Benarkah Allah?

Bismillah..

Benar bahwa kita manusia. Tempat segudang khilaf, juga beribu alasan untuk membenarkannya.

Benar, bahwa kita insan biasa. Sering terlupa, juga melupakan yang semestinya teringat.

Benar, bahwa kita hanyalah makhluk tak berdaya. Terkadang iman sekokoh batu karang, tetapi lebih sering seperti buih dilautan. Terombang-ambing dan tak jelas arahnya.

Kita semua tahu, bahkan sangat tahu, bahwa kita ini manusia, namun lupa, benar-benar lupa bahwa sebagai manusiapun kita tetaplah hamba Allah…

muhasabah_islam

Lalu ketika ditanya siapa yang kita cinta? Benarkah Allah?

Yakinkah Anda bahwa Allah adalah zat terindah yang pernah Anda cintai?

Tanyakan lagi sahabat.. Siapakah dia yang ada dalam hatimu. Dalam jiwamu, yang merengkuh habis seluruh ikhtiarmu. Siapakah dia sahabat, yang akan selalu engkau bela, yang akan selalu engkau perjuangkan meski lelah fisik mendera, atau bahkan akan tertaih-tatih memberikan yang terbaik untuknya.

Siapakah dia sahabat?

Benarkah Allah?

Benarkah Allah yang mengisi seluruh imaji kita, benarkah Allah yang merenggut habis waktu kita? Benarkah Allah yang menjadi satu-satunya zat paling berpengaruh dalam hidup kita?

Sahabat..

Bercerminlah.. Lihatlah seonggok hati kita yang lemah ini.. Benarkah Allah bersemayam disana? Ataukah dunia…

Ya..

Dunia.. Dunia dengan segala pesonanya. Dunia dengan segala aura kesemuannya. Benarkah justru dunia yang menggenggam hebat hati-hati kita.

Sahabat..

Apa lagi yang mau engkau katakan kepada Allah agar DIA memberimu surga? Sedang dunia adalah harimu, dunia adalah tujuanmu, dunia adalah prioritasmu.

Sahabat..

Apa lagi yang mau engkau “bawa” dihadapan Allah, sedang dunia engkau kejar hingga selelah-lelahnya dirimu, dunia engkau perjuangkan hingga tetes-tetes terakhir keringatmu. Apa yang mau engkau “bawa” dihadapan Allah jika dunia telah menguasai seluruh hidupmu.

Allah..

Allah..

Allah..

Kenapa selalu ada kata Andai aku begini dan begitu, bukan langkah nyata yang kami kerjakan agar mendekat kepada-Mu dengan sempurna..

Allah..

Kenapa selalu ada kata terlambat, atas amal yang hanya menjadi rencana, atas usaha mengejar-Mu dalam keterbatasan yang kami buat-buat..

Allah..

Tak ada yang lebih indah selain kesempurnaan menghadap-Mu. Kesempurnaan dalam menghamba penuh cinta kepada-Mu..

Tak ada yang lebih indah selain itu..

Maka rengkuhlah kami.. Matikan perasaan cinta kami kepada dunia-Mu. Hidupkan rasa sensitifitas kami dengan nuansa ukhrawi-Mu.

Kami rindu kembali kepadamu..

Rindu kembali bermunajat dalam cinta yang sempurna kepadamu. Tanpa ada intervensi.. Tanpa ada alasan selain-Mu.

Surabaya, 16 Juni 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s