Journey to PhD (15) – 90 Hari Melakukan Deep Works/Habits

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Yang mengikuti tulisan saya di sini tentang manajemen waktu pasti bisa mengkorelasikan tulisan saya hari ini dengan judul yang saya tuliskan di atas.

Ya, hari ini tepat hari ke 90 saya membangun kebiasaan baru yang saya sebut sebagai Deep Works and Deep Habits. Sudah memasuki bulan ke-3 dan begitu banyak yang sudah saya rasakan. Berikut adalah beberapa kejadian menarik selama menjalani deep works dan habits ini:

Notes

Contoh records saya di Stickynote

  1. Hari pertama saya melakukan rutinitas ini, yaitu bangun 20-30 menit sebelum subuh, ke kampus dengan bus pukul 7am, bekerja hingga 9 jam per hari, berenang 3-5 kali setiap weekdays, adalah saya hampir muntah dan pingsan ketika pertama kali berenang. hehehehe 🙂 Ini benar kejadian. Mungkin karena sudah lama saya tidak berenang. Namun saat itu saya mengatakan, “Saya harus bertahan, gak boleh berhenti”. Alhamdulillah sampai hari ini kebiasaan ini masih terus berlanjut.
  2. Pentingnya nutrisi ternyata sangat menentukan kualitas kerja saya. Jika saya mendapatkan asupan yang baik, dalam skala yang seimbang, baik protein, karbohidrat dan lainnya, maka dijamin bekerja dari pagi hingga malam (9am-9pm) tidak akan membuat saya lesu. Sebaliknya jika ada yang tidak seimbang, maka konsentrasi saya cenderung menurun drastis.
  3. Keberhasilan riset sangat-sangat terasa. Dalam 3 bulan melakukan kebiasaan baru ini saya berhasil mencapai semua target riset saya dengan baik, saya berhasil menyelesaikan database DEM dan Bathymetry seluruh dunia dari 9 sumber database. Hari ini, di hari yang ke-90, saya berhasil menyelesaikan semuanya. Saatnya memulai step riset yang baru yaitu mempersiapkan data simulasi tsunami untuk wilayah Sumatra. Jika lancar, April ini saya akan mempresentasikan hasil riset saya di sebuah workshop di kampus saya.
  4. Jangan sampai tidak olahraga. Jika saya tidak menjaga ritme ini maka tubuh terasa tidak segar dan kadang-kadang jadi ngantuk. Biasanya saya menyiasati persoalan ini dengan menyeduh kopi-susu hangat yang tersedia gratis di common room untuk PhD student and staff of Bristol University.
  5. Waktu tidur tidak boleh kurang dari 7 jam. Mungkin ini hanya terasa bagi diri saya, namun saya akan susah konsentrasi belajar ketika waktu tidur saya kurang dari 7-8 jam. Saat ini saya masih bisa mentoleransi waktu tidur saya 7.30 jam paling cepat. Banyak kan? Saya sangat menjaga ritme ini. Sampai sekarang saya belum berhasil nyaman dengan tidur kurang dari 7 jam.
  6. Sempat sakit dari hari ke-71-78 karena aktivitas padat di Machester serta riset hingga tidur dikampus beberapa hari sebelumnya. Saya terpaksa menginap di kampus karena tidak ada bus ke rumah 🙂

Some improvements?

Tentu saja harus terus dikembangkan metode manajemen waktu saya. Berikut adalah beberapa tambahan yang saya terus coba lakukan akhir-akhir ini:

  1. Membaca tafsir Ibnu Katsir sebagai pengganti riyadhus shalihin. Saya mencegah diri saya untuk membaca hal-hal lain karena menurut saya masih kurang bacaan saya tentang Islam.
  2. Mulai bisa bekerja ketika weekend. Di hari ke-56 dan 57 saya berhasil bekerja 4 jam per hari di hari Sabtu dan Minggu. Saya berencana memakai ritme ini lagi ketika tidak ada kesibukan lain saat weekend
  3. Mulai fokus menyelesaikan persiapan penerbitan novel pertama saya. 2 minggu terakhir saya isi denga mengedit novel saya dan rencananya akan saya gunakan waktu weekend saya untuk menyelesaikan naskah buku ke-3 saya. Punya impian menembus Gramedia. Doakan ya! Saat ini buku ke-3 saya sudah 80%. Alhamdulillah.
  4. Membiasakan sholat di Islamic Centre Bristol University 3 kali sehari, ketika Duhur, Maghribh dan Isya. Ashar sengaja saya lakukan di office karena waktunya yang berdekatan dengan jamaah duhur di Masjid. Alhamdulillah saat-saat break sholat ini adalah saat-saat merefresh otak saya yang lelah karena riset.

Mari memulai kebiasaan baik dan menjaga kualitasnya sampai akhir hayat kita. Insya Allah.

Iklan

2 thoughts on “Journey to PhD (15) – 90 Hari Melakukan Deep Works/Habits

  1. Ping-balik: 2015 in review | Menjadi Sederhana Itu Indah…

  2. Assalaamu alaikum mas Ario.
    Salam kenal saya Bekti, mahasiswa Phd oseanografi di Univ Liege Belgia mulai september 2016.
    membaca blog mas ario, menjadikan saya mau sendiri, saya tidak banyak progress dan cenderung tertinggal. saya menemukan banyak hal basic yang tidak saya pahami. Bagaimana mas ario bisa produktif dan disiplin. selain itu, saya sendiri belajar matlab dari nol sekali. kira-kira selain matworks.com, adakah bacaan atau tutorial matlab yang bagus dimana ada contoh dan cara menggunakannya.

    Terima kasih atas waktu dan sarannya.
    Wassalaamu alaikum Wr.Wb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s