Journey to PhD (39) – 5 hal yang perlu Anda ketahui tentang mahasiswa PhD

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Pagi itu, Alex menenteng dua raket squashnya menuju gedung School of Math, University of Bristol. Salah satu dari 50 kampus terbaik di dunia [1]. Dengan sigap, lelaki asal Manchester ini menuju laboratorium School of Math bergabung dengan rekannya, seorang PhD student yang lain, untuk menjadi tutor di kelas Computational Math. Alex terlihat antusias, tentu saja karena iming-iming gaji menjadi Teaching Assistant [2] yang besarnya 2 kali lebih besar dibanding minimum wage UK [3]. Setiap harinya, Alex hanya akan berada di office miliknya dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Itupun jika Alex sedang rajin. Waktunya sebagai PhD student tentu sangat flexibel. Dia bisa datang ke kampus sesukanya. Bisa juga meliburkan diri sesukanya. Lain waktu, Alex akan menghabiskan evening-nya dengan dinner bersama rekan satu grup risetnya atau nongkrong di bar and restaurant favorit mereka yang langsung berhadapan dengan indahnya cahaya lampu Bristol Suspension Bridge di Clifton Village. Jika bertemu dengan rekan-rekan semasa kuliahnya. Alex akan dipuji habis-habisan.

“Wow.. You are super smart! You got a full 4 years scholarships from ESPRC UK [4] and dealing with a brilliant research regarding climate change modelling. That is impressive.”

Ini adalah cerita Alex. Kisah nyata tentunya, bukan mengada-ngada. Menjadi mahasiswa S3 seperti Alex adalah fragmen kehidupan yang mungkin terlihat mengagumkan, brilliant, dan adalah pekerjaan bagi mereka yang super smart. Namun sayang, diluar pandangan orang tentang kerennya menjadi mahasiswa S3, apalagi di kampus-kampus terbaik di dunia, tidaklah seindah mereka yang menjalaninya. Dari data council of graduate school, USA, hanya sekitar 40 hingga 57% PhD student yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya. Yang lebih mencengangkan lagi, hanya 35% yang lulus dalam kurun waktu dibawah 5 tahun [5]. Sisanya, mereka menempuh dalam waktu 10 tahun atau berhenti sama sekali. Lalu apa saja sebenarnya hal-hal yang jarang Anda ketahui tentang mahasiswa S3?

phd-survivor Baca lebih lanjut

Iklan