(Tadabbur Al Qur’an) Al-Balad 17-18

“Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang…… Mereka adalah golongan kanan”(Q.S. Al-Balad 17-18)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillah…

Menjadi orang yang beriman adalah langkah yang tidak mudah. Berada diantara kehidupan dunia yang semakin jauh dari cahaya-Nya membuat kata iman ini menjadi sangat mahal harganya. Menjadi aneh, ketika seorang pemuda lebih sering mendengar murottal Al-Qur’an dibanding lagu-lagu jahiliyah yang diciptakan orang-orang yang ingin menghancurkan islam, terasa ganjil seorang pemuda yang lebih memilih untuk menjaga kemaluan dan pandangannya terhadap tayangan-tayangan porno dibanding dengan perilaku-perilaku tidak terpuji yang saat ini sedang menjamur.

Menjadi orang yang Istiqomah diantara gempuran peradaban barat memang bukan mudah. Berdiri diantara sisa-sisa energi taqwa pada medan juang yang “berduri” bukanlah perkara gampang. Ada lelah yang menyapa, ada kesulitan yang mendera.

Saudaraku….

Salah satu tanda keimanan yang dipesankan oleh Rasulullah SAW kepada kita adalah mencintai saudara kita melebihi kecintaan kita kepada diri sendiri

“Dari Anas bin Malik radhiallâhu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”. (H.R.Bukhari dan Muslim).

Orang-orang beriman adalah manusia-manusia pilihan yang telah menempatkan hatinya untuk saudaranya dengan sebaik-baiknya tempat. Tak ada dengki disana, tak ada kata sesal disana, tak ada kata dendam disana, bahkan ungkapan marah menjadi barang mahal bagi mereka.

Mereka meletakkan kecintaan terhadap saudaranya, sebagaian pakaian keseharian mereka, mereka meletakkkan Itsar sebagai keutamaan dalam setiap akhlaq pergaulan mereka.

Lantai dimanakah posisi kita ?

Masihkan saudara-saudara seperjuangan kita, tidak kita tempatkan pada bagian diri yang terindah?

Masihkan perasaan dendam itu memutus ukhuwah ?

Masihkan setitik kesalahan mereka kita gantikan dengan segunung kebencian ?

Pantaskah wahai saudaraku.. ?

Sedangkan Allah SWT dan Rasulullah SAW selalu mengajarkan kepada kita untuk mengingat kebaikan yang mereka berikan kepada kita. Bukan dengan menghukumi mereka akibat sedikit kesalahan.

Saudaraku…

Q.S. Al-Balad 17-18, menegaskan kepada kita.. bahwa orang-orang beriman senantiasa berpesan dalam sabar dan kasih sayang.

Lantas, jika kita melihat saudara kita melakukan kesalahan, bisakah kita membiarkan mereka terjerumus kedalamannya ?

Sedangkan do’a-do’a pengikat jiwa sering kita dendangkan..

Sedangkan lelah demi lelah pernah kita ukir bersama…

Saudaraku…

Ramadhan masih menjelang…

10 hari terakhir semakin dekat..

Mari kita raih derajat orang-orang yang beriman..

Yaitu orang-orang yang mencintai saudaranya melebihi dirinya sendiri..

Mereka adalah orang-orang yang tak pernah lelah untuk saling menasehati dalam kesabaran dan kasih sayang….

Wallahu’alam Bishawab…

Taipei, 5 September 2009

Untuk saudaraku… Akh El Hadi…

Rindu akan cerita-cerita dan nasihat-nasihat yang sering kita ukir bersama…

Afwan belum menjadi saudara yang baik buatmu..

Ana Uhibbuka Fillah…

~ Yusuf Al Bahi ~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s