Apa saja bentuk-betuk PLAGIASI?

Bismillah…

Dengan adanya kejadian akhir-akhir ini tentang plagiasi, seperti menjadi momen yang tepat untuk memberikan informasi yang lebih detail tentang masalah plagiasi. Persoalan ini sebenarnya menjadi masalah yang sangat akut di lingkungan pendidikan kita. Di lingkungan perguruan tinggi (PT) sudah terlalu sering isu ini menjadi biasa dan dibiasakan oleh para dosen dan kalangan akademisi lainnya. Penyakit ini kemudian menggeregoti dan menjadi budaya di dunia perguruan tinggi kita. Betapa banyaknya skripsi dijual murah, metode copy paste yang berlangsung bertahun-tahun demi menyelesaikan makalah yang deadlinenya esok hari, hingga tak perduli lagi dengan hasil karya orang lain karena alasan sederhana: malas untuk menulis.

Untuk memberikan informasi yang lebih luas, saya akan memberikan informasi yang umum dan jelas terkait dengan makna plagiasi. Bentuk-bentuk plagiasi ini perlu diketahui oleh para mahasiswa dan kalangan umum lainnya agar budaya copy paste ini terus berkurang. Informasi ini saya ambil dan beberapa web kampus terbaik di UK, seperti dari University of Oxford [1] dan University of Bristol [2]. Berikut ini adalah bentuk-betuk plagiasi:

  • Meng quote secara verbatim (kata demi kata) tanpa meberikan referensi yang jelas sumber quote yang digunakan.

Pastikan tulisan yang kita quote disertakan sumbernya dengan jelas. Dalamparagraf yang kita tulis sekalipun seharusnya bisa dibedakan mana yang merupakan buah pemikiran dari hasil riset kita dan mana yang kita ambil dari penelitian lain.

  • Copy dan paste dari internet tanpa menyertakan sumber yang jelas dalam artikel anda

Penting sekali untuk memberikan informasi lengkap dari mana tulisan yang kita buat berasal. Bahkan dari internet sekalipun. Selain itu, tulisan-tulisan yang beredar online juga disarankan agar bisa diteliti terlebih dahulu apakah benar merupakan sumber asli, terpercaya, dan kredibel atau tidak. Pastikan proses copas ini tidak hanya menyelesaikan masalah deadline anda tapi juga punya kredibilitas.

  • Paraphrasing tanpa memberikan kredit dalam bentuk referensi kepada penulis asal. 

Sekalipun anda melakukan para-phrasing (mengubah susunan kata/kalimat), referensi yang jelas harus disertakan.

  • Kolusi

Bukan hanya soal uang dan jabatan. Masalah KOLUSI ini juga merupakan bagian dari plagiasi. Jika tulisan yang anda sertakan dalam artikel anda adalah tulisan kawan anda sendiri, pastikan agar menyertakan sumbernya dengan jelas. Saya teringat ketika menulis artikel jurnal dalam satu tahun terakhir ini, sekalipun tulisan yang saya buat berasal dari penulis kedua di jurnal kami, tetap saja kredit dan referensi itu harus jelas dan termuat dengan baik.

  • Proses sitasi yang tidak akurat

Kurang akuratnya proses anda melakukan sitasi (referencing) juga merupakan bagian dari plagiasi. Lagi-lagi saya teringat dengan first year review PhD saya dua tahun lalu. Saat itu saya diingatkan oleh examiner agar menulis dengan baik nama, halaman, dan detail referensi yang saya gunakan. Saya belum menyadari jika referensi menjadi sangat krusial dalam tulisan-tulisan ilmiah, bahkan bisa membawa masalah besar ketika referencing ini tidak dilakukan dengan akurat.

  • Tidak menginformasikan bantuan dari orang lain dengan jelas

Jika anda sumber teori atau hal-hal teknis yang dibantu oleh orang lain dalam memperkaya tulisan anda, apalagi mengubah substansi tulisan anda, maka pastikan untuk memberikan kredit kepada mereka. Sering sekali saya menemukan jurnal yang tidak lupa memberikan kredit kepada orang lain ketika mereka membantu sang penulis untuk meningkatkan kualitas tulisan mereka atau mengubah hal-hal substansial dalam tulisan mereka.

  • Mengunakan tulisan yang ditulis oleh AGEN PROFESIONAL dan sejenisnya

Sering kita menemukan jasa pembuatan skripsi, makalah atau disertasi di sekitar kita bukan? di UK, hal ini SANGAT TERLARANG sekalipun anda mengeluarkan uang dan membayar agensi tertentu untuk menyelesaikan tugas anda. Jadi pastikan untuk TERHINDAR dari bayar membayar hanya untuk sekedar menyelesaikan skripsi/makalah anda.

