5 KEBIASAAN INI HARUS ANDA TEKUNI AGAR SUKSES

Bismillah…

Tulisan ini adalah bagin dari Self Management Project yang saya dedikasikan untuk membahas masalah manajemen diri. List artikelnya bisa di lihat di sini.

Nama lengkapnya, Kwon Ji-Young. Lelaki kelahiran Seoul, Korea Selatan 28 tahun silam ini lebih populer dengan nama G-Dragon. Rasanya setiap penggemar K-POP akan sangat familiar dengan nama G-Dragon sendiri dibanding dengan nama aslinya. Saat ini, G-Dragon termasuk dalam list Hallyu star [1] paling tenar sebagai penyanyi. Menggawangi boy band BIGBANG, G-dragon menempatkan mereka sebagai salah satu dari grup Idol dengan penggemar terbanyak di dunia. Lihat saja lagu-lagu mereka di Youtube, jumlah viewnya sudah banyak yang melebih puluhan hingga ratusan juta view. Bagi musisi Asia, jumlah view ini termasuk fantastis. Jumlah subscriber mereka bahkan telah mencapai lebih dari 7 juta subscribers [2]. Catatan fantastis lainnya dari mereka adalah pendapatan kasar yang mereka hasilkan dalam dunia musik. Dalam beberapa lansir media online, total pendapatan BIGBANG tahun 2016 mencapai 585 Milyar rupiah dengan jumlah kekayaan milik G-Dragon sendiri diperkirakan sekitar 160 Milyar rupiah [3, 4]. G-Dragon telah memulai karirnya di dunia entertainment sejak berumur 5 tahun. Namun yang paling menonjol darinya adalah kepiawaiannya menulis lagu. Yang Hyun Suk, CEO YG entertainment yang menjadi bosnya saat menjadi trainee di usianya yang masih 13 tahun adalah sosok yang paling berjasa dibalik kisah suksesnya menulis lagu. Dia “dipaksa” menulis minimal 2 lagu setiap hari oleh Yang Hyun Suk sejak berusia 13 tahun dan kemudian berlanjut hingga saat ini [5]. Kebiasaan yang sudah dilakukannya bertahun-tahun ini kemudian mengantarkannya menjadi salah satu composer musik terbaik di Korea. Dia bahkan dianugerahi gelar komposer terbaik di Korea saat usianya masih 20 tahun. Tercatat hingga Juni 2016, sudah 170 lagu yang berhasil ditulis dan dirilis ke publik. Sebagian besar dari lagu-lagu ini sering memuncaki tangga lagu musik di Korea bahkan di dunia [6].

COver3

Kita tinggalkan kisah G-Dragon di Asia Timur sana dan beralih ke kisah anak muda yang mungkin familiar dengan para lulusan sarjana di negeri kita, Indonesia. Namanya Mike Jackson. Lulusan Biologi (S1) dan Teknik Energi (S2) dari Stanford University ini justeru menemukan mimpinya setelah beberapa tahun mengasah pengetahuan dan skillnya dengan tekun. Berbeda dengan G-Dragon yang sudah merintis karirnya dari usia 5 tahun dan memulai melatih skill menulis lagunya di usia 13 tahun. Mike Jackson mulai berkecimpung di dunia renewable energy (energi terbarukan) ketika memulai proyek thesis S2-nya. Supervisonya kala itu mengajaknya untuk melakukan riset tentang natural-gas di India. Mike memilih untuk menekuni proyek riset ini dengan serius dan penuh kedisiplinan [7]. Lewat proyek ini, Mike berkesempatan mengunjungi India dan China lebih dari 5 kali dan kemudian memahami pasar renewable energy di dunia. Mindset yang ia bangun kala itu adalah:

Jika saya bekerja dengan serius hari ini, maka akan ada banyak peluang yang akan saya dapatkan di masa depan.

Keseriusannya mengasah skill dan pengetahuannya tentang pasar global dan pengelolaan energi terbarukan kemudian mengantarkannya membuka sebuah start-up bidang energi bernama Green Village di tahun 2009. Meskipun tidak menjadi sebuah perusahaan besar. Pengalamannya selama lebih dari 5 tahun berkecimpung di bidang industri energi terbarukan kemudian mengantarkannya bekerja di The Westley Group, sebuah perusahaan energi terbarukan di Sillicon Valley, Amerika Serikat yang leading saat ini. Hanya dalam waktu 3 tahun setelah bergabung dengan the Westley Group di musim panas 2009, Mike Jackson kemudian telah menempati posisi direktur.

Kisah G-Dragon dan Mike Jackson ini sengaja saya tulis untuk memberikan dua fragmen pandangan yang berbeda namun berujung kepada satu kesimpulan: kesuksesan itu TIDAK INSTAN. Ia lahir dari kerja keras dan ketekunan yang berlangsung bertahun-tahun.

Beberapa peneliti dan penulis buku-buku pengembangan diri merumuskan setidaknya ada 5 kebiasaan yang harus dimiliki oleh para top performers seperti G-Dragon dan Mike Jackson [7, 8, 9]. Dr. Newport menyebutnya sebagai THE FIVE HABITS OF CRAFTSMAN [9].

Pertama: Tentukan jenis pekerjaan apa yang sedang anda geluti.

Ada dua setidaknya jenis pekerjaan (e.g. capital market) yang umumnya ada yaitu: WINNER-TAKE-ALL dan AUCTION-MARKET.

