Journey to PhD (34) – When the finish line is so clear

Bismillah…

Sudah cukup lama saya tidak mengupdate perkembangan studi PhD di blog ini. Begitu banyak kejadian yang berlangsung dengan sangat cepat. Hari ini saya berhasil menyelesaikan satu milestone penting untuk penyelesain PhD saya yang baru memasuki 1 tahun 5 bulan.

Ada beberapa hal penting yang membuat supervisor saya berkali-kali mengatakan ini sambil tersenyum puas dan senang.

“You are in a very good position to get your PhD.”

Kata-kata ini sepertinya bukan cuma penyemangat belaka. Beberapa catatan manis berhasil saya torehkan setelah 1 tahun 5 bulan perjalanan PhD saya.

Pertama: Chpater 3 dan 4 saya akhirnya di approved. Untuk Chapter 1 dan 2 secara umum sudah terangkum dengan baik di dalam first year review report saya. Ketika selesai semua riset saya, bagian ini tinggal dikembangkan agar lebih komprehensif.

Cerita tentang proses penulisan chapter 3 dan 4 ini terus terang paling banyak memberi dampak dalam pengembangan riset dan proses menulis PhD thesis saya. Saya akhirnya menemukan “feeling” tentang bagaimana seharusnya menulis akademik dengan standard yang bagus. Ratusan revisi di chapter 3 dan 4 ketika saya mensubmitnya Desember tahun lalu menunjukkan betapa buruknya kualitas penulisan riset saya. Namun saya berhasil membalikkan keadaan dan membuat supervisor saya senang tak terkira ketika secara tiba-tiba, pekan lalu, beliau memanggil saya keruangannya.

Law Library

Law Library, Wills Building. Scanned from transparency December 2006.

“Can you come?”

Dengan deg-degan dan rasa campur aduk yang luar biasa, saya memberanikan diri menuju ruangannya yang berada dua lantai di atas office saya. Saya khawatir karena 3 hari sebelumnya saya baru saja mengirimklan revisi chapter 3.

Rupanya saya disambut dengan senyuman.

“Good work. Can you write like this in the first time not in the second time?” 

Saya nyaris tertawa namun menahannya. Ada rasa lega yang luar biasa. Saya mulai mengerti bagaimana menulis Introduction yang langsung menggigit, bagaimana menulis hasil riset dengan standard yang baik, dan juga bagaimana menulis agar orang tidak bosen dengan konten riset yang kita tampilkan. Meski masih ada minor revisi, namun approval dari supervisor saya begitu terasa dampaknya untuk menjaga semangat studi saya. Setelah pertemuan tersebut, kami lalu merangkum semua rencana-rencana dalam waktu dekat.

Kedua: Semua outline riset hingga Chapter 9 (conclusion) sudah tersusun dengan baik. Ketika menyerahkan revisi Chapter 3 saya, saya dan supervisor akhirnya merancang rencana penyelesaian Chapter 5, 6 dan 7 yang kemungkinan besar akan diselesaikan paling tidak dalam kurun waktu Februari 2016 hingga Februari 2017. Setelah Chapter 7, kami akan melakukan adjustment kembali sebelum memastikan keseluruhan riset saya.

Pada chapter 5, Saya akan membahas sensitivity analysis of stochastic earthquake slip models and bathymetric datasets to the result of tsunami simulation. Pada bab ini saya akan melakukan analisis 2 parameter yang paling berpengaruh terhadap hasil simulasi tsunami i.e. Earthquake slip dan data bathymetri (kedalaman laut). Hasil ini akan memberikan rekomendasi kepada peneliti tsunami risk analysis untuk memilih dataset bathymetri yang tepat di lokasi studi mereka. Terutama untuk daerah dengan data yang tidak sufficient. Saya mengembangkan spatial correlation dan monte carlo simulation untuk mengecek sensitivitas parameter bathymetric dataset terhadap hasil tsunami simulasi. Sebelum ini, di chapter 3 dan 4, saya sudah melakukan validasi yang mendalam dan komprehensif terhadap 9 jenis database dengan melakukan analisis yang cukup mendalam.

