4 tahun bersamamu

Bismillah…

4 tahun bersamamu adalah tahun-tahun membangun fondasi cinta. Saat pengorbanan, saat kerja keras, saat tangis dan bahagia, juga saat-saat memendam rindu dalam ribuan mil jarak yang terpisah. 4 tahun bersamamu adalah warna-warni perjalanan kita yang begitu melekat dalam ingatan.

4 tahun bersamamu adalah tahun-tahun dimana fondasi cinta itu kita bentuk bersama. Belajar menghargai, membangun rumah impian, menerka rencana-rencana Tuhan, hingga berani mengambil banyak resiko untuk mengejar ambisi bersama. 4 tahun bersamamu adalah warna-warni mengejar mimpi, mencatatkan ribuan kontemplasi, dan berlari kencang meninggalkan kenyamanan.

autumn

4 tahun bersamamu adalah tahun-tahun yang lewat tanpa ada lagi adu argumen karena aku dan kamu sudah terlalu sibuk membangun dunia, membangun anak kita yang tumbuh dengan bahagia luar biasa. 4 tahun bersamamu adalah tawa yang disertai berdebat untuk hal-hal yang tak penting karena telah lewat semua teori tentang pertikaian. Telah saling memahami kata “aku” dan “kamu”. Sampai kadang aku bingung dan sering bergumam, “kita ini kurang berantemnya.” 😀 4 tahun bersamamu memang terlalu membahagiakan, sampai akupun merasa terlalu banyak nikmat yang datang, tak terhitung jumlahnya.

4 tahun bersamamu adalah tahun-tahun perjalanan. Ketika kita membangun mimpi di Taiwan, meretas musim panas di Hongkong, juga mengeja cinta di Bali. Belum lagi wangi tanah Maluku yang berkali-kali kita jejaki, juga sunyinya Trenggalek yang selalu kita rindui. 4 tahun bersamamu adalah waktu dimana kita mengukur ribuan mil perjalanan bersama. Dari Yogyakarta ke Malang, dari Surabaya hingga Tomohon. Sampai dia, si kecil yang begitu kita cinta, sangat terobsesi dengan perjalanan panjang. 4 tahun ini, entah sudah berapa mil jarak yang kita ukir, namun rasanya belum akan lengkap jika Eropa tidak menjadi muaranya.

4 tahun bersamamu adalah momen terbaik dalam hidupku, dan aku harap juga hidupmu. Maka semoga tahun-tahun berikutnya adalah tahun-tahun penuh karya yang kita torehkan bersama. Ketika aku lagi dan lagi menerbitkan buku-buku yang bertuliskan semua mimpi, cita, dan imajinasiku, ketika aku lagi dan lagi menelurkan karya-karya ilmiah yang berguna bagi bangsa dan dunia, ketika aku dan kamu menjelajah negeri lain di bumi Allah yang menakjubkan, ketika aku dan kamu membersamai DeLiang dalam tawa dan bahagianya, juga membersamaimu menjelajah Eropa dan menyelesaikan mimpi meraih gelar doktormu. Aku berharap tahun-tahun mendatang akan menjadi seperti itu.

Entah berama lama lagi kita harus bersabar, namun aku dan kamu telah meyakini satu hal, bahwa rencana Allah selalu tak pernah meleset dari kebahagiaan manusia. Tugas kita hanyalah mensyukuri, berikhtiar, dan berharap sebaik mungkin.

Bristol, 30 Oktober 2015

-saat musim gugur yang dingin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s