Allah Pasti Memberi yang Terbaik

Bismillah…

Wills

Ini adalahWILLS MEMORIAL Building, salah satu ikon kota Bristol dan menjadi kantor baru saya sebagai Postdoc Research Associate (PDRA) di School of Earth Science, University of Bristol (UoB). School ini tercatat sebagai yang terbaik ke-2 di UK untk kualits risetnya lewat nilai Research Exccelent Framework (REF) hanya di bawah Oxford University & berada di ranking 18 di dunia versi QS untuk jurusan Earth Science. Baca lebih lanjut

Iklan

Namanya Muhammad DeLiang Al-Farabi

Bismillah…

Nafasku masih memburu ketika kucegat taxi siang itu. Pikiranku masih penuh setelah menerima terlpon dari rumah sakit 10 menit yang lalu.

“Kita di suruh milih yah, mau pulang atau di induksi?” Lirih istriku. Suaranya terlihat pesimis. Aku sendiri masih sibuk dengan makan siangku ketika ditelpon olehnya. Siang itu, aku memang sengaja kembali ke rumah beberapa saat karena mengambil beberapa barang penting untuk rawat inap istriku yang kami duga sebentar lagi akan melahirkan.

“Kontraksinya sudah mulai berhenti” sambungnya sedih. “Ayah ke sini segera ya, nanti kita diskusikan sama-sama.” Tutup istriku. Aku kemudian sedikit khawatir, tapi mencoba untuk tetap tenang. Dengan cepat, aku bereskan semua keperluan dan mencegat taxi di samping apartemen kami.

Mobil kuning itu sudah membelah jembatan penghubung antara Taipei dan Taipei New City. Taipei water department sudah mulai terlihat. Sebentar lagi, mobil ini akan menembus lurus menuju Chirldren Hospital of National Taiwan University. 15 menit kemudian. Aku sudah berada di depan rumah sakit.

Setelah membayar biaya transportasiku. Aku sedikit berlari menuju lift menuju lantai 9 yang merupakan ruang operasi untuk melahirkan.

“Gimana yah?” Tanya istriku sedikit khawatir. “Di induksi sakit sekali lo yah!” Nadanya semakin melemah. Aku mulai bingung.

“Tapi bunda sidang 10 Juli. Sepertinya memang di induksi saja biar bunda punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan sidang Thesis. Tapi setelah di induksi berapa lama ya kira-kira hingga melahirkan?” Lanjut istriku. Kali ini sudah sedikit tenang. Sepertinya keberadaanku disampingnya membuat suasana menjadi lebih terkendali.

“Kita induksi saja ya? Sepertinya sakitnya sama saja dengan yang normal. Tapi sebelumnya kita pastikan dulu beberapa masalah yang ingin kita ketahui.” Jawabku diplomatis. Aku kemudian menyesali pernyataan ini. Membenci kurangnya pengalaman dan pengetahuanku tentang proses melahirkan. Aku baru tahu beberapa jam kemudian, kalau induksi bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dibandingkan melahirkan secara normal. “Aku lebih menyarankan para pasien untuk di secar di banding di induksi” Kata seorang sahabat dokterku, 3 pekan setelah kelahiran anakku. Obrolan kami yang singkat itu membuatku semakin merasa bersalah mengambil keputusan induksi di hari itu.

DeLiang

DeLiang sesaat setelah kelahirannya

Baca lebih lanjut

Journey to PhD (45) – Akhirnya SUBMIT PhD Thesis

Bismillah…

Hari ini, 3 tahun 2 bulan sudah perjalanan studi S3 saya terlewati. Banyak orang melihat skenario perjalanan studi S3 saya seperti cerita menarik tanpa kendala, bak dongeng tanpa konflik. Ada juga yang berkesimpulan bahwa saya bisa melewatinya karena otak encer dan mudah menaklukkan kesulitan. Tak banyak yang kemudian belajar bahwa dibalik cerita yang dibilang tanpa kendala ini, tanpa ada konflik yang berarti ini, ada perjuangan dan kerja keras yang tak mudah.

