Galaunya Bujang (Lokal)

Bismillah…

Saya mau rileks dulu ah, hadiahin diri ini dengan menulis karena berhasil selesain progress report ke DIKTI padahal awalnya agak ragu karena kemarin baru sembuh dari sakit. Dan ini pun belum 100%.

Pagi-pagi saya sudah nekat. Jika masih bertahan malasnya, saya tidak akan mengembalikan kegiatan produktif saya yang sudah saya buat sejak dulu. Akhirnya ngejar bus jam 7.30 pagi, berenang, sarapan yang mahalll :D, rugi sih, tapi gak paapa, riset sampe jam 2.30 pm dengan break sholat di Masjid Islamic Center Bristol University (Duhur) dan Ashar di office saya.

Ingin cerita soal Bujang lokal ahh.. 🙂

Istilah ini unik

Kenapa saya bilang unik, karena gara-gara cerita soal Bujang Lokal ini (disingkat BULOK) teman-teman Malaysia saya ngakak ga berhenti karena mereka gak kebayang ada Istilah model begitu di Indonesia. Bujang lokal ini, bagi yang belum mengerti, adalah Istilah bagi para lelaki single (perempuan rada ga wajar), yang terpaksa jauh dari Istri dan keluarga mereka. Sepertinya di Malaysia tidak ada Istilah ini.

Nah, lalu bagaimana nasib para bujang lokal kayak saya, apalagi jauhnya gak kira-kira. Untuk pulang ke Indonesia saja bisa ngabisin ratusan pound yang gak perlu kalian hitung ke rupiah. Dijamin bangkrut 😀 

Ada beberapa kisah lucu yang biasanya jadi obrolan saya dan Istri. Endingnya, kita berdua suka ngakak 😀

jembatan

Case 1: Di dalam bus

Saya sedang ngos-ngosan sambil nyari tempat duduk yang pas di Bus, biasanya suka milih yang dekat Jendela. Biar bisa banyak merenung. Merenungnya pasti gak jauh-jauh dari merenung kangen. hahahaha.. That’s weird but true.

Nah, kadar kekangenan ini akan bertambah kalau tiba-tiba di depan atau samping saya (lebih seringnya di depan) ada dua pasang muda-mudi, atau bahkan kakek nenek asyik bermesraan (Kakek nenek jarang sih). Biarpun nih mata sudah fokus liatin jendela, tetap saja pemandangan dua muda-mudi di depan mata saya tetap tak terlelakkan. Mau tahu adegannya? ya biasalah, nyandar di punggung pasangannya, atau yang lebih liar suka ciuman.

Arrrghhhh… 

Mau tahu gimana rasanya? Antara pengen ngakak-in diri sendiri sama malu liatin mereka.

“Mereka yang ciuman kenapa saya yang malu?” Pokoknya yang gak biasa pasti ngerti maksud tulisan saya.

Saya pernah ngirim sms via WA ke Istri.

“Sudah hujan-hujan, dingin, winter baru tiba. Ngos-ngosan masuk bus, ketemu 2 pasang muda-mudi lagi mesraan. Gilaaa… Sakitnya ittuuu…”

Dibalas singkat dengan icon ngakak oleh Istriku sembari bilang:

“Cepet sampe rumah gih.. Terus tidur biar mimpi Indah..”

hahahaha…

Jadi se galau-galaunya bujang lokal, dia hanya bisa MIMPI 😛

Case 2: Dini hari, 2 am

Karena tidur selalu di awal waktu, saya senantiasa terbangun di dini hari. Biasanya tidur lagi. Suatu waktu pernah bangun dini hari. Ga ada hujan ga ada badai, kangen sama Istri. Akhirnya nge-gombal deh, via WA lagi..

“Kangen bla.. bla.. “ (nulis full version gak ya :P)

“Mudah-mudahan ini bukan cinta yang bertepuk sebelah tangan.”

Tentu saja Istri saya ngakak 😀

Jadi, gara-gara galaunya Bujang lokal, biasanya mereka tambah jago nge gombal,

Well, somehow, gara-gara berjauhan gini, ngerasa sekali yang namanya Rindu itu bukan bualan dan kata-kata bohong belaka. It is true. From the bottom of our heart!

Banyak lagi cerita-cerita yang menyesakkan, tapi cerita-cerita sedih tak perlulah dibagi. Insya Allah menjadi album cerita yang sangat berkesan bagi keluarga kami.

Bagi Saya pribadi, kesempatan tanpa keluarga seperti ini adalah kesempatan mengarahkan kegalauan ke banyak hal yang positif. Saya jadi lebih sering baca buku (mostly tafsir Ibnu Katsir, Riyadhus sholihin, atau beberapa materi Tarbiyah), bisa nulis sebanyak-banyaknya, bisa ngedit novel saya, dan tentu saja, most of my time will be full with research.

Jadi selama 4 bulan ini, memang selalu ada momen-momen bikin kangen Istri dan anak, tapi semua bisa dilalui dengan baik. Kuncinya sih, kencengin Ibadah, kencengin semangat biar gak gampang tergoda.

Bristol, 5 Januari 2015

NB: Tulisan ini ditulis dengan gaya berlebihan, jadi jangan dianggap terlalu serius 🙂

Iklan

9 thoughts on “Galaunya Bujang (Lokal)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s