Letter to my love – 1

Bismillah…

Dear Kamu,

Aku tidak pernah menyangka bahwa ribuan mil yang jauh memisahkan kita akan menyisakan kepedihan yang mendalam. Rindu yang mengendap, bayanganmu yang menyergap, juga senyummu yang selalu kusimpan erat-erat. Ini seperti kepedihan diam-diam, namun terasa ada kesejukan diantara rasa yang berhamburan keluar.

Aku mungkin tidak pernah sadar, bahwa lebih dari ribuan purnama kebersamaan kita telah membawa kita pada satu titik: saling terikat, saling menggenggam, saling bertautan, sampai tidak ada alasan untuk dapat terpisahkan. Jauhnya jarak memang selalu memenjarakan rasa dalam cinta yang mendalam. Tapi Kamu yang disana, bisakah kita menghela nafas dalam-dalam sambil bertahan dalam kesabaran?

cropped-nikah.jpg

Aku mungkin tak mampu menyelesaikan semua jarak yang membentang ini dengan janji. Namun do’aku di setiap sujud akhir malamku adalah memanjangkan nafas keabadian cinta kita hingga ke syurga-Nya. Doaku adalah tentang kamu yang semakin dekat dengan-Nya, semakin cinta kepada-Nya, dan tentu saja selalu mengiringi jiwamu bersamaku. Aku mendoakanmu setiap waktu, dalam pagi, duha, subuh, malam hingga sepertiga malamku. Aku menyimpan kerinduan dalam balutan sujud penuh khidmat agar Allah menjaga aku dan Kamu.

Hey Kamu,

Aku tahu, takkan mungkin kupendekkan jarak yang memisahkan kita, takkan mungkin kulebarkan tubuhku agar mampu merengkuhmu dalam nyata. Namun setiap detik yang bergerak, setiap hari yang kuukir, selalu tak pernah luput darimu. Aku terpasung dalam pesonamu yang selalu membuatku haru. Haru karena telah memilikimu dalam hidupku. Haru, karena tak pernah menyangka ada perasaan sedalam ini yang hadir pada jurang-jurang jiwaku.

Dalam hitungan ribuan detik lagi, jarak ini akan semakin terpisah. Menjauh dalam jarak yang tak terdefenisi. Eropa seperti jarak tak tersentuh bagimu, begitu juga denganku. Jawa seperti pulau rindu yang akan kucari karena ada seseorang yang teramat sangat berharga bagiku.

Kamu..

Malam ini, aku akan terbang jauh meninggalkanmu. Menginjakkan kakiku di tanah impianmu, membuka jalan panjang untukmu dan buah hati kita agar kelak bersamaku.

Salam rindu untukmu.

Jakarta, 16 September 2014

1 Jam menuju London

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s