Journey to PhD (3)

Bismillah..

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk “Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya hingga memperoleh gelar PhD -Insya Allah-

Di serial lanjutan “Journey to PhD” ini saya akan mencoba sharing pengalaman dengan rekan-rekan scholarship hunter, lebih khusus lagi PhD scholarships hunter tentang aplikasi beasiswa S3 melalui metode Lowongan Pekerjaan PhD. Tulisan yang hampir mirip dan bisa dijadikan referensi ada di sini.

Sebelumnya, seperti di serial sebelumnya, saya menjelaskan ada beberapa cara umum yang mungkin bisa kita gunakan untuk mencari beasiswa S3, yaitu:

  1. Dengan mendaftar langsung ke kampus yang kita cari, kemudian jika telah diterima kita bisa mencari lembaga-lembaga pemberi beasiswa. Sebagai informasi, di Indonesia, untuk studi S3, setidaknya ada 3 lembaga yang bisa kita manfaatkan untuk mencari beasiswa S3, yaitu DIKTI (Jika anda dosen dan calon dosen), LPDP (jika anda non-Dosen belum Ber NIDN), atau IDB (jika anda periset di badan riset nasional, maupun dosen di Universitas di Indonesia).
  2. Mencari beasiswa dari lembaga-lembaga pemberi beasiswa secara internasional seperti ADS, Fullbright, STUNED, DAAD, dll.

Tu-Delft-Library-92

Saya sendiri menggunakan 2 metode untuk mencari beasiswa PhD, yang saya sebut dengan Plan A dan Plan B. Plan A adalah menggunakan metode Lowongan PhD, sedang Plan B menggunakan metode pertama dari 2 metode sisa di atas. Yaitu mendaftar di kampus, jika diterima, baru kemudian akan saya lanjutkan dengan mengajukan aplikasi beasiswa S3. Saya mencoba membuat 2 plan, agar ketika gagal, ada back up plannya. Ribet ya?

Yeaaah.. Saya orang yang percaya, bahwa untuk meraih mimpi kita, perencanaan yang matang sangatlah penting 🙂

Mari kita detailkan prosesnya.

Bagaimana mencari lowongan PhD?

Pertama, apalagi kalo bukan kiai google. Anda tinggal mengetikkan kata kunci lowongan beasiswa yang ingin kalian cari. Kata kunci yang saya gunakan adalah “PhD position civil engineering”. Biasanya saya akan menambahkan yang lebih spesifik di pencarian saya jika kata-kata di atas terlalu general, seperti “PhD position civil engineering Belgium” atau “PhD position Aalborg University”, dsb. Anda bisa menentukan sendiri.

Tips:

Sebaiknya anda menentukan dulu dua hal yang ingin kalian cari. Pertama, bidang riset apa yang kalian cari dan yang kedua dimana rencana studi S3 kalian. Lebih baik lagi, di kampus mana kalian berencana melanjutkan studi S3 kalian. Setelah itu, silahkan mencari di google sepuas-puasnya. Harus sabar ya! 😛

Kedua, telusuri lowongan PhD ini dari web-web kampus atau lab-lab riset yang sedang anda tuju. Biasanya, jika anda ke web kampus, cek di menu postgraduate atau PhD. Biasanya ada info mengenai PhD position. Atau yang lebih umum adalah dengan melihat menu VACANCY. Di sana pasti ada lowongan untuk studi PhD. Untuk membantu kalian, berikut saya sertakan beberapa link vacancy di kampus-kampus top di Belgia, Swedia, Belanda, maupun Denmark.

