(Catatan) Buku Dr. Yusuf Qardhawi : Aku dan Al Ikhwan Al Muslimun (2)

aku_dan_ikhwanAssalamu’laikum Wr. Wb.

Bismillah…

Jihad….

Sebuah kata yang menakutkan kah buat kita ?

Jihad.. ya Jihad…

Jalan juang yang meberikan kesempatan kepada orang-orang yang beriman untuk mendapatkan syahid. Jangan ditanya balasannya apa ? Syurga yang dialiri sungai-sungai yang indah, bidadari bermata bening, kepingan-kepingan kebahagiaan yang akan senantiasa mewarnai setiap jiwa orang-orang yang meninggal karena membela agama Allah. Subhanallah

Sejenak, kita tengok kisah para Ikhwan yang mengorbankan dirinya ketika melakukan perlawanan terhadap kaum zionis di Palestina. Cerita yang menohok pertahanan keimanan kita, sebab ia mengganggu, mengganggu kenyamanan hidup yang selama ini kita miliki.

Dengan manis, Dr. Yusuf Qardhawi mengisahkan seorang pemuda bernama Abdul Wahhab. Kisah jihadnya yang menginspirasi. Yang akan membawa angn kita kepada makna iman di dada, takwa di jiwa, dal letupan jihad fisabilillah di raga.. Subhanallah..

Menjelang keberangkatan jihadnya. Ia mengalami dua kendala besar, kendala yang kemudian menjadikan ia seorang mujahid yang akan di kenang, kendala yang akan membuat cerita ini menjadi lebih menusuk, kendala yang akan mengusik keeping-keping hati para pemuda yang mengaku mencintai-Nya.

Pertama : Beliau adalah anak dari seorang Janda, sebagai anak tunggal yang hidup hanya dengan ibunya, tentu beliau akan mendapatkan kendala perizinan dari sang Ibu. Jelas itu berat, secara manusiawi ibu mana yang akan rela membiarkan anaknya meninggal dalam perang, ibu mana yang akan rela anak tunggalnya menjadi korban dalam perang. Tentu tidak…!!! Sulit kita temukan sosok Ibu seperti ini.

Berkat bantuan para Ikhwan, termasuk Dr. Yusuf Qardhawi. Mereka mendatangi ibunya. Sembari membawa sejuta cerita cahaya dari orang-orang yang telah berjidah sebelumnya. Bagaimana kisah para syuhada yang meninggal dalam keadaan terbaik, dalam ridho Allah swt, menjelaskan kepada ibunya, bahwa umur seseorang tidak ditentukan dengan kondisi tertentu, baik itu perang maupun dalam kondisi yang aman. Ajal tepatlah ajal, ia akan selalu datang.

Sang ibu akhirnya menyetujui niat Jihad Abdul Wahhab, sembari mengatakan “Jika ini sudah menjadi keinginan Abdul Wahhab, maka aku takkan mungkin menghalanginya. Saya serahkan masalah ini kepada Allah. Saya berdo’a kepada Allah agar ia menolongnya dan para Ikhwan di medan jihad, kemudian mengembalikan mereka selamat dengan membawa kemenangan” Subhanallah… Indah… Luar Biasa…

Namun kendala kedua menunggu : Salah satu syarat keikutsertaan ikhwan berjihad adalah tidak sedang menjadi siswa di salah satu SMA. Itu keputusan Maktab Irsyad Ikhwanul Muslimin. Mereka bisa terlibat dalam jihad, apabila mendapat ijin dari Mursyid ‘Am saat itu, Syaikh Hasan Al banna.

Alhamdulillah, berkat bantuan para ikhwan, mereka berangkat ke Kairo untuk mendapat ijin dari Mursyid ‘Am. Dan akhirnya Abdul Wahhab di Ijinkan untuk berjihad.. Allah Akbar..

Berangkat dengan semangat pemuda… Berjiwa Ksatria..  Bermental baja.. dan Menyimpan kekuatan Ruhiyah yang tinggi… Abdul Wahhab berjihad dengan penuh kesungguhan.

Hingga akhirnya, bersama 2 ikhwan lainnya, mereka terdesak mundur ketika menyerang markas Israel. Dan akhirnya terjebak di Markas tersebut. Namun mereka tak ingin meninggal tanpa memberikan pengaruh yang besar bagi militer Israel. Akhirnya, mereka mengorbankan diri mereka dengan meledakkan diri mereka bersama gudang persenjataan Israel tersebut..

Allah Akbar…

Di usia muda… ia menjemput syahidnya bersama para ikhwan lainnya..

Di usia yang sangat muda saudaraku ?

Tempat terindah di syurga-Nya telah disiapkan untuk-Nya.. Kebahagiaan yang abadi telah ia reguk saudaraku… Masya Allah…

Dan makna Q.S. At-Taubah : 111 “Dengan jiwa dan harta kalian bahwa kalian akan memperoleh syurga” telah diajarkan kepada kita..

Bukan hanya kata-kata, bukan hanya tindakan nyata, namun nyawapun ia sertakan dalam keteladanan ini..

Masya Allah..

Salam rindu buat mereka, orang-orang yang punya segunung Keistiqomahan.. Yang tak kenal lelah berjuang di Jalan ini..

Wassalam. Wr. Wb.

Dikembangkan  dari Buku : Aku dan Al Ikhwan Al Muslimun (Dr. Yusuf Qardhawi)

Iklan

2 thoughts on “(Catatan) Buku Dr. Yusuf Qardhawi : Aku dan Al Ikhwan Al Muslimun (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s