3 tahun 2 bulan ini adalah sebuah perjalanan panjang yang menguras emosi, isi kepala, merontokkan rambut di ubun-ubun, juga hari-hari yang terlewati dengan kerja keras tak henti. Maka saya memberi apresiasi yang sangat besar kepada para pejuang akademik di level ini. PhD adalah proses yang tak mudah –at least bagi saya yang miskin ilmu dan pengalaman-. Ini perjalanan yang hanya bisa dilewati oleh mereka yang panjang nafasnya, mau bertarung dengan revisi demi revisi, kegagalan demi kegagalan riset di laboratorium, hingga hasil analisis yang seringkali tak sesuai harapan.

DeLiang dan PhD Thesis saya

Baca lebih lanjut

[Serial Bencana – 1] Jika Tsunami terjadi di Padang, Seberapa besarkah efeknya?

Bismillah…

Adalah gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 (Mw 9.15) yang menjadi memori tak terlupakan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Bencana yang mengejutkan ini tercatat sebagai bencana alam yang memakan korban jiwa terbesar keenam sepanjang sejarah. Lebih dari 200,000 orang meninggal akibat bencana ini dengan kerugian ekonomi mencapai hampir 200 Triliyun Rupiah [1-3] yang diakumulasikan dari seluruh negara yang terkena dampak gempa dan tsunami di sepanjang wilayah peisisir Samudera India (e.g. Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia). Ketinggian tsunami yang tercatat dari hasil observasi lapangan di Banda Aceh mencapai 35 m* [3-4]. Wajar jika sebagian besar masyarakat Aceh saat itu menganggap jika kiamat telah tiba karena kedahsyatan air bah yang terbawa lewat Tsunami memang mencengangkan dan terekam sebagai yang terbesar di sepanjang sejarah umat manusia.

 

Tipe gempa

Gambar 1: Tipe-tipe gempa

Tsunami tidak semata-mata terjadi hanya karena gempa. Gempa yang terekam dalam kehidupan kita tidak semua sumbernya dari dasar laut. Tsunami adalah bencana yang baru akan terjadi jika gempa bersumber dari laut. Gempa dari laut yang menghasilkan tsunami-pun harus memiliki tipe tertentu untuk bisa menghasilkan tsunami. Tipe jenis gempa yang menghasilkan tsunami adalah gempa sesar naik dan turun (lihat Gambar 1). Hanya saja gempa sesar turun umumnya tidak menghasilkan tsunami yang signifikan. Coba bayangkan jika ada air dengan volume sebanyak lautan berada diatas tipe gempa sesar naik, maka dipastikan setelah terjadi pergeseran patahan, maka gelombang air yang besar akan terjadi dan terus mengalir hingga ke daratan (lihat Gambar 2). Aliran air bah inilah yang menghantam keras wilayah pesisir dan mengakibatkan kerusakan yang besar.

Proses-Tsunami

Gambar 2: Proses terjadinya tsunami [4]

SUMBER GEMPA 2004 DAN POTENSI GEMPA BERIKUTNYA Baca lebih lanjut

Belajar Dari Sekolah TK di Inggris

Bismillah..

Bulan lalu, DeLiang resmi menyelesaikan sekolah level reception (selevel) TK di St. Michaels on the mount primary school, Bristol-Inggris. Sistem pendidikan di UK memang sedikit berbeda dengan di Indo. Di sini sebelum “SD” ada kelas reception untuk anak usia 4-5 tahun. Kemudian mereka akan memasuki year 1 di usia 5-6 tahun hingga year 6.

Saya mencoba merangkum hal-hal penting yang bisa kita ambil pelajaran dari sistem pendidikan di Inggris Raya.

PERTAMA: Orang tua dilarang melupakan bahasa ibu mereka.

Entah ini hanya di sekolah DeLiang atau tidak, saya pernah menemukan orang tua yang “disetrap” oleh guru DeLiang karena ngomong bahasa Inggris in daily basis dengan anaknya. Mereka dari Somalia. Sebagian besar anak-anak Somalia memang sudah bisa berbahasa Inggris sebelum masuk TK. Tapi ternyata dilarang mengajarkan bahasa Inggris kepada anak-anak kita dan biarkan mereka belajar sendiri di sekolah.

