Yang Tertinggal (2)

Bismillah…

Ketika waktu membawamu lagi untuk kupeluk, selalu kusandarkan segala resah bersama kata-kata sederhana yang menjadi jawab atas semua sesak. Dan meskipun semuanya telah terhapus, namun jejak-jejakmu dipantai putih itu masih selalu terkenang. Mungkin bukan karena keindahanmu, juga bukan karena pesonamu, semuanya hadir karena memang terlalu banyak arti yang telah kau beri di jalan itu. Hingga kemudian, ketika semua pintu-pintu kenangan kembali terkuak, maka yang tersisa adalah rasa syukur yang tak terkira karena pernah dihempas dengan ombak berbuih di ujung teluk itu.

Ditemani rindu aku menulis prosa sederhana ini. Tak ada lagi kata harap atau sekedar mengeja huruf-huruf indah yang pernah tertulis dulu. Aku hanya memberi sedikit ruang bagi waktu untuk berbagi tentang masa lalu, karena sejatinya setiap jejak yang tertinggal, memberi sedikit arti yang lebih tentang masa depan yang terbentang.

Taipei, 3 September 2010

~ Yusuf Al Bahi ~

Tinggalkan Balasan