  1. PhD position di Aalborg University – Denmark
  2. Technical University of Denmark (DTU)
  3. PhD position di Chalmers University of Technology – Swedia
  4. KTH Stockholm – Swedia
  5. Ghent University – belgia
  6. KU Leuven – Belgia
  7. TU Delft – Belanda
  8. NTNU – Norwegia

Ketiga, melalui web lab dari topik riset yang hendak kalian tuju. Sebagai informasi, di beberapa negara seperti Jerman, lowongan pekerjaan biasanya ada di lab-lab dari grup riset yang bersangkutan. Jadi silahkan mencarinya ke berbagai kampus yang anda tuju.

gent-vanaf-de-boekentoren

Keempat, Melalui website lowongan beasiswa maupun pekerjaan akademik lainnya. Berikut beberapa link yang bisa kalian gunakan untuk menelusuri lowongan PhD.

  1. http://phdposition.com/
  2. http://www.findaphd.com/
  3. http://www.research-in-germany.de/dachportal/en.html

Dan banyak lagi portal pencarian lowongan.

Ada metode lain yang mungkin adalah dari website profesional seperti organisasi-organisasi keilmuan dalam bidang tertentu, maupun koneksi dengan para profesor maupun teman/sahabat yang kalian kenal. Untuk Asia sendiri banyak kampus yang membuka peluang untuk mencari lowongan PhD seperti di HKUST, beberapa kampus di Korea, juga Turki yang termasuk menjadi magnet bagi mahasiswa Indonesia.

Apa kelebihan beasiswa melalui lowongan PhD?

Berikut saya kutip dari salah tulisan Pak Roil di sini:

Jika dibandingkan dengan skema beasiswa, pekerjaan akademis ini memiliki beberapa keuntungan:

  • Proses sangat cepat, dan tersedia setiap waktu jika kebetulan ada. Begitu mendapatkan grant (dana penelitian), sang professor langsung membuka lowongan online. Pembukaan lowongan ini bisa kapan saja. Kita langsung mengirimkan aplikasi, dan setelah melalui seleksi administrasi dan wawancara. Satu atau dua minggu kemudian sudah ada berita diterima atau tidak.
  • Besaran beasiswa lebih besar, sama dengan gaji yang diterima oleh mahasiswa lokal.
  • Waktu masuk/mulai fleksible tergantung tawar menawar dengan dosenpembimbing.
  • Pekerjaan sudah sangat terdefinisi merujuk kepada proposal projek dosen pembimbing. Untuk hal ini, calon mahasiswa dituntut setidaknya memiliki pengalama nmengenai topik penelitian tersebut. Seleksi biasanya sangat kuat mengacu ke pengalaman kerja/penelitian para pelamar.

Menarik bukan?

Lalu bagaimana melakukan proses lamaran atau aplikasi?

Di tiap negara beda-beda, tapi secara umum hampir sama. Saya sendiri pernah mencari informasi ini di beberapa negara. Berikut akan saya detailkan informasinya.

Denmark

Sebagai contoh saya akan berikan ilustrasi untuk aplikasi PhD di Aalborg University – Denmark. Setalah memperhatikan hampir mirip dengan yang ada di DTU. Ada beberapa dokumen yang perlu di siapkan.

  1. Motivation letter
  2. CV
  3. Ijazah S1 dan S2 berbahasa Inggris -ga mungkin dong bahasa Indonesia 🙂
  4. Transkrip berbahasa Inggris. Jika belum, sebagaiknya di translate dulu.
  5. Full paper untuk publikasi yang relevant dengan posisi PhD yang kalian lamar.

Belanda

Saya mengambil contoh untuk kampus TU Delft, salah satu kampus teknik terbaik di dunia. Mereka “hanya” membutuhkan detail CV dan motivation letter.

Jerman

Swiss

Untuk jerman, memang sangat tergantung dengan kampusnya masing-masing. Saya pernah melamar PhD di TUH Hamburg dan TU Munchen. Untuk TUHH dokumennya adalah:

  1. Motivation Letter atau Letter of application
  2.  CV
  3. List of publication
  4. Kontak 2 pemberi rekomendasi
  5. Surat rekomendasi (jika sudah ada)
  6. Full paper dari publikasi yang relevan dengan bidang yang kita lamar.

