bagi kalian yang ingin membangun manajemen waktu efektif dalam hidupmu. Aku telah menjalaninya lebih dari lima tahun lamanya. Proses ini telah membawaku kepada tingkat produktifitas yang tidak pernah kucapai sebelumnya. Maka catatan berikut, adalah hal-hal penting yang perlu kalian ingat untuk membuat hidupmu lebih baik dari sebelumnya.

Mari kita mulai!

NFE8

Bagi yang tertarik, bisa melakukan pemesanan awal lewat link berikut: https://tinyurl.com/WA-BukuPPS

TAHAP PERSIAPAN

Ada hal-hal mendasar yang perlu kita ketahui sebelum memulai menata diri kita.

Pertama: Bersihkan jiwa dari noda dan pikiran-pikiran negatif

Ini hal yang paling penting. Sebelum Anda menata diri Anda, saya sangat menyarankan untuk membersihkan semua hal negatif dari pikiran Anda. Jangan sampai ada hal-hal yang mengganggu konsentrasi Anda dalam penataan diri. Jika kita tidak berhasil membersihkan jiwa dari kemaksiatan dan pikiran-pikiran negatif maka dipastikan Anda tidak punya kesiapan diri yang matang untuk ISTIQOMAH.

Hal-hal negatif ini termasuk rasa tidak percaya diri, merasa bukan siapa-siapa, dan menumbuhkan sikap bahwa saya bukan seorang juara.

TIPS: taubat, muhasabah, dan tingkatin amalan yauminya., juga hilangkan rasa minder dan tidak sanggup

Kedua: Punyai standar amalan yaumi

Sudah tahu kan jika para sahabat Rasulullah adalah orang-orang yang paling dekat dengan Allah? Saya pribadi sangat meyakini bahwa kesuksesan seseorang berbanding lurus dengan usaha kerasnya juga ketaqwaannya kepada Allah. Catat ya: “Kesuksesan yang penuh keberkahan”. Ini sangat berbeda dengan kesuksesan tanpa kebekahan dari Allah. Banyak orang yang sukses tapi dia semakin jauh dari Allah dan semakin dekat dengan dunia. Menurut saya ini bukan kesuksesan yang penuh berkah.

Tengok firman Allah dalam Q.S. At-Thalaq ayat 2-3 dan Al-Anfal: 29

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya DIA akan mengadakan baginya jalan keluar (maksudnya dari kesulitan-kesulitan dunia dan akhirat), dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (At-thalaq: 2-3)

“Hari orang-orang yang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, niscaya DIA akan memberikan kepada-Mu furqon (petunjuk/pertolongan) dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahan dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)

Anda tentu ingin sukses!

sukses dunia akhirat kan? bukan hanya dunia yang Anda tuju. Maka mendekatlah kepada Allah. Sempurnakanlah ketaqwaan kita.

Salah satu sarana yang bisa kita ikhtiarkan agar semakin dekat dengan Allah adalah menjaga keistiqomahan amalan yaumiyah/harian kita.

Jika Anda ingin memulai manajemen waktu dengan baik, maka buatlah target amalan yaumiah Anda terlebih dahulu. Berikut contoh target amalan yaumiyah yang bisa anda implementasikan, silahkan sesuaikan dengan standard dan kemampuan anda:

(1) Tilawah 1 Juz 1 hari (30-45 menit)
(2) Duha minimal 3x sepekan (5 menit setiap kali sholat)
(3) Tahajjud minimal 5-7 kali sepekan (20-30 menit)
(4) Menjaga sholat 5 waktu (75 menit)
(5) Membaca riyadhus sholihin sebelum tidur (10-15 menit)

Saya sengaja menuliskan jumlah waktu yang kira-kira dihabiskan untuk menyelesaikan targetan amalan ini agar kita bisa memperkirakan pembagian waktu untuk yang lain. Jika kalian sudah memiliki targetan amalan yaumiyah ini maka jagalah. Karena sungguh, jika kita istiqomah menjalankan, justru amalan-amalan yang rutin inilah yang memberikan kita energi terbesar untuk berkarya.

Gak percaya? Coba deh!

Beasiswa6

Ketiga: Siapkan target “dunia” Anda

Kita semua punya mimpi bukan? cita-cita setinggi langit juga harapan yang menggunung. Namun percayalah, Anda tidak akan pernah bisa mewujudkannya jika hanya di angan-angan. Saya juga meyakini, bahwa kita butuh yang namanya “Desakan Internal” di dalam diri untuk mengejar mimpi kita.

