Autumn in Bristol – 3

Aku Takkan Menyerah

Bismillah…

Air hujan perlahan menutupi kaca jendela office-ku dengan tergesa-gesa. Langit menghitam, angin mendesau keras dan udara menjadi semakin dingin. Aku hanya diam, hening dalam camuk pikiran yang tak jelas tujuannya. Disampingku masih ada dua jurnal paper yang sudah hampir 2 jam sedang kubaca. Siang ini, aku seperti terpasung dalam ruang-ruang perenungan tentang hidup. Tentang cinta, tentang pengorbanan, tentang rindu. Semua yang berseliweran di kepala seperti memanggil-manggil diriku untuk meminta diperhatikan. Aku hanya tersenyum sembari membiarkan jemariku mengetik satu persatu kata yang hendak keluar dari otakku. Musim gugur tahun ini seperti renungan tentang makna kesyukuran yang tak pernah ada habis-habisnya.

Langkah kakiku yang gemetaran karena udara Bristol yang mendekati 0 derajat seperti menyadarkanku bahwa perjuangan meraih mimpi tidaklah mudah. Harus ada kerja keras dalam doa, kerja keras dalam kadar arogansi yang seimbang, juga pengorbanan atas hal-hal yang seharusnya menjadi hakku. Aku tahu dan amat sangat menyadari bahwa dinginnya pagi di musim gugur ini tak ada apa-apanya dengan lelah maupun rasa kehilangan akan sosok ayah, juga suami bagi kedua belahan jiwaku di timur Jawa. Aku tahu ini tak mudah, maka semoga semua keputusan ini berbuah manis dalam deret-deret musim berikutnya.

clifton-suspension-sun

Dua jaket yang melapis hangat tubuhku adalah jawaban bahwa aku butuh banyak keajaiban dari “tangan-tangan” Tuhan untuk merealisasikan semua mimpi yang berpendar di kepala. Aku tahu, daun-daun yang berguguran disekelilingku ini masih terus berusaha menyadarkanku bahwa impian yang besar membutuhkan penghabisan energi yang tak sedikit. Maka jangan lelah hanya karena putus asa, jangan menyerah hanya karena tak bisa atau aku akan menjadi seperti mereka. Layu, gugur, terbuang dijalanan lalu habis disapu angin dan hujan.

Bangunan-bangunan kastil tua disepanjang perjalananku menuju tempatku merajut peradaban seakan memilik pesan sarat makna kepadaku bahwa aku benar-benar berada di Eropa. Aku seharusnya sadar bahwa ribuan mil perjalanan terjauhku yang pernah kulakukan ini tak boleh hanya dilewati dengan karya ala kadarnya. Aku harus mencambuk diriku sekeras mungkin untuk menjadi pribadi yang jauh lebih mulia. Lebih mulia untuk diriku. Karena aku dan Tuhanlah yang paling tahu apakah telah ada perubahan di dalam diri ataukah masih saja seperti dulu. Jalanan menuju impianku saat ini mungkin masih berkabut, tapi birunya langit dan cahaya matahari yang setiap pagi menyapaku dalam perjalanan setelah subuh menuju kampus selalu memberiku rasa optimisme kepadaku. Dia tahu bahwa semua perubahan yang kulakukan, semua proses belajar yang kugeluti hingga titik ini takkan pernah sia-sia. Meski pernah aku terpasung rindu yang menyiksaku, meski pernah, aku terdiam tak bisa berkata apa-apa karena kenanganku merengkuh buah cintaku di Indonesia. Aku tahu semua ini takkan pernah sia-sia.

Autumn, Clifton Down

Dan hari ini..

Awan masih enggan beranjak, suhu terus mendingin, namun harapanku, cita-citaku, do’aku, ikhtiarku, akan semakin bergerak dalam rasa antusias yang terus membesar. Sampai kapanku aku takkan pernah kalah. Takkan pernah berhenti dalam pertempuran menjemput mimpi-mimpiku.

Aku yakin, summer nanti langit Kyoto akan menyapa hangat diriku, perjalanan menuju tanah penaklukan Thariq Bin Ziyad akan membiusku dalam cerita sejarah yangakan membuatku semakin bangga menjadi seorang muslim, dan tentu saja, Istanbul dan pesonanya telah menantiku untuk merangkum jejak cerita yang mengagumkan. Aku tahu, mimpi-mimpiku sebentar lagi akan menjadi nyata karena aku sedang melangkah menujunya.

Bersabarlah.. Dalam sujud, do’a, juga ikhtiar. Bersabar dengan kesabaran terbaik.

Fashbir shobran jamila..

Queens Building, University walk, Bristol-University

6 November 2014

PS: Sumber gambar dari sini dan di sini

Iklan

2 thoughts on “Autumn in Bristol – 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s