Hidup dan Waktu

Bismillah…

Hidup… Begitulah kita menamakannya. Seperti gelombang laut yang terhampar luas disamudera, Hidup selalu akan berjalan, berarus, bergerak, dalam bentuk dan rupa yang selalu tak sama. Dan perjalanannya, selalu akan memberikan energi dan kehidupan bagi mereka yang ada bersamanya. Meski melelahkan melewatinya, gelombang yang ada takkan pernah mau berhenti, sebab kepemilikannya adalah waktu. Mereka yang menghargainya, pastilah akan memenangkannya. Waktu, adalah nyawanya hidup. Bagi yang menjiwai kehadiran waktu dalam hidupmu, maka dialah yang akan mampu bertahan dalam segala tantangan. Jika ingin menaklukkan kehidupanmu, maka cintailah waktu.

Jejak-jejakkupun seperti itu. Kucoba menerawang jauh semua langkah yang telah tercipta disepanjang usiaku. Yang kudapatkan adalah banyaknya catatan kelalaian yang terselip bersama ribuan hari yang berlalu. Waktu, yang kusebut sebagai nyawanya kehidupan seperti berlalu bagai angin lalu. Betapa banyaknya kekecewaan yang terlanjur tercipta, betapa banyaknya kekurangan yang terlampui batas, betapa banyaknya kelemahan yang melompati kewajaran, hingga kemudian ketika kuraba hati dan jiwa, maka yang tersisa adalah penyesalan, sebab belum banyak laku yang benar, belum banyak karya yang tercipta, justru sebaliknya, yang tertuang di bilik hati adalah kertas buram yang belum bercahaya.

Jika saja, waktu yang memberi makna tentang hidup ini akan pergi, apakah yang akan kita ceritakan pada sejarah? akankah kita punya catatan yang manis untuk terekam, atau justru sebaliknya, di akhir cerita kita, banyak yang akan senang karena kepergian waktu dalam hidup kita, pada akhirnya membawa mereka kelegaan. Atau, ketika kita bertanya kepada jiwa kita yang akan menghadap-Nya? maka jawaban yang akan selalu pasti hadir adalah getar-getar ketakutan karena selama ini tak pernah memiliki waktu yang diberikan dari-Nya.

Dengan berlalunya malam, langit pagi yang cerah akan menemanimu. Dan tulisan di kemegahan duniamu, akan selalu ditentukan dengan seberapa banyak engkau mencintai waktumu. Dia akan cerah, selagi kau menuliskannya dengan petikan-petikan yang lahir karena keringatmu, namun dia juga akan berkabut jika kau sajikan lakumu dalam tinta-tinta hitam yang terhempas tak teratur dikertas putihmu. Hingga benarlah kata Sang Nabi, bagi yang mengingat hari kemudian (kematian), merekalah yang paling cerdas diantara kalian. Sederhana saja, sebab orang yang mengingat waktu kepulangannya, orang yang mendamba kehadiran-Nya, orang yang mengerahkan harinya untuk mengejar cinta-Nya, selalu akan mencerahkan kemegahan langit mereka. Lalu… Dimanakah posisi kita?

Maka diakhir catatan sederhana ini. Sengaja kutuangkan secarik keinginan hati untuk lebih memliki hidup. Menghidupkan hidupku dengan memuliakan waktuku. Dunia takkan pernah butuh pengakuanmu, sebab yang akan selalu menjadi akhir dari setiap pertanyaanmu adalah ketenangan hati dan jiwamu. Selagi ia masih berkabut, selagi awan hitam masih setia menyelimutinya, maka yakinlah, ada kekeliruan dalam mencintai hidupmu, ada kesalahan dalam menghargai waktumu. Biarlah waktu, yang menjawab semuanya. Semoga tarian purnama di bilangan hari kedepan, akan memberi warna cerah bagi langit harimu.

Langit…

Jika kembaramu selama ini terhempas karena kelalaianku

Maka berilah waktu untuk mewarnaimu kembali..

Hanya ingin cerah yang menemanimu

Hanya ingin putih yang membersamaimu..

Hadirkan birumu, menjadi kekuatan bagiku..

Semoga dikemudian waktu, kemegahanmu yang akan selalu menemaniku..

Taipei. 12 September 2010

Figure was taken from here

Iklan

4 thoughts on “Hidup dan Waktu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s