Journey to PhD (20) – Menang Arthur Holmes Travel Grant 2015

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Bismillah…

Bulan April rasanya sangat spesial. Saya berhasil menyelesaikan beberapa hal yang krusial dan menjadi titik penting perkembangan studi saya. Di buku agenda 2015, saya memiliki beberapa target yang harus dicapai di bulan ini yaitu:

(1) Menyelesaikan aplikasi beasiswa LPDP Istri saya

Saya turun tangan penuh membantu persiapan aplikasi Istri saya. Ditengah mengejar beberapa deadline, saya berhasil membantu menyelesaikan aplikasi Istri saya dari merevisi 2 essay-nya, membantu membuat format rekomendasi hingga merevisi riset proposalnya. hahaha.. Well, I love to do this! Mungkin karena saya terlalu sering melakukan aplikasi beasiswa, jadi menghandle ini terasa cukup mudah.

Istri saya sudah penuh tugasnya. Dari mempersiapkan proposal riset, ngajar, sampe ngurus anak kami dan rumah. Saya perlu meringankan bebannya. Tapi kalau dipikir-pikir, Istri saya jadi terlalu santai, mikir bahwa dia punya suami yang cekatan ngurus beginian. hehehe 😀

(2) Menyelesaikan revisi Novel saya

Ini juga punya tantangan tersendiri karena saya hanya diberi waktu 1 minggu oleh editor. Komentar naskah saya dikirimkan pada 20 April, ketika saya sedang puncak-puncaknya mengejar presentasi dan riset simulasi tsunami. Seperti biasa, saya juga berhasil menyelesaikan revisi novel saya 5 hari setelahnya. Dan Alhamdulillah saat ini sudah masuk proses editing. Saya membuat goal dalam seminggu, 2 diantaranya adalah menyelesaikan aplikasi Istri saya dan menyelesaikan revisi Novel berbarengan dengan kerjaan riset saya. See? semakin bagus manajemen waktu kita semakin banyak pula karya yang kita hasilkan.

shetland1

(3) Presentasi di grup riset saya

Ini menjadi titik paling krusial dalam perjalanan proyek riset saya tahun pertama. Supervisor saya cukup kaget saya berhasil menyelesaikan simulasi tsunami dalam waktu 1 bulan. Bukan whole works, tapi saya berhasil menggunakan codingan MATLAB dan FORTRAN miliknya untuk kasus gempa di Mentawai. Settingan data-nya memang sangat ribet karena saya memindahkan case Tohoku ke Sumatra. Akhirnya setelah report DEM dan bathymetry saya 2 bulan sebelumnya, saya berhasil mendapat komen “very good progress” lagi dari supervisor saya. Beliau terkenal pelit memberikan pujian. 🙂

Saya bersyukur membangun deep habit dan berbagai perangkat manajemen waktu yang sudah saya desain. It is a fantastic works! Tanggal 29 kemarin saya berhasil mempresentasikan perkembangan riset saya yang berujung pada diskusi dengan supervisor saya. Hasilnya sangat sesuai dengan personal goal saya, yaitu submit 1 jurnal di Desember 2015. Beliau juga meletakkan beberapa target terdekat seperti mentesting semua model untuk kasus gempa mentawai sebelum tanggal 15 Juni, menyelesaikan report DEM dan bathymetry saya, melakukan plan yang lebih detail selama melakukan research visiting di Kyoto, serta tentu saja, target conference yang mungkin saya ikuti.

Saya benar-benar merasakan manfaat steady works. Semua ini tidak bisa terjadi dalam waktu 1 malam, 1 minggu atau 1 bulan, tapi semua buah dari kerja keras ini adalah hasil dari self control yang baik, self discipline yang steady, dan tentu saja berkerja cerdas. Anda tidak hanya butuh meluangkan BANYAK waktu untuk bekerja, tapi kualitas proses bekerja jauh lebih penting. Jika saya hitung-hitung waktu yang saya habiskan mengejar targetan-targetan saya ini, tidak lebih dari 8 jam sehari selama weekdays. Saya 2 kali menggunakan weekend, tapi tidak lebih dari 4 jam saya bekerja di akhir pekan.

Again, it proves how great self discipline and self control are! Yang merasa belum beres di bab ini, rasanya kita semua perlu berbenah.

