Tentang Kita (2)

Bismillah..

Kubisikkan pertanyaan cinta kepadamu, mungkinkah ia setinggi langit di angkasa? atau sebening embun yang mendinginkan pagi bagi tanah dan seisinya?

Tak kusangka, kau punya cerita cinta yg melebihi seisi maya pada, hanya tampaknya memang tersamar, tapi getarannya membelah. Menggetarkan.

Begitukah arti cinta bagimu?

Pada tiap senyum, pada tiap tawa, bahkan pada diammu. Arti cintamu terejawantahkan dalam bahasa-bahasa tak terjamah, tapi sungguh ia merubah segalanya.

Lalu salahkah jika aku bertanya seberapa besar ia ada didirimu?

Aku meragu dalam rasionalitas yg tak terdefenisi. Mungkinkah sebesar rasa sayangku? sekuat getaran di dalam jiwaku?

Aku sungguh merasakannya dalam bahasa-bahasa yg bahkan tak sanggup untuk kuungkapkan. Tapi kedalamannya cinta?, kedalamannya adalah sejauh kesetiaan dan rindu-rindu jiwaku pada malam-malam yg dingin. Kedalamannya ada pada setiap bahagia yg membuat diri menjadi sempurna.

Aku tersentak, karena ternyata, rasa cintamu bahkan jauh lebih dalam. Karena wujud cintamu adalah do’a pada Rabb-ku, wujud cintamu adalah bakti pada imammu, wujud cintamu adalah menjadi ibu terbaik bagi anak-anakku. Aku tersentak, karena menyadari kau telah mengajarkan betapa rasa itu telah ada. Sejak dulu bahkan. Untuk itulah kamu menjadi seperti magnolia yg selalu indah ditiap senja.

Cinta…

Aku tak tahu, kapan Allah akan menghentikan jarak cinta kita di dunia. Tapi seperti do’amu di tiap malam. Aku sungguh sangat berharap, Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Kita bercerita lagi tentang jiwa yg kadang letih karena tak sanggup mencintai dengan sempurna, kita bersenda gurau lagi tentang kebodohan-kebodohan yang tersipta karena memperjuangkan cinta yang ada.

Aku ingin mencintaimu selamanya. 10.000 tahun? 100.000 tahun? aku ingin tetap abadi merasakan getarannya. Untuk itu cinta, jika ingin kita abadikan rasa ini. Maka hanya Allah-lah tempat sandaran kita.

“Jika saja ada satu alasan untuk membuatku membencimu, maka katakanlah. Karena dihatiku, tak kutemukan satu hal apapun yg membuatku bisa marah kepadamu. CINTA.. ia telah menghapus segala rasa tak suka.”

Surabaya, 2 Februari 2013

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s