Beasiswa Schlumberger Foundation untuk Perempuan dari Negara Berkembang

Bismillah..

Ceritanya saya dan Istri sedang mempersiapkan studi PhD Istri saya di Bristol University. Walau masih dalam proses aplikasi, saya termasuk aktif mencari informasi beasiswa. Keberangkatan saya ke London kemarin sempat bertemu dengan seorang awardee schlumberger scholarships dari Indonesia. Alumni T. Material-UI (S1 dan S2) yang mengambil PhD program di Southampton University.

Berikut saya lampirkan informasi beasiswa ini yang telah dibuka hingga tanggal 21 November 2014 untuk memulai studi 2015 nanti. Continue reading

Letter to my love -2

Bismillah…

Dear Kamu,

Hari ini rasanya campur aduk. Gerimis mulai turun perlahan sejak kemarin. Bristol menjadi semakin angkuh terhadapku. Tanah basah, pepohonan menjadi semakin menunduk, juga langit yang menghitam. Aku tahu betapa beratnya berpisah darimu dan dari buah cinta kita. Tapi sungguh kita butuh berjuang sama-sama untuk melewati ini. Membenturkan kenyamanan dengan kelelahan, menghancurkan rasa takut agar berganti dengan keberanian, juga membuyarkan semua ketenangan dengan berbagai macam karya yang melelahkan. Aku tahu ini tak mudah, tapi Allah telah memilih kita untuk melakukannya.

Dear Kamu,

Hari ini langit masih mendung dengan kabut yang menggantung. Dari jendela ruanganku yang sepi ini aku menggantung rindu yang menggelayut. Merindui tawa dan rengekan buah cinta kita, merindui setiap momen kebersamaan kita yang rasanya begitu mahal harganya. Dari titik yang ribuan mil jauhnya darimu, aku dipukul oleh perasaan hancur lebur karena terpisahkan darimu. Continue reading

Autumn in Bristol – 1

Kekuatan Do’a – Mendapatkan Kontrakan muslim di Inggris

Awal Juli 2014

Aku masih mematung di depan laptop ditemani suara pelan tiupan AC ruanganku yang mencegah dari panasnya Surabaya. Pikiranku campur aduk melihat deretan dokumen yang harus kupersiapkan untuk aplikasi Visa menuju Bristol-United Kingdom (UK). Ada salah satu masalah yang sampai detik ini masih menggangguku.

AKOMODASI!

Ya, ini masalah tempat tinggal. Mungkin terdengar sederhana bagi banyak orang yang memulai studi dimanapun, tapi bagiku, penerima beasiswa yang cukup pas-pasan ini, aku tidak mungkin mengandalkan asrama kampus sebagai tempat tinggalku. Mungkin saja sebenarnya, akan tetapi aku harus rela memotong setengah uang beasiswaku untuk sekedar membayar sewa bulanan asrama.

Bristol University memang berada di city center of Bristol, sama halnya dengan Imperial College of London yang berada di zona paling mahal di London. Pilihan untuk hidup di Asrama kampus yang berjalak kurang dari 15 menit jalan kaki akan merobek kucuran beasiswa hingga 415 pound per bulan. Memang sewa bulanan ini telah masuk semua tagihan, tapi jika ada cara untuk menempati tempat tinggal yang lebih murah, meski dengan jarak yang cukup jauh dari City Center kenapa aku tidak mempertimbangkannya?

Aku sudah belajar bagaimana bisa mengelola uang beasiswa dari berbagai cerita rekan-rekanku di UK. Tinggal di asrama bukanlah pilihan seorang penerima beasiswa sepertiku.

Muhammad Salami, teman PhD dari Iran juga mengatakan hal yang sama:

“You have to try finding flat out of campus. The on-campus accommodation is quite expensive.”

DSCF0006

Hal ini cukup berbeda dengan yang dikatakan Shiliang Li. Teman PhDku yang baru memasuki tahun kedua. Ia justru menyarankanku untuk mengambil akomodasi kampus karena memang setengah dari biaya hidup di Bristol dipakai untuk tempat tinggal.

Aku hanya mengernyitkan dahi membaca emailnya yang cukup panjang. Li memang telah lama menghabiskan waktunya jauh dari negeri Tiongkok untuk studi di Bristol. Pengalaman hidup sebagai mahasiswa S1 hingga S3 di sini tentu menjadi sebuah rekomendasi yang tidak bisa kusepelekan.

Namun rekomendasi Li masih belum apa-apa ketika aku mematung melihat lanjutan emailnya:

“However, it can be troublesome at the same time, most of the private property requires full payment up-front, unless you have a UK guarantor. Plus you probably would like to view the property before signing the contract.”

Full payment up-front?

Aku berkali-kali membaca barisan kata-kata ini di Inbox email-ku. Sepertinya memang tidak mudah mendapatkan akomodasi di Bristol. Dengan rata-rata harga sewa di atas 400 pound per bulan, hampir semua situs iklan sewa rumah/apartemen di Bristol menysaratkan uang muka (DP) untuk memastikan akomodasi akan disiapkan untuk kita. Ada yang bahkan meminta pembayaran 6 bulan hingga 1 tahun penuh seperti yang diceritakan Li di atas. Continue reading

Letter to my love – 1

Bismillah…

Dear Kamu,

Aku tidak pernah menyangka bahwa ribuan mil yang jauh memisahkan kita akan menyisakan kepedihan yang mendalam. Rindu yang mengendap, bayanganmu yang menyergap, juga senyummu yang selalu kusimpan erat-erat. Ini seperti kepedihan diam-diam, namun terasa ada kesejukan diantara rasa yang berhamburan keluar.

Aku mungkin tidak pernah sadar, bahwa lebih dari ribuan purnama kebersamaan kita telah membawa kita pada satu titik: saling terikat, saling menggenggam, saling bertautan, sampai tidak ada alasan untuk dapat terpisahkan. Jauhnya jarak memang selalu memenjarakan rasa dalam cinta yang mendalam. Tapi Kamu yang disana, bisakah kita menghela nafas dalam-dalam sambil bertahan dalam kesabaran?

cropped-nikah.jpg

Continue reading