Kenapa Laki-laki Berselingkuh

“Saya tidak habis pikir kenapa laki-laki dengan mudahnya tidur bersama wanita yang bahkan tidak pernah dikenalnya sama sekali.” (Asma Nadia)

Begitulah penggalan kalimat yang ditulis manis oleh Asma Nadia dalam buku “Catatan Hati Seorang Istri”. Kalimat itu bermula ketika sang penulis menyambangi salah satu kompleks pelacuran dan mewawancarai salah seorang PSK disana. Alasan sang ibu tersebut sederhana kenapa ia sampai bisa “terjebak” di lingkungan prostitusi.

“Suami saya sering kesini mba. Jadi ya mending sekalian saya kerja disini.”

Miris bukan? “hanya” karena sang suami sering “jajan” dilokasi prostitusi, sang ibu muda ini lantas ikut masuk dalam bisnis haram ini.

Saya benar-benar teringat dengan kisah dalam buku ini ketika berdiskusi cukup intens dengan beberapa sahabat saya di lokasi dan tempat yang berbeda.

***

“Biasanya teman-teman kantor saya yang sudah menikah. Memilih untuk “memakai” PSK agar mereka bisa (maaf) bercinta dengan gaya yang beda-beda.”

Saya menelan ludah mendengar penuturan seorang teman diskusi saya.

“Kalau sama istri mereka, katanya ga “bebas”. Mereka ga enak.” Lanjutnya.

Aku tertegun. Kemudian seketika merespon tanpa dikusi lanjutan yang cenderung menunjukkan ketidaksetujuanku. “Baiklah…”

***

“Mas pernah berselingkuh?” Begitu tanyaku kepada sang sopir yang kebetulan kupakai mobilnya selama pengiriman barang ke Ternate.

Bukan tanpa alasan saya manyakan ini karena hampir tiap 30 menit telponnya berdering. Tentu saja itu panggilan dari istrinya. Ini yang kedua kali kami bekerjasama hingga melewati jam 9 malam. Aku tentu merasa terganggu karena dicurigai istrinya sebagai dalang suaminya macam-macam.

“Hmm.. gimana ya.. Saya sering punya banyak tamu yang mengajak saya ke tempat-tempat begituan. Kan tamu saya macam-macam mas. Biasanya saya selalu tolak.” Jawabnya.

Tiba-tiba hening. Kita berdua sama-sama saling beradu dengan pemikirannya sendiri. Aku terpikir tentang bejatnya lelaki-lelaki tersebut dan beraninya mereka mengkhianati ketulusan cinta istri mereka. Sang sopir disebelahku? aku tidak tahu apa yang dia pikirkan. Namun seketika dia memotong lamunanku.

“Tapi saya pernah mas ke gang doli (tempat prostitusi terkenal di Surabaya). Pernah hampir “memakai” seorang PSK. Tapi ketika sudah berdua dikamar dan hampir (maaf) bercumbu. Saya teringat anak saya mas. Seketika wajahnya berkelabat. Lalu saya hentikan dan hanya mengajak ngobrol dia.” 

JLEB… Aku menahan ludah, tentu saja dicampuri rasa kesal. Saya sudah menganggap sang sopir ini sebagai saudara baru saya. Dia hanya berbeda setahun denganku.

“Kalau yang begituan. Cukup tahu aja mas. Wong “rasanya” sama saja. Bedanya paling, yang PSK lebih mulus aja mas…” Lanjutnya.

Pikiranku kacau. Antara protes dan jijik. Cuma karena lebih mulus? istri kita tidak cantik lagi? bosan? hanya karena alasan itu apakah dengannya mudahnya kita sebagai laki-laki berselingkuh?

“Tapi saya juga pernah berselingkuh salam 2 pekan dengan seorang janda yang ditinggal suaminya. Ya senang2 aja. Padahal enaknya cuma sesaat. Sisanya tersiksa mas.” Tutupnya.

Aku sesaat terdiam, dan kembali merespon dengan satu kata, sebagai tanda ketidaksetujuanku.

“Baiklah..”

Beberapa saat setelah percakapa itu, saya kembali teringat dengan diskusi dengan rekan saya yang terjadi beberapa bulan lalu.

“Di umur 40 tahun, godaannya tambah berat mas. Gejolak itu meningkat. Dan keinginan untuk selingkuh tinggi sekali. Apalagi kalau ada rekan kerja kita yang cantik. Waah.. sangat tergoda mas. Selingkuh ga masalah. Yang penting itu, jangan ketahuan. Kasihan keluarga kita mas, bisa hancur.”

Aku terus terang marah dan seketika memerah wajahku. Tapi aku sengaja tahan-tahan. Aku tentu tidak mau mencari masalah. Dan selama ini, jika ada yang salah, saya selalu menganggap bahwa proses komunikasi yang benar di waktu yang tepat adalah cara yang efektif untuk meredam kesalahan mereka.

Lihat bukan? saya harus berkata jujur, bahwa begitu banyak dan mudahnya para lelaki berselingkuh. Mari kita tengok lebih jernih apa masalahnya.

1. Tidak “terawatnya” istri benarkah salah mereka?

Coba kalian cari pekerjaan mana yang paling berat di dunia ini? jawabannya adalah MENJADI IBU DAN ISTRI. Itu pekerjaan hebat dan paling berat. Karena ia pekerjaan luar biasa. Maka profesi ini hanya bisa DIKERJAKAN WANITA, sebab mereka sabar, penuh cinta dan kasih, juga memiliki kekuatan di dalam diri yang jauh lebih kokoh dibanding pria.

Lalu dengan pekerjaan yang sedemikian beratnya, kemudian istri kita mulai tidak langsing lagi, tidak bergairah lagi, atau tidak terawat lagi lantas menjadi alasan bagi kita sebagai kaum pria untuk berselingkuh? padahal kita tidak membantu sedikitpun untuk mengurangi beratnya pekerjaan mereka.