Chapter 6 adalah bagian thesis yang sangat penting. Dibagian ini saya akan menampilkan prediksi area gempa untuk wilayah Sumatra dimasa yang akan datang. Saya sedang menuliskannya dalam sebuah laporan (sekarang baru 8 halaman) setelah membaca puluhan paper tentang Seismicity di Sumatra selama 1 pekan di awal Februari kemarin. Saya menghabiskan waktu full di perpustakaan Queens Building dengan rata-rata waktu kerja 5-6 jam perhari selama weekdays. Alhamdulillah, saya sudah menemukan ide tentang Earthquake Future Scenarios. Saat ini tinggal dipresentasikan dihadapan supervisor. Selain itu, inti dari bab ini adalah mengeksplor analisis resiko tsunami di sepanjang pantai barat Sumatra. Yang menarik dari implementasi riset di bab ini adalah saya mengikutkan dua hal (1) SRCMOD database yang dimiliki KAUST. Ini adalah database terlengkap saat ini tentang model-model earthquake Slip sejak tahun 1900-an. Saya akan memodelkan Earthquake Slip dengan mempertimbangkan data-data SRCMOD; (2) Analisis stochastic slip models juga akan diimplementasikan di bab ini.

UoB

Sedangkan untuk Chapter 7, saya akan melakukan rigorous analysis untuk dampak tsunami di beberapa kota-kota penting di Barat Sumatra i.e. Bengkulu dan Padang.

Ketiga: Penulisan 2 Jurnal paper dan 2 Jurnal conference. Saat ini, selain melakukan pararel pekerjaan menulis report dan mengembangkan konsep analisis untuk chapter 5 yang selesai hari ini, saya juga disibukkan dengan 3 deadline: (1) Deadline World EQ Conference di Chile, Januari 2017. Deadlinennya adalah 15 April. Saya harus mensubmit full paper untuk conference. (2) Deadline ICCE 2016 Conference di Istanbul Turkey, Juli tahun ini. Deadlinennya sama dengan conference di Chile namun hanya berupa In depth Abstract. Di conference ini, paper saya akan dimasukkan dalam Coastal Engineering Procedding. (3) Deadline frontiers Journal (31 Agustus) untuk edisi Cascading Hazard yang merupakan kolaborasi dengan researcher-researcher kaliber dunia. Selain itu, jika selesai melakukan analisis Chapter 5, saya kemungkinan akan mulai menulis Journal ke-2 dan kemudian akan marathon lagi menulis Journal ke-3 dari Chapter 6 dan 7.

Keempat: Bergabung dengan riset kolaborasi Jepang, UK, dan Mexico. Riset ini tentang Future Tsunamigenic Risk Analysis di Mexico. Saya bertugas menyediakan dataset DEM dan bathymetry untuk wilayah Mexico yang saya kerjakan hingga jam 12 malam 2 hari yang lalu. Sebenarnya saya hanya membutuhkan watu 1 hari saja karena memang semua database sudah saya siapkan ketika mengerjakan riset Chapter 3 dan 4. Saya baru merasakan manfaat membuat database seluruh dunia ini setelah beberapa bulan berlalu. Supervisor saya menawarkan saya bergabung dengan kolborasi riset ini. sebuah tawaran yang sulit untuk kutolak.

Kelima: Rencana keliling beberapa negara. Berkat kolaborasi riset ini, saya diundang kembali ke Coastal Engineering Laboratory di Kyoto University lagi. Ini sebenarnya hanya hadiah kecil saja karena mereka kebingungan menghabiskan dana riset. Tidak hanya pihak researcher Jepang, Supervisor saya juga kebingungan menghabiskan dananya. Alhasil, saya akan melakukan beberapa perjalanan sebelum musim dingin tahun ini. Jepang, Indonesia, Turki, dan kemungkinan Maroko. Semuanya bisa dibilang gratisssss! I am sooo lucky!

Semoga semua rencana berjalan dengan baik juga diberikan kesehatan untuk menuntaskan tugas belajar ini dengan hasil yang gemilang.

Stay alert and keep working hard!

Jia you!

Sumber gambar (di sini dan di Sini)

Iklan

2 thoughts on “Journey to PhD (34) – When the finish line is so clear

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s