Berbahagialah

Bismillah…


Kabut masih tak berkeseduhan,

berteduh dan berlabuh di ujung musim dingin yang mengginggit…

Dan senja-senja yang sulit bersama cahaya mencoba berlari sekuat mungkin, menjelajah malam, membuyarkan hangat dan menggantinya dengan harapan bias yang semakin kelam untuk sejenak dirasa..

Sampai kapanpun, semuanya takkan pernah berkesudahan..
Entah kau berharap untuk ia segera diam..

Kau berharap untuk ia segera pergi..

Semuanya takkan semudah itu untuk sekedar dialihkan..

“Memberi..” adalah makna terbaik dari sebuah penghambaan.

Getaran cinta, terasa dengan kata “memberi” meski harus disyaratkan untuk terus terjadi. Juga “membangun”, ia adalah teman paling setia bagi para perindu, para pujangga, dan sejuta pemuda yang terangkum dalam dunia irasionalnya..

“memberi” kemudian “membangun”, takkan pernah hadir selama jiwa dan misi belum bertemu dan terangkum dalam satu jalan. Setiap kehendakmu, akan diakhiri dengan misimu, namun yang menggerakkanmu selama ini adalah getaran jiwa yang kudefenisikan sebagai gairah untuk mencinta…

Gairah akan selalu hadir sebelum memberi.. dan selalu akan datang lebih cepat dibanding membangun..

Maka jangan kaget, jika semuanya tampak tak masuk akal..

Sebab kesesuaian antara jiwa, misi dan keinginan untuk memberi dan membangun tak pernah bisa merambat selama tak ada raga dan harap yang terus memendar dalam batin mereka.

Jangan berharap turunnya salju di musim panas, karena semuanya hanya akan membuatmu menjadi gila, atau mungkin memaksamu untuk sekedar tak berpenglihatan. Berharaplah mekarnya bunga sakura di musim semi, sebab ia lebih realistis, dibanding engkau mematung dalam lamunan dan terus menerus berucap tanpa sebab.

Kapanpun, memberi hingga membangun, akan secepatnya engkau rasakan. Sudah saatnya, kita sama-sama menggantikan menit menjadi detik, hingga jalannya terasa lebih cepat. Leburlah ia bersama tulisan-tulisan yang menggetarkan, atau sekedar luapan ruang jiwa yang terlahir dalam sketsa-sketsa tertulis yang tak bisa di defenisikan hanya olehmu. Biarkan semua desiran makna yang terus tertulis hanya sang pujangga yang mampu memahaminya, sebab tak pernah terbesit keinginan untuk dipahami oleh orang lain. Karena kebeningan itu hanya untuk dirasa oleh air, bukan teh hangat atau anggur yang mungkin saja terasa lebih manis dibanding dengan minuman bumi yang mengisi seluruh permukaan jagat raya ini.

Diujung perjalanan selalu akan kau tuangkan semanis harap dalam bait-bait mesra penuh penghayatan. Namun disana tak selalu menjadi akhir cerita yang sebahagia dalam pikirmu. Ada riak, ada gelombang, ada ketidakteraturan, ada kekurangan, maka jangan berharap bahwa semuanya akan menjadi sempurna. Setiap yang janggal selalu memiliki keindahan, setiap kegelisahan selalu saja ditemani dengan senyum kehangatan. Riaknya.. gelombangnya.. ketidakteraturannya.. hanya akan mampu engkau seimbangkan selagi engkau memiliki kelezatan batin yang menggetarkan. Bukan hanya membuatmu tergugu disetiap sujud-sujud panjangmu di malam hari, namun juga membuat sayap-sayap angsa itu akan semakin terbang melayang karena terpedaya dengan pikatmu. Sungguh, bukan untuk sekedar membuatnya tertunduk kepadamu, lebih dari itu, pekeerjaan utamamu, adalah menjadi landasan bagi sang elang untuk lebih kuat mencengkram, menjadi sari pati bunga untuk membuat sang lebah lebih bermanfaat bagi dunia, menjadi sayap-sayap yang terus bekerja untuk membuat sang burung nirwana kokoh mengangkasa, menjadi kuda putih bersayap yang selalu siap menjadi pelindung ketika lelah mulai berlabuh. Engkaulah sang pekerja yang akan menumbuhkan siapa saja yang hendak kau gerakkan.

Jangan pernah membayangkan engkau akan mendapatkan sebuah kesempurnaan, sebab Sang Maha Pencipta telah menggariskan sesuatu sesuai dengan kadarnya, sesuai dengan timbangannya.. Tidak lebih, tidak kurang, dan selalu akan tepat dengan jalur hidup yang terus berlari dan menembus cerita takdir siapapun. Takkan pernah kau dapatkan sebuah catatan berharga yang terisi dengan kebahagiaan yang meluap-luap. Kalaupun ada, ia hanya sementara dan takkan pernah mencapai puncak keabadian.

Maka nikmatilah..

Nikmatilah dingin di musim dingin, dan jangan terlalu berharap matahari datang dengan sinarnya yang terang..

Sejukkanlah batin dengan mekarnya bunga-bunga yang terlukis indah di musim semi. Berharap ia terus bermekaran hingga gugurnya selalu membuatmu terkenang…

Kejarlah mentari, selagi musim panas masih menghangat… Niscaya lekat jiwamu akan lebih bercahaya, dan jalanan semangatmu akan lebih menggetarkan..

Dan gugurkanlah semua kegelisahanmu bersama laju musim gugur yang akan mendekatimu.. Disana, selalu akan kau temukan bias pelangi indah ketika hujan telah reda…

Berbahagialah bagi dirimu yang selalu mengharap pagi, ketika burung sudah mulai berkicauan.. Kejarlah terus asamu, selagi ragamu masih mampu untuk bertahan.

Tetap percaya… Selalu ada keajaiban bagi mereka yang bekerja untuk peradaban…

I praise Allah for sending me you my love
You found me home and sail with me
And I`m here with you
Now let me let you know
You`ve opened my heart
I was always thinking that love was wrong
But everything was changed when you came along
And theres a couple words I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart
I feel so blessed when I think of you
And I ask Allah to bless all we do
You`re my wife and my friend and my strength
And I pray we`re together eternally
Now I find myself so strong
Everything changed when you came along
And theres a couple word I want to say

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you. loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart now that you`re here
Infront of me I strongly feel love
And I have no doubt
And I`m singing loud that I`ll love you eternally

For the rest of my life
I`ll be with you
I`ll stay by your side honest and true
Till the end of my time
I`ll be loving you.loving you
For the rest of my life
Thru days and night
I`ll thank Allah for open my eyes
Now and forever I I`ll be there for you

I know that deep in my heart

(for the rest of my life-Maher Zain)


Taipei, 8 April 2010

~ Yusuf Al Bahi ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s