Winner-take-all adalah pekerjaan dimana hanya pemenang yang akan meraup keuntungan. Salah satu contoh dari jenis pekerjaan winner-take-all adalah karir yang digeluti oleh G-Dragon (musisi dan komposer) dan tentu saja PENULIS. Di luar sana banyak sekali penulis, tapi belum tentu semuanya adalah penulis best seller. Yang menang adalah mereka yang terbaik atau setidaknya paling diminati oleh pembaca saat ini.

Jenis pekerjaan Auction Market bisa kita lihat dari cerita Mike Jackson. Banyak perusahaan energi terbarukan yang menawarkan produk berbeda-beda saat ini dan mereka memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Sebagian besar dari kita yang bekerja di perusahaan-perusahaan multi-nasional juga bisa saja berada dalam karir ini.

Maka langkah yang pertama adalah tentukan jenis pekerjaan mana yang sedang anda geluti. Jika anda berada di winner-take-all maka berkerja keraslah agar menjadi yang terbaik/pemenang di bidang yang anda geluti saat ini. Jika tidak, anda akan dilupakan. Jika anda sedang berada pada pekerjaan di kategori Auction Market, maka pastikan anda menekuni pekerjaan anda dengan attitude yang bagus (tekun dan penuh keseriusan) agar skill anda terus berkembang dan menjadi salah satu yang terbaik dibanding kolega anda.

Kedua: Tentukan jenis SKILL/Career Capital yang dibutuhkan di pekerjaan Anda

Bagi yang menggeluti winner-take-all maka skill tersebut sudah sangat jelas. Untuk penulis, maka skill menulis yang menentukan kesuksesan anda. Tentu saja ini mencakup berbagai aspek kepenulisan seperti kemampuan membaca pasar, membangun cerita, hingga menulis naskah berkualitas. Bagi yang menggeluti pekerjaan auction market, maka disarankan agar anda melakukan yang disebut Dr. Newport sebagai OPEN GATE. Bukalah setiap kesempatan yang memungkinkan untuk membangun skill anda, tentu saja yang berkaitan dengan pekerjaan yang anda geluti saat ini.

Ketiga: Tentukan level GOOD atau bagus di bidang yang anda geluti

Cara paling mudah bagi anda yang menggeluti winner-take-all adalah belajarlah dari para pemenang di bidang yang sedang anda geluti saat ini. Bagi penulis, belajarlah dari mereka yang berhasil menulis buku-buku best seller. Bagi mereka yang berada di auction-market, lihatlah para kolega anda yang menjadi top performers dibandingkan dengan sejawat mereka yang bekerja di bidang yang sama. Kelebihan-kelebihan mereka bisa anda catat dan pelajari agar suatu saat anda bisa menyamai level mereka [7].

Keempat: Berlatih skill baru lalu hancurkan

Mulailah untuk melakukan deliberate practice: latihan mengasah skill. Proses ini tidak dilalui dengan senang-senang. Tapi kebalikannya, anda harus dipaksa untuk berada pada ketidaknyamanan yang sering membuat banyak orang menyerah. Cara paling sederhana mengevaluasi jika kita sudah melakukan deliberate practice dengan benar adalah ketika melakukan latihan skill tertentu, banyak kesulitan yang kita alamai. Entah otak terasa buntu, solusi terlihat buram, atau bahkan tubuh kita sendiri tidak nyaman karena lelah.

Setelah berhasil menaklukkan ketidaknyamanan itu, maka skill yang baru akan tercipta. Jangan berhenti hingga di situ. Latih terus kemampuan anda. Cobalah untuk melakukan evaluasi dengan mengajak orang lain menilai kualitas anda. Jangan menengok lagi dan merasa jumawa dengan skill yang baru, luapakan (baca: hancurkan) dan memulai lagi mindset untuk mengembangkan skill yang lebih berkualitas.

Kelima: Bersabarlah

Fasbir Shabran Jamila, bersabarlah dengan sabar yang baik. Pesan dalam Alqur’an Surat Al-Maarij di ayat yang ke lima ini telah menasehati kita agar terus bersabar. Meskipun konteksnya adalah tentang bersabar melihat para kaum kafir yang tidak percaya akan hari akhir. Namuan sekitar 90 ayat tentang sabar tersebar di berbagai surat di dalam Al-quran yang mengisyaratkan agar kita bertahan dalam ketidaknyamanan.

Maka proses menjadi para top performers adalah proses lama yang memakan waktu bertahun-tahun. Butuh kesabaran untuk bertahan dalam ketidaknyamanan, kesabaran untuk belajar dan memulai hal baru, juga kesabaran untuk bertahan dalam kesabaran.

Maka cobalah untuk memulai mengasah kemampuan anda. Suatu waktu, anda akan menuai hasilnya. In the end of the day, ketekunan anda yang akan mengantarkan anda menuju jalan kesuksesan.

Enjoy the weekdays,
Bristol, 25 April 2017.

References

[1] Sebutan entertainer Korea yang mendunia

[2] https://www.youtube.com/user/BIGBANG

[3] http://www.koreaboo.com/buzz/what-is-bigbang-g-dragons-approximate-net-worth/

[4] https://www.forbes.com/sites/zackomalleygreenburg/2016/07/14/the-top-earning-boy-bands-of-the-century/#6d6ab6953892

[5] http://www.sbs.com.au/popasia/blog/2014/08/18/28-fun-facts-you-didnt-know-about-g-dragon

[6] https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_songs_written_by_G-Dragon

[7] Ericsson A. and Pool R., (2016) Peak: Secrets from the new science of expertise, Penguin Random House publishing.

[8] Duckworth A. (2016). Grit: The Power of Passion and Perseverance. Penguin Random House publishing.

[9] Newport K. (2012). So good they can’t ignore you. Haccette Book Group.

Sumber gambar g-dragon dari sini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s