Dan Akhirnya, Semua Mampu Terdefenisi

Bismillah…

Langkah kaki itu sedikit terengah.. darah mulai mengucur pelan dari setiap jejak yang ia tinggalkan. Seruannya tak didengar.. akhlaq nya yang mulia seakan tak ada gunanya.
Lemparan batu, umpatan, kata-kata hina mewarnai hari demi hari dalam seruan yang terus ia gulirkan untuk memenangkan Islam di bumi Allah.
Semakin kuat seruannya, maka perlawanan terhadapnya-pun semakin gencar.

Namun, semangat itu tetap membara..
Jiwanya masih sebening telaga syurga..
Ketika Malaikat datang seraya menawarkan kepadanya sebuah “hadiah” untuk menghukum kaum yang menghinanya…
Ia menolaknya dengan kebesaran hati yang tak mampu terdefenisi…

Itulah sepenggal kisah sang Manusia Mulia Rasulullah sallallahu’alahi wasallam..
Seruannya untuk kembali ke jalan Allah, hanya seonggok kata yang tak didengar. Bahkan ia dihimpit dengan berbagai siksaan. Continue reading