Beginilah Rindu

Bismillah…

Ketika hanya rindu yang membingkai hati
Waktu terasa begitu lambat
Berjalan lelah dan terseok-seok
Dalam rasa yang berat, dalam jiwa yang pedih karena menahan sesak

Dingin menjadi teman, hujan menjadi nyanyian tentang rasa yang harus tertahan.

Beginilah rindu, rupanya tak berwujud namun rasanya begitu menghentak..

Beginilah cinta, dianggap biasa namun menjadi penentu bahagia..

Dan kamu adalah alasan kata-kata ini lahir. Dalam rindu menyesakkan tentangmu.

Dalam imaji memegang erat tanganmu melewati musim gugur yang telah berlalu

Dalam rencana menghabiskan waktu bersama tanpa ada jeda dan intervensi.

Beginilah rasanya kepedihan diam-diam. Menantimu dalam sabar, menunggumu dengan harapan.

Kamu, ya kamu.. Selalu membayang ditiap waktu. Ditiap perjalanan pagi dan malamku.

Bristol, 11 Januari 2016

 

2 thoughts on “Beginilah Rindu

  1. Assalamualaikum, Mas Ario, apa kabar? Saya Teuku Reza, dosen dari Unsyiah, Aceh. Saat ini, 11-15 januari 2016 saya di university of Bristol, mengikuti conference.
    Jika mas Ario ada waktu barangkali bisa ketemu…apakah ada mahasiswa asal Aceh juga di Bristol…saya ada bbrp kolega juga yg mrlakukan riset ttg tsunami di Aceh…saya acaranya at Bristol science centre….ini email saya…teuku_rezaferasyi@unsyiah.ac.id

Tinggalkan Balasan