Mempertanyakan Mimpi

Bismillah…

Aku masih terdiam dalam kecamuk pikiran yang menggelayut sejak tadi. Sawah-sawah hijau yang berhamburan indah bersama sinaran mentari senja memberikan warna pemandangan yang menakjubkan disampingku. Aku masih duduk terdiam, menikmati nasyid-nasyid indah yang mengantarkanku pada lamunan menggetarkan yang sudah sejak lama tidak kurasakan. Memori indah dalam kereta cepat yang mengantarkanku dari Tainan menuju Chiayi, juga Taipei menuju Kaohsiung lamat-lamat hadir dikepala. Ini dejavu! Sesuatu yang sama pernah kurasakan.

“Kalau bukan kita siapa lagi?”

Aku masih termenung mengingat kalimat ini yang baru saja kuucapkan beberapa jam sebelumnya. Wajah-wajah mahasiswa-mahasiswa calon dokter yang penuh antusias itu mendesak isi kepalaku. Aku melihat mereka dalam perasaan cinta yang luar biasa. Aku punya mimpi yang begitu besar untuk mereka. Continue reading

Notes of September

Bismillah…

Setelah menata kembali semangat dan manajemen waktu saya, akhirnya saya kembali dengan produktifitas yang super di bulan September. Yuuk, ngelist yang sudah dilakukan bulan ini.

  • Pekan pertama (1-7 Sep) berhasil menuntaskan tugas Akreditasi Prodi Teknik Sipil Universitas Narotama dengan sangat baik. Meski sempat drop di salah satu harinya karena lembur, namun in the end, semua berakhir dengan sangat baik.
  • Semakin jelas arah S3 kami. Sudah mulai tergambarkan kapan kami akan berangkat, biaya hidup, beasiswa, hingga kontak-kontak profesor yang direspon dengan sangat baik. Termasuk “curhat” colongan kepada calon supervisorku terkait dengan monthly stipend untuk beasiswa yang kulamar. Semuanya berjalan dengan sangat baik. It is just the time to make it true.

Image Continue reading

Meremajakan Semangat

Bismillah..

Aku terdiam dan tak mampu menafsirkan tentang jalan pikiranku sendiri. Berkecamuk dalam banyak ruang untuk dipertanyakan. Terususun ketiadaan yang sedang diusahakan untuk menjadi ada. Aku masih terdiam dalam kebingungan pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya mampu terjawab dengan kerja.

Aku tahu, aku sudah mengirimkan banyak sekali do’a kepada Allah. Dalam 20 hari ini, aku bertransformasi dengan kondisi jiwa yang jauh lebih baik. Ya, aku terkapar sakit tak berdaya berhar-hari lamanya. Jiwaku lemas, semangatku patah, hatiku tak lagi bergairah. Namun, jawaban atas kegelisahanku justeru terurai ketika kukembali kepada-Nya. Kembali kepada Al-qur’an-Nya, Sunnah-Nya, juga kiriman-kiriman do’a terindah di 5 waktu terbaik dalam hari-hariku.

semangat (1)

Continue reading