BEGINI CARA SAYA MENATA WAKTU

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Sejak 2013, saya sudah mulai melakukan latihan manajemen waktu. Sampai saat inipun saya masih terus belajar dan mengimprove kesalahan-kesalahan yang mungkin saya lakukan. In short, time management is indeed a deliberate practice. Selalu akan berubah kualitasnya jika kita terus berbenah.

Kali ini, saya akan berbagi catatan singkat menata waktu berdasarkan pola latihan dan pemgalaman pribadi saya selama ini.

PERTAMA: Kamu perlu punya aktivitas prioritas

Kata Dr. Newport, penulis buku best seller don’t follow your passion dan deep work, aktivitas ini disebut sebagai deep habbit. Aktivitas prioritas ini setiap orang beda-beda. Sebagai muslim, tentu saja aktivitas prioritas adalah menjaga amalan-amalan unggulan. Bisa qiyamul lail rutin setiap hari, tilawah 1 juz per hari, hingga sholat duha yang berkesinambungan. Apapun itu, amalan prioritas ini kita letakkan sebagai yang utama. Kenapa saya mengambil sisi spritualitas pertama kali untuk mengacu kepada aktivitas prioritas? Alasannya sederhana, pertama saya muslim, kedua, amalan harian ini sebenarnya menjaga kualitas konsentrasi kita. Saya menganalogikannya seperti makna “sakinah” atau ketenangan. Dengan ketenangan batin inilah kita lebih mudah produktif dan konsentrasi menyelesaikan target harian kita.

photo0006

Bagaimana jika kita mengesampingkan aktivitas spritualitas? Anda boleh mencoba dengan latihan mental lain yang meningkatkan konsentrasi, sebut saja yoga. Saya ingat sekali, Dr. NEWPORT pernah menulis kisahnya bersinggungan dengan orang Yahudi yang memulai hari mereka di “camp konsentrasi” selama beberapa jam setiap hari. Efeknya? Mereka menjadi manusia-manusia dengan tingkat produktivitas yang tinggi.

Selain aktivitas diatas, yang tak kalah penting sebagai pendukung utama manajemen waktu adalah OLAHRAGA dan makanan yang sehat.

Saat ini saya memiliki floater di mata (silahkan google jika tidak paham soal floater) yang salah satu solusi terbaik untuk mengurangi efek bagi aktifitas saya yang sebagian besar di depan komputer adalah dengan OLAHRAGA. Saya rutin main bulutangkis 2-4 jam seminggu dan 1 jam berenang bersama DeLiang tiap hari kamis, diselingi dengan lari atau jalan kaki setiap hari 30-60 menit. Bulutangkis dan berenang adalah aktivitas olahraga utama, sedangkan lari biasanya saya lakukan jika belum berolahraga. Kenapa 30 menit? Sederhana saja, karena gak butuh will-power yang kuat untuk melakukannya.

Menurut Prof. ERICSSON, salah satu olahraga yang bisa mengubah hidup seseorang adalah menjadi seorang pelari: if you want to change your life, be a runner. Jadi ini bisa jadi opsi.

Saya biasanya lari dì taman dengan DeLiang. Aktivitas bonding ayah-anak sekaligus membiasakannya berolahraga. So he knows that running or swimming is an exercise for him.

Bagaimana dengan makanan sehat? Saya tidak perlu menjelaskan ini karena efeknya bagi kesehatan sudah sangat jelas.

KEDUA: Bikin target mingguan anda

Sebelum memulai hari kerja, list-lah target mingguan anda. Dalam banyak riset dari beberapa jurnal dan buku manajamen waktu, list target gak perlu banyak. Sebaiknya kurang dari 3 hal. Jika sudah punya list, tulislah di buku agenda kalian (seperti di gambar yang saya sertakan).

KETIGA: Tuliskan jadwal dalam skala harian

Sudah 4 tahun terakhir 80-90% dari 365 hari saya selalu dimulai dengan menulis jadwal harian di hari sebelumnya atau ketika di pagi hari saat akan bekerja.

Bagaimana jika sudah sering menjadwalkan tapi selalu tidak terlaksana? Gak ada saran lain selain: COBA TERUS.

Dijadwal harian ini kalian bisa menyertakan to do list dalam sehari. Sebagai seorang pelupa tingkat tinggi, menulis to do list ini sangat membantu saya. Misalnya harus belanja, melakukan claim dana funding, dsb.

KEEMPAT: Rekam jejak keberhasilan anda dan lakukan evaluasi

Sebagai seorang pelajar, saya selalu merekam berapa lama saya bekerja dalam sehari dengan penuh konsentrasi. Jadi biasanya diakhir hari saya, buku agenda saya akan tertulis berapa lama waktu yang saya habiskan dengan penuh konsentrasi untuk belajar. Reratanya adalah 4 jam.

Lalu, terus evaluasi. Saya biasanya akan evaluasi ketika sedang berlari, naik bus, atau dengan menulis seperti ini.

Buku2

KELIMA: Terus membaca dan belajar cara menata waktu

Dalam 3 tahun terakhir saya banyak sekali membaca buku manajemen waktu. Saya sendiri punya target menghabiskan 1 buku ‘berat’ dalam 1-3 bulan. Memilih membaca buku berbahasa Inggris. Kenapa lama? Karena saya juga sedang melakukan deliberate practice soal membaca. Waktu itu saya yakin akan terus berkurang dalan beberapa tahun ke depan.Biasanya setiap kali membaca selalu bersama pena atau sticky note karena saya menempel catatan penting di halaman-halaman tertentu atau meggaris bawahi catatan yang perlu diingat. Kenapa bahasa Ingris? Simply untuk mempertajan kemampuan bahasa saya. Selain itu, sebagai penulis, membaca buku adalah kewajiban karena saya bisa belajar bagaimana buku-buku best seller ditulis. Saya Bisa tahu bagaimana caranya seorang Prof. Bidang mindset seperti Dr. DWECK menulis buku populer yang laku jutaan kopi atau seorang ilmuwan muda macam Dr. Newport yang menjual idenya dengan brilian lewat buku yang ditulisnya.

Demikian sharing singkat saya. Semua prosedur manajemen waktu ini selain dari hasil trial dan error juga berasal dari buku-buku manajemen waktu yang saya baca.

Tidak semua perlu anda ikuti karena bisa jadi ada yang kurang tepat dan saya yakin pola ini masih akan terus meningkat selama saya terus belajar.

Selamat mencoba!

Keep working, exercising, and be happy!

Bristol, 3 Juli 2017

Ditulis saat nyambi ngemong anak kedua saya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s