Journey to PhD (21) – Mengalami Tindakan Kejahatan di Bristol-UK

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Bismillah…

Saya sengaja menulis cerita ini agar bisa berbagi dengan rekan-rekan pelajar yang sedang studi dimanapun, khususnya di UK.

Kemarin malam, 12 Mei 2015, saya mengalami musibah yang menurut saya salah satu yang cukup membahayakan selain kejadian perang saudara ketika saya masih kecil dulu.

Kemarin malam, setelah mendiskusikan writing report saya yang seharusnya saya submit ke supervisor Rabu ini (13 Mei) bersama teman saya, saya akhirnya pulang ke rumah sekitar jam 9 malam.

Saya terlambat bus sehingga harus menunggu 21 menit lg. Dengan tak pikir panjang saya memilih menggunakan jalur bus yang lebih panjang biar bs segera di rumah. Saya akhirnya naik bus no. 75 (biasanya langsung bus 73 dari city centre of Britol ke rumah saya) lalu mengganti dengan bus 73.

Saya kemudian turun di salah satu station dekat rumah. Jarak stasiun ke rumah sekitar 300m. Saya berjalan menyeberangi jalan gang kecil (beraspal) yang biasanya sebagai jalan masuk ke blok-blok tiap rumah di perumahan saya. Continue reading

Penghargaan Publikasi Ilmiah dari LPDP

Bismillah…

Malam ini saya membuka email dan mendapatkan informasi menarik mengenai penghargaan publikasi ilmiah dari LPDP. Sebuah informasi yang memberikan suasana segar bagi apresiasi para periset di Indonesia. Sebnarnya program semacam ini sudah dilakukan di beberapa PTN besar di Indonesia, termasuk di ITS tempat Istri saya menjadi dosen. Bahkan tahun lalu Istri sempat mendapatkan suntikan dana penghargaan dari paper yang kami kerjakan bersama.

Yang menarik adalah ada dua kriteria penghargaan dengan jumlah dana yang berbeda, yaitu jurnal dengan Impact Factor (IF) antara 5 sampai 10 dan di atas 10. Ditambah dengan jumlah sitasi minimal 10.

Cara ini saya pikir memberikan angin segar bagi para peneliti-peneliti muda maupun calon-calon peneliti seperti kami yang masih menjadi mahasiswa PhD. Dengan impact factor setinggi itu, saya pikir kualitas riset yang dihasilkan juga pasti kualitas riset tingkat dunia. Rekan saya Tomy Abuzairi yang sedang menyelesaikan PhD-nya di Hamamatsu-Jepang justru telah mempublikasikan hasil risetnya di jurnal dengan IF>6. Ini berita yang sangat baik untuk iklim riset di Indonesia. Continue reading