Paradigma Kesuksesan (1)

Bismillah…

Pernahkah kita terkagum-kagum melihat sosok seperti Dr. Yusuf Qardhawi yang karyanya sudah melangit,  juga Sayyid Qutb yang jejak-jejaknya terus mengembara dan menyejarah hingga kini atau kekuatan-kekuatan Tarbiyah yang dibangun oleh Ust. Rahmat Abdullah yang masih saja kuat terpancang di negeri ini ?

Atau bagaimana kita lihat bukti kekuatan Umar bin Khathab, sang pemberani, juga Abubakar Ash-Shiddiq, seorang mukmin yang paling bertakwa atau Salman Al Farisi, yang dengan kebeningan hatinya, ia telah menanti-nanti kedatangan seorang Nabi di Jazirah arab agar segera ia ikuti ?

Mereka adalah contoh-contoh nyata orang-orang yang terlahir dari rahim kesucian, contoh-contoh nyata orang-orang yang memiliki misi luhur didalam hati mereka, contoh-contoh nyata orang-orang yang menisbahkan seluruh risalah perjuangan mereka untuk perbaikan manusia dan alam. Mereka lahir untuk menciptakan sejarah, bukan hanya pelaku sejarah, mereka lahir untuk membangun peradaban, bukan hanya sekedar menguatkan, mereka lahir untuk meluruskan jalan yang bengkok, bukan hanya sekedar berjalan bersama orang-orang yang lurus.

Lalu sebenarnya apa yang menjadi titik pusat kesuksesan mereka ?

Kekuatan mereka terletak pada kekuatan CINTA.. kekuatan cinta untuk membangun, cinta untuk memperbaiki, cinta untuk meluruskan, cinta untuk membenarkan, cinta untuk mencahayakan, cinta untuk menguatkan.

Landasan kekuatan cinta yang mereka miliki ini takkan pernah bisa menciptakan sejuta energi atau segudang kepercayaan diri. Kekuatan cinta ini lahir tatkala mereka menyadari bahwa sesungguhnya apapun yang terjadi di dunia ini, tidak terlepas dari pertolongan Allah dan atas kuasa-Nya

“Maa syaa Allah, laa quwwata illaa billah (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). (QS. Al-Kahfi: 39)”

Landasan Cinta inilah yang merupakan MISI hidup terbesar disepanjang hayat mereka. Misi ini mengantarkan mereka untuk mereguk kenikmatan cinta yang indahnya tiada tara. Selayaknya perkataan ahli hikmah “Kalau saja orang-orang kafir itu mengetahui kenikmatan iman yang kita rasakan, niscaya mereka akan merebutnya dengan cara apapun”. Keindahan cinta dalam pelukan MISI karena-Nya yang menggerakkan mereka untuk terus berusaha memperbaiki ummat, memperbaiki bangsa, memperbaiki dunia agar mereka bisa membuktikan bahwa Islam dan ummatnya adalah Rahmatan lil’alamin.. Islam dan ummatnya adalah sumber cahaya bagi alam.

Maka janganlah heran, jika Sayyid Qutb berbinar-binar ketika dia akan menjemput syahid di tiang gantungan, jangan heran jika kematian Ust. Rahmat Abdullah melahirkan sejuta air mata karena kebeningan hatinya, janganlah heran jika Dr. Yusuf Qardhawi dan para ikhwan lain tak pernah kenal lelah untuk bertahan di penjara meski penyiksaan datang bertubi-tubi, janganlah heran jika Abu Bakar Ash-shiddiq menjadi orang yang paling tenang ketika Rasulullah saw wafat. Karena mereka memiliki kekuatan CINTA yang kuat hanya untuk-Nya.. Kekuatan inilah yang memberikan mereka segunung keberanian.. serta setumpuk kekuatan diri yang akan terus bersinar dan menginspirasi.. sampai kapanpun.

Wallahu’alam Bishawab

Bumi Allah, 22 Juli 2009

~ Yusuf Al Bahi ~

Bersambung..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s