Cantik Sekali

Bismillah…

Cinta…

Beberapa hari ini, kamu cantik sekali. Seperti selendang para bidadari yang harumnya melebihi kesturi. Mungkinkah karena si kecil yang sedang berjuang menunggu ruhnya datang ?

Cinta…

Beberapa hari ini, kamu cantik sekali. Seperti senandung pagi yang menghiasi embun-embun di dedaunan segar itu. Senyummu seperti mekar bunga magnolia yang perlahan muncul di awal semi. Mungkinkah karena si kecil yang sedang bergelayut manja di tiap jengkal rahimmu ?

Cinta…

Beberapa hari ini, kamu cantik sekali. Seperti syair-syair terbaik para penyair yang hadir bersama cinta mengiringi. Kamu mempesona selayaknya kata terbaik yg pernah dipahat para pujangga. Memberi ruang terbaik bagi hati untuk banyak memaklumi. Mungkinkah karena si kecil yg berharap manja ia disayangi juga dicintai ? Baca lebih lanjut

Iklan

Merenovasi Hidup

Bismillah..

Sepertinya aku mulai kehilangan passion untuk semua harap dan mimpi yang pernah terencana

Mulai kehilangan arah untuk menentukan fokus hidup yang akhir-akhir ini menjadi kacau berantakan karena perubahan yang drastis dalam hidup saya. Baca lebih lanjut

Menikmati Perubahan

Bismillah…

Sedang asyik dengan yang namanya “perubahan”. Menjadi seorang suami dari istri yang lebih banyak mengungkapkan cinta dengan perhatian dibanding kata-kata, adalah sebuah perubahan yang indah rasanya. Menjadi seorang suami dari seseorang yang “sense” of membina dan “ngemongi”-nya luar biasa, suka membuat saya semakin jatuh cinta kepadanya. Menjadi seorang suami dari seseorang yang jarang keluh-kesahnya meski sedang lelah, adalah nikmat tersendiri di jiwa. Menjadi seorang suami dari seseorang yang dengan “pasrah” di gombalin dan digodain sepuasnya dengan wajah datar-datar saja, adalah seni mengelola rumah tangga yang sungguh unik nan menggairahkan. Saya sedang asyik menikmati perubahan ini, walau fitrahnya, perubahan itu selalu ada ketidaknyamanan-nya, perubahan itu selalu menghasilkan hal-hal yang diluar kebiasaan, dan yang pasti perubahan itu selalu akan keluar dari sikap-sikap yang pernah tumbuh dalam diri kita sebelumnya.

Saya sedang ayik menikmati perubahan. Menjadi seorang kepala keluarga yang harus rutin membuang sampah jika sudah mulai bertumpuk, menjadi kepala keluarga yang dengan setia mencuci piring, menyapu, mengepel, bahkan ikut-ikut-an menyeterika untuk meringankan jihad istri yang sudah segudang kerjaannya, menikmati menjadi kepala keluarga yang kebiasaannya sungguh berbeda dari saya sebelumnya, tiap pagi sarapan, berpakaian harus rapi, teratur waktu tidurnya, setia memberikan cinta kepada istrinya, juga banyak hal lain yang membuatku merasa ini adalah sebuah perubahan yang sempurna, sebuah perubahan yang mendewasakan. Saya memang sedang asyik menikmati perubahan ini, perubahan menjadi kepala keluarga yang harus sigap menata amalan-amalan yaumiyah dirinya jika sudah mulai kendor, karena jika tidak, maka imbasnya adalah keluarga kita, yang harus dengan sabar memberikan nasihat tentang pentingnya kedekatan kita kepada Allah dibanding dunia dan seisinya kepada penghuni rumah kecil saya, juga yang tak kalah susahnya, adalah menjadi teladan untuk sang Istri tercinta, memastikan bahwa shalat kita sudah lebih baik hingga bisa memberi contoh, memastikan bahwa tilawah harian kita bisa menjadi acuan bagi istri tercinta, juga memastikan hafalan-hafalan kita yang bisa jadi telah hilang untuk dikembalikan ke otak kita. Seni keteladanan ini adalah seni paling utama menjadi kepala rumah tangga.

Baca lebih lanjut