  • Auto-plagiarism

Jangan sekali-kali mensubmit tulisan yang sudah anda tulis (baik sebagian maupun keseluruhan) dari tugas-tugas yang sudah anda kerjakan sebelumnya. Pastikan agar mengubah/memodifikasi terlebih dahulu agar tulisan anda tidak sama persis dengan sebelumnya.

HATI-HATI dengan SELF-PLAGIARISM

Ini adalah sedikit pengalaman pribadi saya terkait dengan Self-Plagiarism.

Pagi tadi, setelah menunggu 2 bulan, kabar jurnal paper ke-3 yang saya tulis selama PhD datang juga. Paper kolaborasi bersama beberapa ilmuwan senior tsunami Indonesia ini bisa lolos dengan minor revisi di tangan editor. Proses review di jurnal ini (Natural Hazard and Earth System Siences-NHESS) ini memang unik.

PERTAMA: Paper akan di cek tingkat plagiasinya memakai software iThenticate oleh pengelola journal sebelum dikirim ke Editor. Report hasil cek ini akan diberikan ke Editor yang akan menghandle paper yang disubmit lalu Editor yang menentukan apakah layak atau tidak.
.
KEDUA: Proses penentuan Editor berlangsung hati-hati dan fokus. Penentuan Editor ini terbilang lama karena mereka benar-benar ditunjuk berdasarkan kepakaran bidang yang sesuai dengan tema paper. Tujuan pihak pengelola adalah untuk menjamin proses review belangsung fair karena manuskrip langsung dihandle Editor yang paham dan handal.
.
KETIGA: Jika Editor meloloskan paper yang disubmit, maka slanjutnya paper dibuka ke publik untuk menerima reviewer dari 2/3 reviewers dan komen dari para pembaca. Jadi selama proses review ini siapapun bisa mengecek secara terbuka keputusan dan feedback yang didapat. Jika lolos review maka paper bisa dipublikasikn.
.
Paper kami sendiri baru masuk tahap ke-3.

chapter

Yang menarik justru paper teman lab saya yang ditolak karena self plagiarismnya mencapai 20%. Teman lab saya ini sudah punya banyak publikasi dijurnal bereputasi internasional karena dia memang sudah postDoc. Paper yang ditolak ini adalah gabungan 3 riset yang disimpukan dalam satu manuskrip. Sebelumnya sudah ada dua paper terpublikasikan yang menjadi bagian kecil dari paper yang ditolak ini. Supervisor sudah mengingatkan dia agar menulisnya tanpa ada jejak plagiasi.

Saya cukup beruntung karena hanya 10% similarities index untuk self plagiarism dari paper saya seblmnya (http://journal.frontiersin.org/…/10.3…/fbuil.2016.00033/full). Spv sudah mewanti-wanti untuk mengubah perspektif menulis sejak awal. Paraphrases-pun tidak cukup.
.
Selama belajar menulis dengan spv, saya selalu hampir ditolak draftnya oleh spv jika melakukn paraphrases. Kata “paraphrases” ini sering sekali saya dengar sebagai tips paling jitu untuk menghindari plagiasi. Namun software iThenticate tetap bisa mendeteksi, karena similaritiesnya ditrace berdasarkan kesamaan kata dalam satu kalimat/paragraf yang utuh. Karena inilah, semua tulisan selalu disarankan supervisor agar ditulis ulang dengan konteks yang sama tetapi dengan kata-kata yang berbeda. Ini tentu saja bikin pusing tujuh keliling bagi saya yang bahasa Inggrisnya pas-pasan.

Selama melewati proses ini, saya selalu teringat dengan Benjamin Franklin yang memberikan tips menulis dengan content yang sama tapi dengan kata-kata yang berbeda. Kata Franklin:

“Baca dan pahami tulisan tersebut. Lalu tulis point penting paragraf/kalimatnya. Endapkan dan biarkan beberapa waktu hingga kalian lupa model tulisannya seperti apa. Lalu tulislah ulang dari awal. Lakukan terus menerus hingga kemampuan menulis anda akan semakin terasah”

Tips inilah yang saya pakai untuk menghindari self plagiarism. Umumnya saya tidak akan membuka atau membaca sama sekali paper/paragraf dari tulisan saya sebelumnya. Saya akan menulisnya sendiri dengan menghilangkan semua memori tulisan saya sebelumnya.

Pelajaran yang paling berharga adalah: JANGAN TERBIASA MELAKUKAN COPY PASTE TULISAN. Meskipun itu tulisan anda sendiri. Karena Kreidibilitas anda adalah taruhannya.

[1] https://www.ox.ac.uk/students/academic/guidance/skills/plagiarism?wssl=1

[2] http://www.bristol.ac.uk/library/support/findinginfo/plagiarism/

Iklan

One thought on “Apa saja bentuk-betuk PLAGIASI?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s