Pesona Yang Sederhana

Bismillah..

Entah bagaimana menjabarkannya. Yang jelas, dalam 5 hari terakhir, hari-hari saya rasanya berbeda sekali. Perbedaan yang tak biasa tentunya. Namun cukuplah debar-debar itu, getar-getar yang merambat, serta senyum-senyum pias yang menghiasi hari menjadi rangkaian rahasia yang tersimpan erat di kotak bernama “keyakinan”. Hanya ia yang mampu mengerti dan memahami, sebab ketika kutengok dan kuraba diri, memang rahasia yang menggetarkan, perlu menjadi sebentuk pesona yang tak perlu untuk diterjemahkan 🙂

Dan seperti senandung di langit biru yang cerah ketika April dan Mei mulai menyapa. Biarkan sajak-sajak melankolis ini yang tertuang. Menerobos kata-kata dalam rinai hujan kalimat kelelahan yang sering datang menghampiri. Membawa sebentuk harap yang tak pernah habis-habisnya menerpa dalam imaji yang tak berbatas. Oh ya… lewat susunan paragraf ini, ingin kuingatkan di dalam diri agar lebih mampu menjaga diri dari imaji. Sebab ketika kita membiarkannya terbang jauh dalam lautan-lautan mimpi yang panjang dan menggetarkan, maka selalu saja imaji itu tak berbatas, melebihi pengetahuan kita.

Subuh ini, seperti subuh kemarin. Senyum itu kembali terkembang. Bertautan erat dengan luahan pikiran yang mulai terbang melintasi Yunani. Membisikkan nafas pada senja-senja jingga di laut mediterania, hingga menerbangkan asa ketika harus kutinggalkan ia bernama purnama. Mungkin aku akan sendiri menjelajahi masa, namun tentu saja, perasaan itu sangat berbeda, karena sang Magnolia memang sedang sabar menanti disana. Sudahlah… tak cukupkah semua penantian dan kesabaran itu kau terjemahkan dalam bahasa yang biasa saja ? bukankah yang biasa itu sederhana, dan yang sederhana itu selalu penuh dengan cinta ?

Lagi-lagi, jika kita bicarakan soal pesona dalam kesederhanaan. Maka dimensinya tentu akan berbeda dari tiap orang ke yang lainnya. Hanya saja, disana ada standar ISTIMEWA yang semestinya perlu menjadi ukuran. Ke-Istimewa-annya tergambar dari seberapa lama ia menmpa diri menjadi bijaksana, keistimewa-annya tertuang dari seberapa kuat ia mampu memecah masalah, keistimewaannya tertulis dari guratan-guratan kedewasaan yang tergambar jelas dari garis-garis wajahnya. Pesona inilah yang Istimewa. Ia tak terikat oleh waktu, usia, juga kekayaan, apalagi ketampanan atau kecantikan. Maka sebuah pesona dalam kesederhanaan hanya akan terlahir dari mereka-mereka yang telah menemukan hakikat hidup yang sebenarnya. Menerjemahkan hari mereka dengan keyakinan, bahwa setiap kejadian yang ada tentulah selalu membawa hikmah, bahwa sebuah kemanisan rasa itu akan lebih terjiwai ketika kepahitan itu juga datang melengkapinya, dan tentu saja, mereka sadar, bahwa setiap kesulitan itu, selalu bersama dengan kelapangan, setiap kesulitan itu selalu bersama dengan kelapangan. Allah telah menjaminnya, menjanjikannya, dan telah-pun mengabarkannya dalam firman-firman-Nya, bahwa orang yang BERSABAR, telah disiapkan berita gembira untuknya (Al Bqarah : 155 dan Asy-Syarh : 5-6)

Lagi-lagi, aku hanya ingin menjabarkan ide yang tertuang dikepala, menelusuri satu persatu sekat dalam bilik-bilik perenungan, hingga mencoba melahirkan sederetan tulisan yang hanya merupakan kumpulan kata namun bermakna sangat dalam. Buatku tentunya, dan aku tak pernah mengambil soal tentang yang lain. Cukuplah aku dengan ke-akuanku, aku dengan pendirianku. Selama aku masih bergerak dalam arus tuntutan-Nya, maka semua ukuran dunia tentu hanya sekedar lewat saja. Sebab buat apa kita bahagia di dunia, tapi Allah murka dengan kita ?

Kuakhiri saja tulisan yang kutulis dengan spontanitas yang sering sekali terjadi. Namun percayalah, ada asa yang mulai terbang mengangkasa, ada cita yang tiba-tiba kuat merenda, dan selalu saja, ada masa dimana ia tak sabar untuk segera di singgahi. Mudah-mudah-an Allah me-ridho-i, me-lapangi, dan menyegerai, hingga tak ada lagi ia yang bernama gelisah.

Taipei, 27 Januari 2011

~ Yusuf Al Bahi ~

Iklan

2 thoughts on “Pesona Yang Sederhana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s