Pagi, di Awal Januari

Bismillah…

Hari ini adalah hari terakhir liburan,

Aneh sebenarnya jika Aku mengatakan hari terakhir liburan, karena bagiku, tiap hari adalah liburan. Bagi seorang PhD student yang tidak ada kewajiban kuliah, setiap hariku adalah hari-hari “liburan”.

Lantas karena alasan inilah Aku berhak untuk memperpanjang nafas senang-senang?

Tidak.. Aku tidak ingin melakukannya. Ada yang menghabiskan 1-2 tahun pertama PhD-nya untuk having fun, main-main, dan akan catch-up di 1-2 tahun terakhir studinya.

Namun bagiku, jalan-jalan sebentar saja, rasanya rugi. Rugi oleh waktu yang sudah kuhabiskan di sini, rugi dengan momen-momen penting tanpa keluarga yang kugantikan dengan kepergianku ribuan mil jauhnya dari mereka.

Hari ini adalah hari terakhir liburan,

Aku mungkin hampir tidak pernah merasakan yang namanya liburan selama hampir 4 bulan keberadaanku di sini.

Bukan karena sok idealis ingin jadi mahasiswa PhD paling rajin, tapi waktu-waktu ke luar kotaku sudah habis untuk aktivitas lainnya, waktu-waktu mainku sudah kunisbatkan untuk sesuatu yang lebih penting. Jadi jika Aku punya waktu yang banyak di hari kerja untuk belajar, maka akan kugunakan dengan sebaik-baiknya.

Bukan Aku terlalu serius, hanya saja, Aku sering menangis karena malu jika tak melakukan apapun selama di sini, sedangkan Aku tahu di momen-momen ini Anakku membutuhkan sosok ayahnya yang biasa pergi bersamanya ke Masjid ketika Subuh, Maghribh maupun Isya.

Bukan Aku tidak bisa senang-senang. Aku hanya ingin berdamai dengan diri sendiri, memaafkan diri sendiri atas jauhnya jarak yang kubentangkan dengan mereka, mengganti semua perasaan bersalah ini dengan belajar sungguh-sungguh, bekerja dengan giat tanpa kenal rasa bosan. Aku berusaha menjaga ritme ini agar tak sia-sia semua tangisan, doa, pengharapan yang Aku tahu sering dikirimkan Istriku kepada Allah dalam doa dan sujudnya. Aku tak mau semua pengorbanannya ku isi dengan sia-sia belaka.

Hari ini adalah hari terakhir liburan,

Dan 4 hari ini aku benar-benar liburan. Liburan karena sakit dan demam yang menyerangku. Aku terpaksa terkurung dalam kamar sambil memandang bus 73 yang biasa aku gunakan menuju kampus yang selalu menjadi tempat favoritku. Aku salah mengatur ritme aktivitas karena jadwal bus yang tidak diprediksi, namun ini menjadi pelajaran berharga agar lebih baik kedepannya.

Hari ini adalah hari terakhir liburan,

Aku hanya semapat singgah di Manchester selama 2 hari, bukan untuk liburan, untuk menaikkan dan memompa semangat yang terus mengendur karena kesibukan dengan risetku. Aku bersyukur diperkenalkan Allah dengan jalan-jalan Tuhan, dengan jalan-jalan kebaikan yang terus merekah luas dimanapun Aku berada. Aku bersyukur dipertemukan dengan orang-orang sholeh yang senantiasa memberikan semangat tiada henti-hentinya kepadaku, Aku bahagia karena dipersaudarakan dengan mereka yang penuh inspirasi dalam hidup. Aku beruntung bertemu mereka.

Beberapa jam lagi, aku kembali berjibaku dengan bus, jalanan-jalanan Bristol, musim dingin yang menggigit, kolam renang, aktivitas riset yang padat, workshop demi workshop, pertemuan dengan pembimbing ke-2, menjadi Teaching Assisstant, dan seabrek aktivitas lainnya.

Tapi Aku menikmatinya. Menikmati semua proses ini sambil menunggu hari pertemuanku dengan keluarga tercinta.

Bristol, 4 Januari 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s