(4) Membaca 4 buku manajemen diri

Saya menghabiskan 4 buku yang sangat inspiratis bulan ini, yaitu: How to be brilliant dan How to save an hour every day (Michael Heppel), kemudian 2 buku lain yaitu The Power of Habits dan Willpower. Dua buku terakhir benar-benar mengubah paradigma saya tentang hidup dan kesuksesan.

Bagaimana bisa membaca 4 buku ini? dua buku awal hanya sekitar 70-100 halaman. Tapi dua buku terakhir sekitar 300-400 halaman. Saya bersyukur tinggal jauh dari kampus. Selain mengencangkan self discipline, saya punya kesempatan membaca di Bus 1-1.5 jam perhari. Jadi wajar jika berhasil menyelesaikan 4 buku ini. Masih ada 1 buku terakhir sebelum saya ngabisin uang lagi beli buku yang lain 😀

Saya berencana menuliskannya dalam sebuah tulisan komprehensif di blog ini. Sangat-sangat menarik untuk dibedah.

(5) Menang Arthur Holmes Travel Grant 2015

Pada 22-25 September 2015 nanti, The Geological Society of UK akan mengadakan Arthur Holmes Meeting dengan tema Tsunami Hazards and Risks: Using the geological recordMereka membuka aplikasi travel grant untuk para PhD student/researcher yang ingin ikut dalam symposium ini. Saya mendapatkan informasi ini dari supervisor saya, lalu men-set up target untuk memasukkan aplikasi sebelum 9 April 2015.

Dan Alhamdulillah, hari ini dapat email dari The Geological Society of UK bahwa aplikasi saya lolos dan berhak mendapat travel grant untuk menghadiri Symposium di London tanggal 25 April dan Field investigation di Shetlands Island-Scotland selama 2 hari. Saya sangat menunggu event field investigation ini karena saya akan menyaksikan langsung bagaimana melakukan post-field tsunami survey menggunakan data-data geologi. Yang mau tahu shetland Island itu indahnya kayak apa, bisa tengok foto-foto yang saya sertakan di tulisan ini.

shetland2

Ini adalah grant pertama yang saya dapat selama studi PhD. Semoga semakin banyak kedepannya, kata supervisor saya, “Sangat berguna untuk CV-mu”. Tentu saja membuka peluang mendapatkan kesempatan postdoc suatu saat nanti.

(6) Menang International Strategic Fund 2015

Saya percaya, tidak ada yang instan di dunia ini. Semua butuh kerja keras. Kali ini rezeki lain datang lagi di perjalanan studi PhD saya. Beberapa hari setelah mendapatkan informasi Arthur Holmes Travel Grant application, supervisor saya mengirimkan informasi aplikai International Strategic Fund 2015. Beliau menanyakan apakah saya tertarik mencoba memasukkan aplikasi ke program International Strategic Fund untuk rencana research visiting di Kyoto Juni-Juli nanti. Saya tentu saja meresponnya dengan antusias. Kapan lagi mendapatkan kesempatan bantuan seperti ini selain ketika sedang studi?

Sebenarnya supervisor saya sudah mendapatkan Grant dari awards yang beliau dapatkan tahun lalu untuk perjalanan kami ke Kyoto, tapi seperti kata beliau di atas, ini bagus untuk CV saya. Hanya saja grant ini diperuntukkan bagi para dosen dan senior researcher.

Akhirnya supervisor saya memasukkan aplikasi International Strategic Fund 2015 dengan mengikutkan nama dan tema riset saya. Dan yeaaah… I got another “bingo”! Aplikasi supervisor saya lolos untuk mendapatkan dana dari International Strategic Fund 2015. List awardee-nya bisa ditengok di sini (nomor 10).

Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Rezeki mengalir terus ga berhenti-berhenti. Malu rasanya 😦

Masih ada beberapa target krusial yang hendak saya kejar di tahun ini, seperti Istri saya menembus beasiswa PhD, hingga merampungkan buku ke-3 saya yang sudah 80% penulisannya. Tetap semangat and stay “hungry” 🙂

Sumber gambar dari sini dan sini

Iklan

One thought on “Journey to PhD (20) – Menang Arthur Holmes Travel Grant 2015

  1. Ping-balik: 2015 in review | Menjadi Sederhana Itu Indah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s