Beginilah Jadinya

Bismillah…

Setelah 1 minggu tidak turun “gunung” lagi ke lapangan badminton alias tidak main bulutangkis lagi. Hari ahad kemarin, saya kembali main dari pukul 8.30-10.00 pagi. Namun apa mau dikata. Sejam setelahnya, pinggang kanan saya terasa ngilu. Rasanya kayak di tusuk-tusuk. Baru kemarin mendengar cerita teman saya yang kena cedera kecil di tulang ekor karena kurang pemanasan ketika mau nari. Sekarang giliran saya yang kena sakit di pinggang gara-gara kurang pemanasan sebelum bermain.

Continue reading

Ini Tentang Sebuah “Keyakinan”

Bismillah…

Kali ini, seperti cerita yang pernah tertulis di waktu-waktu yang lalu. Ku ingin bercerita kembali tentang “Keyakinan”. Tak usah kau tanya mengapa, karena yang ingin kutulis adalah sebuah indikasi tentang titik awal dari perjalanan panjang di waktu berikutnya. Tentu saja, setiap langkah kakimu membangun cita harus kau bangun ia dengan keyakinan, setelah sebelumnya, telah kau pupuk terlebih dahulu dengan cinta dan harap. Cintai apa yang kamu kerjakan, lalu terus berharaplah pada Allah, Semoga ikhtiar sederhana itu adalah awal dari ejawantahan jutaan impian yang telah terbang mengangkasa.

Lalu jika cinta dan harap adalah kunci paling besar dalam bekerja, kenapa kita membutuhkan keyakinan ?. Karena ia adalah lilin yang tak padam untuk mempertahankan keduanya. Ketika kau mulai merasa lemah dengan kecintaanmu terhadap apa-apa yang kau kerjakan, maka keyakinan menjadi penguatnya. Menopang segala macam kelemahan yang mampu melumpuhkan, memberi semacam obat penenang bagi hati yang resah karena gangguan dunia yang tak berkesudahan. Begitulah keyakinan, ia juga mampu memupuk harap, membersamai mimpi agar terus berlari, hingga menyulam tambalan-tambalan ketidaksempurnaan dari tiap jengkal ikhtiar yang kau buat.

Continue reading