Saya tidak tahu jelas alasannya. Tebakan saya karena untuk menjaga bahasa Ibu sang anak dan memudahkan sang anak belajar langsung bahasa Inggris dari para native speaker.

Berbeda dengan beberapa orang tua lain yang kami kenal sudah memperkenalkan bahasa Inggris sejak dini, terutama mereka yang berencana menyekolahkan anaknya di Inggris sambil studi. Kami tidak pernah mengajarkan DeLiang berbahasa Inggris sebelumnya. Kami membiarkan dia tumbuh dengan seluwes-luwesnya tanpa ada proses belajar rutin sampe dia masuk sekolah. Pun ketika memulai sekolah TKnya di Inggris, kami sangat jarang berkomunikasi dalam bahasa Inggris di rumah selama di Bristol.

DeLiang3

Baca lebih lanjut

Lakukan 4 hal ini agar kamu bisa move on

Masih mencintai seseorang meskipun dia sudah milik orang lain? atau masihkah sampai saat ini kamu berharap akan adanya keajaiban bahwa si dia adalah jodohmu yang akan berakhir di pelaminan?

Tidak usah merasa sendiri dan terkucilkan karena hal ini dialami banyak orang. Dalam sebuah hasil riset [1], meskipun sudah dilakukan lebih dari 20 tahun yang lalu, lebih dari 90% mereka yang deeply dan passionately in love pernah ditolak orang yang dicintainya. Saya yakin dan percaya di luar sana banyak yang senasib denganmu. Jadi mulailah menyadari bahwa cinta yang tak berbalas adalah hal yang wajar dan yakinkan diri anda jika move on itu penting.

Biar bisa melupakan dia yang sudah terlanjur kamu cinta, juga mengurangi penyebab cinta lama bersemi kembali di kehidupanmu selanjutnya, maka kamu perlu mempertimbangkan saran-saran berikut:

(1) Mencintailah dengan wajar

sumber: INTERNET

Baca lebih lanjut

Journey to PhD (44) – Menuju Garish Finish

Bismillah…

Ini adalah rangkuman cerita bertajuk Journey to PhD”. Semua tulisan dalam tema ini akan mengangkat kisah studi saya juga termasuk dalam Self Monagement Writing project.

Menjelang berakhirnya studi S3, berikut adalah kerjaan marathon setelah balik liburan summer di Indonesia kemarin:

(1) Major revision journal NHESS: Natural Hazard and Earth System Sciences.

Gara-gara major revisi journal ini pula, saya yang seharusnya submit Ph.D thesis bulan Agustus kemarin, tertunda hingga Oktober. Supervisor bilang:

“Kamu mau dapat big congratulation gak pas sidang nanti? atau mau lulus aja?”

Dalam hati sudah pengen nonjok bilang lulus aja sudah cukup. Tapi saya keinget terus dengan perkataan Prof. Ericsson: sesuatu yang ketika kamu SENGSARA mengerjakannya, itu berarti kamu sedang naik tingkat skillnya. Jadi bertahanlah.

Akhirnya saya mutusin ikut saran supervisor dan major revisionnya dikerjain berbarengan dengan Ph.D thesis saya. Saya bisa saja excluding hasil major revisi ini di thesis, tapi sayang jika hanya di journal. Demi kualitas Ph.D thesis yang lebih baik, ta jabanin. Ini once in a lifetime, jadi jangan disia-siain.

Kesel sudah diubun-ubun. Mungkin one of the most stressful moment during my Ph.D. Ibaratnya ente sudah mau nyentuh garis finish, tiba-tiba pingsan bentar. hahahaha..

Sebelum pulang kemarin, dengan tingkat dongkol mau nonjok muka supervisor, saya mengerjakan semua analisis dengan sabar. Harus belajar lagi dari nol simulasi gempa yang dulu hanya jadi rencana tahun pertama untuk dikerjakan, tapi dibatalkan karena sudah terlalu extensive riset S3 saya. Alhasil, rencana itu dibuka lagi dan dikerjakan lagi. 1 bulan penuh saya selesaikan analisis sebelum balik ke Indonesia.

Baca lebih lanjut