Kalau mau istri terawat, sediakan pembantu dong. Memangnya mereka pembantu bagi kita? jika ingin melihat mereka canti, berikan biaya yang cukup untuk membuat mereka punya peluang merawat diri. Juga WAKTU untuk mereka bersenang-senang. Bukankah kita belum memenuhi hak mereka lalu dengan gampangnya mencari yang lain untuk melampiaskan nafsu sesaat dan bejat kita? Sungguh terlaluuuu… (Rhoma irama mode on) 😛 -jangan terlalu serius-

2. “Beratnya” beban suami

Ini juga yang tak bisa dipungkiri. Pertemuan saya dengan beberapa sosok sumber cerita diatas menjadi alasan yang cukup klise memang. Bagi mereka yang istrinya hanya ibu RT, rata-rata merekalah tulang punggung keluarga. Tingat ekonomi yang belum mapan ditambah tekanan pekerjaan yang tinggi terkadang membuat mereka senang mencari “hiburan” lain.

Tapi bagi saya pribadi, alasan ini menjadi alasan yang dibuat-dibuat oleh kaum lelaki. Bagaimana bisa kalian mengatakan tekanan beban sebagai tulang punggung keluarga menjadi alasan kalian untuk berselingkuh? memangnya peran seorang ibu dan istri tidak melelahkan?

Kalau ditengok lebih jeli, rata-rata ini cuma ALASAN NAFSU.

KONTROL DONG NAFSU-mu. Jangan asal lampiaskan saja. Saya pikir, harga diri seorang pria bisa terlihat dengan perilaku dia melampiaskan nafsunya. Jika ia sembarang, tentu saja dia tak pantas memiliki anda (kaum wanita) sebagai istrinya. Kalian sungguh terlalu berharga untuk para lelaki bejat seperti mereka.

3. Kurangnya Ilmu dan Iman

Saya perhatikan RT yang kurang sehat penyebab utamanya adalah kurang ilmu. Terutama LELAKINYA. Mereka kurang ilmu bagaimana menghormati seuami, bagaimana menjaga kehormatan istri dan keluarga, bagaimana menjadi seorang ayah dan suami yang baik. Mereka kurang ilmu yang sumbernya karena mereka KURANG DEKAT kepada Allah. Bahkan cenderung melupakannya.

Saya meyakini, untuk lelaki yang tahu siapa tuhannya, yang dekat dengan tuhannya, diapun akan takut bermaksiat kepada Allah. Apalagi berselingkuh. Sungguh sangat menyedihkan menyaksikan mereka yang sholatnya yang ga beres, imannya yang terseo-seok kemudian tak bisa mengontrol nafsunya. Perempuan dan keluarga menjadi korban. Teramat sangat menyedihkan.

Saya menulis ini dalam luapan emosi sebagai seorang laki-laki yang ikut tersiksa dengan perilaku kaum saya sendiri yang salah arah. Saya percaya, dan bahkan saya memiliki banyaaak sekali rekan-rekan yang masih menghargai institusi perkawinan. Masih sangat mencintai istri dan keluarga mereka, meski istri mereka gemuk (padahal mereka (kaum lelaki) juga lebih gemuk kan?) 😀 , meski ekonomi mereka terbatas. Mereka masih tetap mesra.

Namun disisi lain, ketinggian ilmu, juga mungkin kualitas amalan harian yang baik terkadang juga tidak menjadi solusi permasalahan. Jangan sampai kita lupa belajar tentang ilmu dalam rumah tangga yang jauh lebih penting, seperti sikap saling mengerti, menghargai, saling mencintai, menjaga keutuhan keluarga agar tak ada yang terluka. Semua itu adalah proses yang harus terus kita jalani. Ada juga yang rajin sholat berjamaah, yang banyak bacaan al qur’annya, kemudian memilih poligami hanya karena bermasalah dengan istrinya yang pertama. Begitukah Rasulullah mengajarkan kita wahai kaum lelaki?

Silahkan berargumen dengan pemikiran anda sendiri, tapi saya berharap tulisan ini bisa memberi hikmah bagi siapapun pembacanya, terutama sang penulis sendiri.

Regards,

Ario Muhammad

Iklan

6 thoughts on “Kenapa Laki-laki Berselingkuh

  1. suami lebih menikmati bercinta dengan wanita lain ketimbang istri sendiri yang dia rasa tidak secantik selingkuhanya….karna keterbatasan ruang dan waktu …istri sudah tidak menjadi indah dihadapan suami…alasan karna berjauhan…..pernah kan kaum adam berfikr disaat dia jauh dari istrinya dia tidak mampu menyalurkan libidonya ….dengan cra berselingkuh dia mampu melepaskan hasrat birahinya….pernahkan terfikirkan oleh suami … istri dirumah pun merasakn hal yang sama… namun istri sllu sabar mnggu suami pulang berharap akn bahagia saat suami datang….namun kecewa nya suami malah dingin dan tidak mementigkan hasrat istri… karna diluar sana dia sudah twrpenuhi hasratnya dwngan wanita idamanya…. kaSihan istri yang mencoba sabar….

  2. AssalamuAlaikum, Bagaimana dg Suami yg paham agama, rajin shalat, Pokoknya cukup ilmu lalu ternyata seringkali melakukan hub.sex dg ayam2kampus dan berlangsung bertahun2 tanpa diketahui istrinya dan ketika istrinya tau dia menjawab sy khilaf, sy hanya mau nakal sj, sy bkn manusia sempurna. Kira2 apakh sebenarnya penyebabnya krn yg jelas dia bilang penyebabnya bukan dari pihak sang istri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s