Serpihan Inspirasi – Seni Berdo’a

Bismillah…

Tak cukup hanya dengan kesungguhan hati meminta. Do’apun ada seninya. Puji-pujian untuk-Nya dan Rasul-Nya adalah pendahulu dari segala pintamu, kemudian, iringilah ia dengan kalimat ampunan dan pertaubatan, lalu tutuplah dengan segala tumpukan harapanmu. Jangan lupa untuk mensucikan tubuhmu, memperhatikan waktu do’amu, dan tempat dimana engkau berdo’a. Jika masih belum berbalas, pakaikanlah makna “baik sangka” kepada-Nya, karena buah kesabaran memang selalu indah.

Kalaupun di waktu berikutnya, baik sangkamu itu mulai berkarat. Maka yakinkanlah di dalam dirimu, bahwa masih banyak cela dan noda yang melekat dalam hatimu. Ia menjadi penghalang terkabulnya do’amu, sebab kekotoranmu yang pernah terjadi dahulu, bisa jadi menjadi hambatan naiknya do’a-do’amu menuju langit-Nya.

COver3
Hentikan sikap tergesa-gesa dalam meminta. Sebab sebagai insan biasapun kita tak suka orang yang semena-mena dan asal menagih apa yang mereka ingini, tiba-tiba hadir dihadapan kita. Apalagi Allah, Sang Pemberi Hidayah. DIA sangat menyukai sesenggukanmu dalam meminta, mencintai keterikatan hatimu bersama panjangnya kalimat do’a-mu, bahkan sering juga DIA menahan untuk tak mengabulkannya karena keinginan-Nya untuk mendengar keluh kesahmu. Kalau sudah begitu, apalagi yang kita pertanyakan?

Tanyakanlah pada lakumu, juga hatimu, sudahkah do’amu tidak tergesa-gesa, sudahkah pintamu terbersamai dengan ketundukan jiwamu untuk merasa hina di hadapa-Nya, sudahkah senyummu atau juga mungkin tangismu menggambarkan rasa harap yang membuncah untuk-Nya. Jika belum, perbaikilah. Periksalah laku yang kotor, jiwa yang kelam, dan waktu-waktu-mu yang kosong tanpa kehadiran-Nya. Semoga kesyukuranmu selalu berteman dengan panjangnya harapmu.

Tinggalkan Balasan