Sedangkan di salah satu lab reliability analysis di TUM yang saya lamar, mereka meminta:

  1. Motivation letter
  2. CV
  3. Ijazah S1 dan S2 berbahasa Inggris
  4. Transkrip berbahasa Inggris. Jika belum, sebagaiknya di translate dulu.
  5. Kontak 2 pemberi rekomendasi.

Belgia

Untuk belgia juga hampir mirip. Saya melamar di Ghent University dan KU Leuven. Untuk Ghent berikut dokumen yang perlu kita ikutkan dalam aplikasi kita.

  1. Motivation Letter atau Letter of application
  2.  CV
  3. List of publication
  4. Ijazah&transkrip S1 dan S2 berbahasa Inggris
  5. Kontak 2 pemberi rekomendasi
  6. Surat rekomendasi.

KU Leuven

Sedangkan KU Leuven, dokumennya sama dengan Ghent U, tapi ditambah dengan nilai TOEFL. Saya sendiri memasukkan nilai TOEFL yang sudah kadaluarsa, tapi Alhamdulillah diperkenankan oleh Profnya 🙂

Demikian informasi secara umum terkait dengan lowongan beasiswa. Kalau tips buat lolos, jangan ditanya ya! 🙂 dari 15 aplikasi saya, sampai sekarang belum ada yang lolos. Tapi tidak pernah membuat saya menyerah. Masih ada 1 harapan terakhir yang sedang saya tunggu di 10 Februari 2014. Jadi mohon do’anya, agar bisa lolos. Mudah2an artikel ini membantu para pemburu beasiswa.

NB: Jika ada yang hendak menanyakan pertanyaan tambahan, silahkan komen dan kalau butuh contoh dokumen2 aplikasi saya, reply saja email kalian di kolom komen, nanti akan saya kirimkan contohnya.

Tetap semangat!

Sumber gambar 1

Gambar 2

Iklan

56 thoughts on “Journey to PhD (3)

  1. Ping-balik: (Q&A Beasiswa) Bagaimana Mencari Beasiswa S3? | Menjadi Sederhana Itu Indah...

  2. Salam kenal, senang sekali bisa menemukan blog ini, sangat inspiratif pak..
    Saya juga salah satu yang ‘ngiler’ ingin kuliah S3 di Eropa, tapi baru saja mulai mencari sasaran univ..
    Saya juga mohon dikirimin aplikasi2nya pak kalau tidak keberatan, terutama yg ke TU Delft dan munchen.. Terima kasih sebelumnya..

  3. Ping-balik: (Q&A Beasiswa) Contoh Letter of Application | Menjadi Sederhana Itu Indah...

  4. Alhamdulillah saya dapat menemukan blog ini,….Sangat inspiratif Pak. Saya salah seorang yg bercita-cita lanjut S3 di eropa, mohon bantuan untuk dikirim contoh dokumen2 aplikasi bapak terutama yang ke uni Belanda dan Jerman. Trims Sebelumnya. Salam Sukses.

  5. assalmualaikum wr wb.
    alhamdulillah saya menemukan blog ini sehingga lebih terbayang upaya untuk mencoba apply phd di eropa. mohon bantuan untuk dikirimkan contoh aplikasi bapak terutama ke universitas denmark via email. karena saya tertarik mencoba ke univ disana. terimakasih sebelumnya dan semoga saya segera menyusul.

  6. Assalamualaikum Pak…
    terima kasih atas sharing infonya pak. saya tertarik untuk melanjutkan studi di jerman. jika tidak keberatan, apakah boleh sy dikirimkan contoh motivation letter beserta contoh-contoh aplikasi di universitas2nya. dan jika program studi yang kita tuju tidak membuka lowongan grup2 riset, apakah kita msh memiliki kesempatan studi di program tersebut dengan pembiayaan dari pihak lain ?
    terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s