Sepertinya saya tidak perlu menjelaskan targetan dunia ini. Anda lebih tahu dari saya.

Yang menjadi poin paling penting di bagian ini adalah TARGETAN ini mampu MENGGERAKKAN kita. Ini yang paling penting. Biasanya mimpi hanya menjadi coretan di atas kertas atau catatan yang tersimpan di komputer Anda. Jika mimpi-mimpi tersebut belum mampu MENGGERAKKAN Anda, maka banyaklah belajar dari buku-buku biografi orang-orang sukses. Jika belum cukup, berteman baiklah dengan seseorang yang Anda pikir bisa menjadi inspirasi dalam mengejar mimpi-mimpinya. Jika belum berhasil juga, sebaiknya Anda gak usah hidup saja. Allah gak butuh muslim-muslim yang lemah. Islam butuh mereka yang bekerja keras untuk kontribusi dunia. Katanya Islam rahmatan lil alamin? gimana mau jadi pemimpin ummat kalo kita sendiripun ga bisa memimpin diri kita?

Please answer that question in your heart!

PromoOktober3

Versi ebook (google play book) bisa langsung beli di sini: https://tinyurl.com/PPS-ebook

LET’S START IT

Jika persiapan diatas sudah matang mari kita mulai MENATA WAKTU kita.

PERTAMA: Create your own deep habits!

Deep habits adalah kebiasan-kebiasaan pendukung yang akan memudahkan manajemen waktu dan kerja/belajar kita. Hal-hal pendukung ini antara lain:

(1) Olahraga untuk kebugaran fisik
(2) Hiburan untuk kesehatan mental kita
(3) Menjaga gizi dan kualitas makanan kita
(4) Menjaga amalan harian untuk kesehatan ruhiyah kita

Kita mulai dulu dengan kebiasaan olahraga untuk kebugaran fisik. Saya akan share pengalaman saya.

Saya ingat sekali, di 1.5 tahun pertama menjalani S3, saya rutin berenang sebelum bekerja di office jam 10am 3-4 kali seminggu. Setelahnya saya selalu rutin main bukutangkis dan lari di taman hingga saat ini.

Bagaimana dengan hiburan?

Anda bisa memilih hiburan apapun, pengalaman saya adalah dengan menata waktu berikut:

Weekend (Sabtu dan Ahad) dipakai full untuk istrahat, kecuali ada agenda ke luar kota. Bagaimana dengan diluar weekend? Jika saya merasa pening dengan pekerjaan atau riset, maka saya membuat blok waktu bagi proses penataan waktu saya. Maksud dari blok waktu ini adalah saya menghitung batas waktu saya untuk bersantai selama weekdays (hari kerja).

Misal: Saya biasanya bekerja dari 9.30 – 12.30 am kemudian istrahat. Saya bisa mengambil jeda 30 menit atau 1 jam untuk sekedar duduk santai atau jalan-jalan disekitar kampus. Kebetulan, kampus Bristol University dekat dengan city center, jadi saya bisa keliling-keliling menikmati kota sambil menyegarkan pikiran. Waktu santai kita jangan lebih dari waktu yang sudah kita tentukan. Kalau lebih anda harus menggantinya, karena jatah weekdays ini hanya 5 kali seminggu. Setelahnya kita bisa liburan. Saya juga biasanya menghibur diri dengan menulis. Selain menyegarkan pikiran tentu saja jadi rekaman cerita buat anak-cucu saya kelak.
Jika masih sering “main-main” di weekdays, maka itu tandanya Anda belum berhasil menjalankan manajemen waktu Anda. Jika masih belum berhasil, ulangi lagi tahapnya dari TAHAP PERSIAPAN di atas.

Nah! sekarang bagaimana dengan masalah makanan?

Asupan gizi dan makanan ini perlu kita perhatikan. Anda bisa mencari informasinya di internet. Insya Allah banyak yang sudah membahas.

Berikutnya, masalah amalan harian justeru faktor yang sangat penting dari semua deep habits di atas. Kualitas ruhiyah kitalah yang akan menentukan kualitas kerja dan pemanfaatan waktu kita, ingat sekali kan hadits ke-12 dalam hadits arba’in berikut?

“Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi dan lainnya)

Selain itu, dalam hidup kita, apalagi bagi mereka yang beriman, banyak sekali kejadian-kejadian diluar perkiraan kita yang sangat mungkin terjadi. Terkadang hari-hari kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan, atau bahkan kita justeru sering mendapatkan kebaikan dari sumber yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Peran Allah dalam mendesain hidup kita-lah yang menjadi kuncinya. Kalau Allah yang mengatur hidup kita, lalu kenapa kita harus jauh dari Sang Maha Pengatur? jika berani menantang Allah dengan meninggalkan-NYA, maka merugilah kita. Lebih sulit lagi kita untuk bangkit dan menata diri ketika terpuruk.

Jadi sudah jelas kan masalah aktivitas pendukung ini?

KEDUA: Jadwalkan waktu anda

Setelah melewati tahap pertama, maka silahkan menjadwalkan jadwal harian anda.

NFE9

HAL-HAL NON TEKNIS

Ada beberapa hal non teknis yang bisanya menjadi kendala untuk menata waktu kita. Catatan yang saya dapatkan dari pengalaman sendiri adalah berikut ini:

MALAS: Jangan DIPELIHARA. Setiap kali bangun dari tidur, udara selalu dingin, rasanya menghangatkan tubuh saya kembali dengan selimut adalah pilihan terbaik. Namun, Alhamdulillah, saya masih ingat, jika saya tidak bangun saya bisa TERANCAM tidak lulus PhD tepat waktu, saya bisa TERANCAM gagal menjadi lulusan Bristol University. Salah satu pendukung supaya GAK MALAS adalah dengan tidur yang cukup 6-8 jam per hari. Oh ya, saya bukan pengikut teori Kang Romi yang mengatakan bahwa cara manajemen waktu terbaik adalah “Kurangi tidurmu.. Kurangi tidurmu..”

JANGAN BEGADANG: Begadang berarti Anda melanggar kesepakatan waktu yang Anda buat. Saya justru belajar dari diri saya sendiri bahwa saya TIDAK BISA bekerja lebih dari 9 jam non stop. Otak maupun mata saya sudah tidak bisa berkonsentrasi penuh. Riset saya adalah riset pemodelan sehingga banyak berpikir dan simulasi di depan komputer. Saya pernah pulang hingga pukul 1 malam ketika belum menata waktu saya, namun akibatnya fatal. Saya jadi MALAS di hari berikutnya. Semenjak memulai kebiasaan ini, tubuh saya lebih sehat, jarang sakit, pikiran fresh, target riset bisa diselesaikan dengan luar biasa. Bekerja hingga pukul 10 pm juga tidak baik bagi saya, saya pernah melakukannya dan tidak fit ketika esok harinya.

NGANTUK ketika bekerja: Saya juga beberapa kali merasakannya Tips: Anda bisa minum kopi, tapi jangan keseringan ya! atau minum multi-vitamin. Sekali lagi jangan sering-sering.

TIAP ORANG BEDA-BEDA: Setiap orang tentu punya karakter yang beda-beda, termasuk load pekerjaan yang beda-beda, namun pakailah standar yang sama dengan saya yaitu:

Tidur cukup (7-8 jam)
Olahraga cukup (minimal 3 kali seminggu)
Hiburan yang cukup
Asupan makanan yang baik
dan tentu saja AMALAN YAUMI yang berkualitas.
Anda bisa menyesuaikan dengan keadaan anda.

MENJADI MORNING PERSON: Saya belajar banyak dari orang UK, mereka adalah orang-orang yang punya life namun hasil kerja mereka efektif dan efisien. Saya pernah belajar di salah satu negara Asia Timur dan sekarang berada di Eropa. terus terang saya lebih menyukai gaya bekerja orang UK dibanding orang-orang Asia Timur. Mereka sangat family oriented, punya life, dan bisa bekerja dengan efisien.

Keep a good record: Di sticky note komputer saya, lengkap record perkerjaan, amalan yaumiyah, dsb day by day. Ini sangat bermanfaat untuk melihat progress pekerjaan riset saya juga waktu yang sudah saya habiskan untuk belajar. You have to create it!

Demikian cerita panjang soal manajemen waktu. Di share ke sahabat maupun teman dekat ya, pasti banyak manfaatnya

Salam musim gugur dari Bristol

———————-

[1] Bantuan biaya perjalanan.

[2] Abstract terbaik. Yaitu penghargaan yang diberikan kepada para peserta seminar yang mempunya kualitas artikel yang bagus.

 

One thought on “MANAJEMEN WAKTU EFEKTIF BAGI MAHASISWA

Tinggalkan Balasan