Jia You… Sederhana itu Indah

Bismillah…

Malam ini, seperti minggu-minggu yang telah lalu semenjak 8 bulan keberadaanku di material concrete research lab, Lab meeting bersama Prof berlangsung sekitar 2 jam. Lebih cepat dari biasanya. Kotak makanku masih kubawa sambil keluar dari ruangan 222 gedung departemen teknik sipil. Sempat berdiskusi singkat dengan Steven soal dana tambahan dari lab jika kita sudah memulai riset thesis. Wow… Rupanya tambahan dana cukup membuat senyumku semakin lembar menjemput bulan Juni ini 🙂

Aku bergegas menuju lift bersama seorang labmate-ku.. Rupanya ada sesuatu yang terlupakan diruangan. Paper yang sudah tertulis rapi untuk persiapan sebuah conference masih tertinggal disana. Bergegas kumengambilnya, kemudian kembali lagi ke depan lift. Kali ini bersama syuen. Kulihat wajahnya masih lesu, seperti minggu lalu. Kali ini sedikit lebih baik, karena tak menerima teriakan keras dari Prof. seperti minggu lalu. Selama 8 bulan mengikuti lab meeting, minggu kemarin adalah minggu yang cukup mengagetkan. Bagaimana tidak, menyaksikan Prof. marah-marah kepada labmate karena progress risetnya yang jelek adalah terapi psikologis yang ampuh. Riset beliau akan saya teruskan bulan Juni ini, saya malah jadi takut sendiri melihat kesulitan-kesulitan yang sedang syuen rasakan.

Sebelum lift terbuka, kuberi syuen senyum sambil mengepalkan tangan dan mengatakan..

“Jia You..”

Ini teriakan seperti “SEMANGAAAT”, atau chayyyo… yang biasanya sudah sering saya dengar ketika di Indonesia.

Syuen hanya tersenyum..

“Jia You…”

Sederhana.. kalimat sederhana menurutku. Namun ini kadang memberikan arti yang lebih bagi siapapun. Disetiap komen, disetiap kesempatan ketika berjibaku dengan aktivitas akademik, kata “jia You” ini sering kuucapkan. Kepada teman kelas, teman kamar, terlebih teman lab. Kendala bahasa memang membuatku hanya bisa berdisikusi dengan 3 orang di Lab. yang lain hanya menyapa dan kadang-kadang menanyakan sesuatu lewat penerjemah (teman lab sendiri). Saya tak bisa melakukan apa-apa selain menyemangati mereka.

Setiap kali, waktu sudah lewat pukul 12 malam, dan melihat mereka masih berjibaku dengan pemodal FEM dan analisis perambatan gelombang bersama ANSYS dan ABAQUS, hanya JIA YOU yang sering kukatakan. Kadang-kadang mereka membalasnya dengan teriakan yang lebih keras.

JIA YOU…

Selalu menemaniku ketika melihat cahaya-cahaya lampu kota Taipei dari Lantai 6 Lab-ku.. Selalu kukatakan ketika banyak tugas yang mulai bersamaku…

Jia You…!!!

Tetap bersemangat kawan…

“Hidup ini Indah.. maka menangislah sepuasnya..” (Sapardi DD)

^_^

Taipei, 18 Mei 2010

~ Yusuf Al Bahi ~

Iklan

5 thoughts on “Jia You… Sederhana itu Indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s