Inikah Melankolis ?

Bismillah….

Sedang berpikir untuk menuliskan kisah-kisahku pribadi yang lebih ringan. Sudah hampir setahun, ketika hendak menulis, biasanya ingin yang serius-serius. Kalau kuingat-ingat, blog lama di Multiply yang sudah masuk “kuburan” lebih banyak tertuang kisah-kisah keseharian yang dengan sengaja kutulis untuk melapangkan hati, atau justru hanya sekedar berbagi. Beberapa hari terakhir ini, aku memutuskan untuk menulis hal-hal sederhana yang setidaknya menarik buatku. Sebagai pengingat ketika waktu mulai berkejaran, karena tanpa terasa, kurang dari satu tahun lagi selesai sudah studi S2-ku. Syaratnya, THESIS-ku SELESAI πŸ˜†

2 minggu, ya… sudah dua minggu rupanya, aku berhasil mengembalikan kehidupan normalku. 3 bulan terakhir, kacau balau penjadwalan hidupku. Tidur jam 6/7 pagi dan baru bangun sekitar jam 1/2 siang. Duhur telat, badan ga segar, kerjaan ga jalan, dan saya pribadipun tidak menikmatinya πŸ˜€ Semua dimulai ketika harus begadang semingguan ketika menyelesaikan final project FEM di semester 2 kemarin. Efeknya masih terasa sampai sekarang. SUSAH TIDUR. Untung saja, saya juga tidak suka hidup berlama-lama seperti ini.

Bangun jam 4 pagi, subuhan, main tenis, mandi, ke Lab, dan kembali ke dorm ketika pukul 10/11 malam. Begitulah rutinitasku. Sesekali membantu menemani teman-teman mahasiswa baru yang sedang punya keperluan, atau ke beberapa tempat untuk menyelesaikan beberapa tugas. SEGAR, ga ngantukan, riset lancar, progress ke Prof. OK, dan hidup terasa lebih bergairah πŸ˜€

Jadi, inti dari tulisan ini apa ?

Baiklah.. Terima kasih masih mau membaca πŸ˜€

Aku menyebutnya sebagai karakter dasar yang sudah dari “sononya”. MELANKOLIS. Begitulah orang-orang menyebutku. Terutama yang sudah sering berinteraksi olehku. Gara-gara sifat ini, saya punya 2 kebiasaan baru yang cukup menyenangkan. PERTAMA, menikmati Taipei dari lantai 9 Lab Teknik Taiwan Tech. Inilah tempat menyendiri favorit saya. hehehehe… Biasanya kalau lagi suntuk di kursi lab, aku akan menuju lantai paling atas gedung labku. Disanalah bisa kunikmati angin segar yang meniup di kala pagi atau sore, langit sunset dan sunrise yang Indah. Lampu-lampu malam Taipei yang mempesona, juga susunan-susunan bukit yang berjejeran megah di sepanjang kota, membuatku banyak merenung dan berfikir. MERENUNG dan BERFIKIR, itu termasuk hobiku. Hobi seorang melankolis sepertinya. Sesuatu akan dipiki secara mendalam, lama, dan penuh pertimbangan. Membaca rasa hingga ke akar terakhirnya -lebay- πŸ˜€

Tempat ini adalah salah satu tempat favoritku. Otak bisa kembali segar setelah duduk disini. Kadang-kadang merasa seperti mimpi, ketika dulu kuingin berjam-jam waktuku dihabiskan di Lab bersama bahan riset, sekarang sudah benar-benar terjadi. Ketika dulu, kubayangkan wajah Taipei, tempatku akan menuntaskan studi, sekarang sudah benar-benar kulihat. Semua mimpi yang benar-benar jadi nyata. Untuk itu, ketika duduk disini, maka mimpi-mimpi lain akan kembali mengangguku. Dan sudah dipastikan, setelahnya akan ada senyum yang mengembang dan semangat yang meletup. Yupe… Let’s achieve our goals… πŸ™‚

Kebiasaan KEDUA, adalah nge-Bus. Sekarang aku lagi senang-senangnya naik Bus sambil menikmati Taipei -sendirian tentunya-. Melihat berbagai macam rupa orang dengan segala masalahnya, menyaksikan jalanan-jalanan Taipei yang teratur rapi, atau bahkan sekedar melepas penat dengan melepaskan pandangan pada lalu lintas yang berjejeran di sepanjang jalan. Lagi-lagi BUS adalah tempat yang menarik untuk MERENUNG dan BERFIKIR πŸ˜€ Temanya, tentu saja sama saja ketika berada di lantai 9. Setelah nge-Bus ini, biasanya kembali segar, otak lapang, dan siap untuk berjuang kembali.

Sendiri dan Merenung, mungkin itu dua kata yang cukup untuk menggambarkan ke-melankolis-anku. Entah ini masuk kategori orang melankolis atau tidak, yang jelas, aku pribadi telah mendefenisikannya sebagai sifat melankolis yang amat sangat kunikmati.

Ngomong-ngomong soal melankolis, bisa dengar Nasyid ini πŸ˜€

Let’s enjoy our life.. Fighting.. Jia You.. !!!

Taipei, 23 September 2010

~ Yusuf Al Bahi ~

figure is taken from google

Iklan

6 thoughts on “Inikah Melankolis ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s